Diduga jadi Biong Tanah Bergaya Preman, 5 Oknum Tersebut Dilaporkan Ke Kejaksaan Negeri Cibadak

Sukabumi, AJWI (Jurnaliswarga.id) – Diduga jadi Biong tanah Warga masyarakat Cinumpang melaporkan oknum BIONG tanah kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) yakni Kejaksaan Negeri Cibadak Kab.Sukabumi, Senin ( 6/11/23).
Pasalnya menurut keterangan warga inisial (AH) .saat di konfirmasi AJWI di tempat ter pisah mengatakan, bahwasanya dirinya merasa dirugikan oleh sejumlah oknum tersebut dengan cara intimidasi alias intervensi pada kami ini seperti halnya, mereka datang ke masing – masing para penggarap tanah di Blok CINUMPANG yang terdiri dari Dua, Desa,Yakni Desa Sukamaju dan Desa Gede Pangrango ,Kec Kadudampit kab.Sukabumi ini

Diduga jadi Biong Tanah Bergaya Preman, 5 Oknum Tersebut Dilaporkan Ke Kejaksaan Negeri Cibadak

dengan datang nya segerombolan BIONG tersebut melainkan hanya untuk agar kami kami ini menjual tanah garapan dengan harga yang sangat murah di antaranya per satu meter itu di bayar Rp 3000 Rupiah hingga 4000 Rupiah

Baca Juga:  Yayasan Az-Zarkasyi Gelar Musawarah Besar untuk Menyongsong Kemajuan Pemikiran Umat 2024

meski kami ini tidak bermaksud untuk menjualnya mereka bilang alias BIONG, ” jika tidak mau di bayar denga tarip yang ia suguhkan pada kami maka tanah tersebut itu akan di ambil secara cuma cuma ga di bayar”, ucap BIONG.

“Padahal kami – kamii menggarap tanah itu sudah ber puluh puluh tahun bahkan mencapai 35 tahunan”, paparnya warga.

Ia menambahkan sunguh ironis sekali praktek oknum yang di duga bekerjasama dengan oknum pejabat yang terlibat, ” karena saya menggarap tanah tersebut sudah puluhan tahun mengajukan untuk memiliki SPPT saja sangat susah apalagi sampai sertifikat,

namun ketka lahan tanah itu sudah di alih nama, ko dengan seketika simsalabim jadi sertifikat ada apa ?…Dibalik semua ini dan siapa dalang nya ?… Karena sertifikat ia sudah di tangan harga tanah nya pun sekarang mencapai 300 Rb hingga 400 Rb per meter, bayangkan saja terhitung kurang lebih luas tanah sekitar 25 Hektar tanah yang di rampas dari warga masyarakat.

Baca Juga:  Kang Wayan Sarjana, Tokoh Pencak Silat Terima Penghargaan di IPSI Cup V

“Maka bisa dibayangkan uang yang di Raup dari hasil Rampasan. kesenangan di atas penderitaan dari kelompok kami untuk memperkaya diri sendiri”,tandasnya warga pada AJWi .

menambahkan LSM DIAGA mohon kepada pihak yang berwajib terkait kasus ‘Tanah CINUMPANG agar segera di Usut tuntas.

“Dikarenakan ini diduga sudah merugikan waga masyarakat dan kami atas nama lembaga siap mengawal sampai tunas”, ujarnya AJWI
(Acp & Tim)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Satu Kepedulian Bisa Berarti: Dokter Spesialis Jiwa IHC RS Pertamina Prabumulih Bicara tentang Pencegahan Bunuh Diri

PRABUMULIH — Tidak semua orang yang sedang menghadapi persoalan berat mampu mengatakannya secara langsung. Ada yang tetap bekerja, tersenyum, berbicara dengan orang lain, dan...

IHC RS Pertamina Prabumulih Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — IHC RS Pertamina Prabumulih kembali hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian Smanda Event ke-11 yang digelar...

Sigap di Tengah Konser Utopia Band, IHC RS Pertamina Prabumulih Jadi Tim Emergency Uthopia Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — Di tengah riuhnya musik dan antusiasme para pelajar dalam Konser Band Uthopia Smanda Event ke-11 yang digelar pada 10 September 2026, kehadiran...

Hari Olahraga Nasional, IHC RS Pertamina Prabumulih: Kita Berolahraga Bukan Sekadar Agar Kuat, Tetapi Agar Tetap Sehat untuk Orang yang Kita Cintai

PRABUMULIH – Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), IHC RS Pertamina Prabumulih hadir memberikan pesan penting kepada masyarakat tentang arti olahraga dan aktivitas fisik bagi...

BPI KPNPA RI Bogor Sorot Marwah APH dan Alarm Moral Kabupaten Bogorr

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor melontarkan kritik keras terhadap dinamika...

 

ARTIKEL TERKAIT