
**DELI SERDANG, 5 OKTOBER 2026** — Dugaan maraknya aktivitas perjudian dan peredaran narkoba di sejumlah wilayah Kabupaten Deli Serdang mendapat sorotan keras dari Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Deli Serdang. Organisasi pelajar tersebut menilai persoalan ini tidak boleh dianggap sebagai masalah kriminalitas biasa karena dampaknya dapat mengancam masa depan generasi muda.
**Ketua IPA Deli Serdang, Syahrul Khairi**, menegaskan bahwa pelajar merupakan kelompok yang sangat rentan terdampak lingkungan sosial yang dipenuhi praktik perjudian dan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, keberadaan aktivitas tersebut dapat merusak lingkungan pendidikan, mengganggu proses belajar, memicu perilaku menyimpang, serta meningkatkan risiko pelajar terjerumus ke dalam pergaulan yang merusak masa depan.
> “Kami berbicara sebagai organisasi pelajar. Yang kami khawatirkan bukan hanya hari ini, tetapi masa depan generasi muda Deli Serdang. Jangan sampai pelajar tumbuh di lingkungan yang menganggap judi dan narkoba sebagai sesuatu yang biasa,” tegas Syahrul Khairi.
IPA Deli Serdang kemudian **menantang Kapolda Sumatera Utara dan Kapolri yang baru** untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penanganan persoalan perjudian dan narkoba di wilayah hukum Polresta Deli Serdang. Menurut IPA, masyarakat membutuhkan bukti nyata bahwa aparat serius memberantas aktivitas ilegal tersebut, bukan sekadar melakukan penindakan yang bersifat sporadis.
“Kalau memang setelah dilakukan evaluasi ditemukan bahwa kinerja pimpinan tidak mampu menjawab keresahan masyarakat, jangan ragu mengambil tindakan tegas. **Termasuk mengevaluasi dan bila diperlukan mengganti Kapolresta Deli Serdang**. Jabatan bukan sesuatu yang kebal dari evaluasi,” ujar Syahrul.
IPA juga meminta aparat penegak hukum mengusut secara menyeluruh dugaan jaringan perjudian dan narkoba, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi pengelola, pemasok, maupun pihak yang mendapatkan keuntungan. Penindakan, kata IPA, harus dilakukan secara transparan dan tidak boleh tebang pilih.
**Lima tuntutan IPA Deli Serdang** adalah: pertama, Kapolda Sumut segera melakukan evaluasi terhadap kinerja Polresta Deli Serdang dalam pemberantasan judi dan narkoba; kedua, Kapolri memastikan pengawasan terhadap jajaran kepolisian di daerah berjalan efektif; ketiga, mengusut tuntas jaringan dan aktor di balik dugaan aktivitas perjudian dan narkoba; keempat, menindak tegas setiap oknum aparat yang terbukti terlibat atau melakukan pembiaran; dan kelima, mempertimbangkan pergantian pimpinan apabila hasil evaluasi menunjukkan kinerja yang tidak mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“**Kami tidak sedang mencari panggung. Kami sedang menyuarakan keresahan pelajar dan masyarakat.** Deli Serdang harus menjadi wilayah yang aman bagi anak sekolah dan generasi muda. Kalau pemberantasan judi dan narkoba benar-benar menjadi komitmen Polri, kami ingin melihat tindakan nyata, bukan hanya pernyataan,” pungkas **Syahrul Khairi, Ketua IPA Deli Serdang**.
**IPA Deli Serdang menyatakan akan terus mengawal persoalan ini dan mendorong seluruh pihak, termasuk masyarakat, sekolah, orang tua, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum, untuk bersama-sama melindungi pelajar dari ancaman perjudian dan narkoba.**
