Panglima Tamalaki Formakom Indonesia, Irfan Konggoasa Serukan Perang Melawan Narkoba 2026

Kolaka, Jurnaliswarga.id – Panglima tamalaki menyoroti Tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tenggara (Sultra) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat. Panglima Pasukan Adat Tamalaki dari Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga, Irfan Konggoasa, secara tegas menyoroti kondisi ini dan menyerukan langkah nyata untuk menyelamatkan generasi muda.

Berdasarkan data terbaru, Sulawesi Tenggara menempati posisi yang sangat mengkhawatirkan dalam statistik penggunaan narkoba nasional. Menanggapi hal tersebut, Panglima Tamalaki Irfan Konggoasa mengimbau dengan keras kepada seluruh generasi muda di Bumi Anoa agar tidak sekali-kali menyentuh barang haram tersebut.

“Ini adalah peringatan serius bagi kita semua. Generasi muda adalah tulang punggung masa depan daerah kita, khususnya di wilayah adat Konawe dan Mekongga. Jangan biarkan masa depan itu hancur karena narkoba,” ujar Irfan panglima Tamalaki.

Baca Juga:  Opini Editorial: Ironi "Balapan" Harta di Tengah Prahara Kabupaten Bogor 2026

Sinergi Tokoh Adat dan Agama
Panglima Tamalaki Irfan menekankan bahwa tanggung jawab pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para Tokoh Adat dan Tokoh Agama, untuk bersatu padu dalam memberikan pengawasan dan pembinaan.

Menurutnya, pendekatan nilai budaya dan spiritualitas merupakan benteng terkuat bagi pemuda dalam menangkal pengaruh negatif lingkungan. Beberapa poin utama yang ditekankan adalah:

1. Peningkatan Pengawasan: Memperketat pemantauan terhadap pergaulan pemuda di lingkungan masing-masing.

2. Pembinaan Berkelanjutan: Menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang mengajarkan kedisiplinan dan kehormatan.

Baca Juga:  UMKM Dongkrak PDRB Kaltara, Gubernur Dorong Penguatan Ekonomi Daerah 2026

3. Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun komunikasi yang intens antara lembaga adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.

Tugas Bersama Menjaga Generasi
Panglima Tamalaki tersebut menegaskan bahwa memerangi narkoba adalah “tugas kolektif” demi menjaga keberlangsungan peradaban di Sulawesi Tenggara. Penekanan khusus diberikan pada wilayah Konawe dan Mekongga agar menjadi zona yang bersih dari peredaran gelap narkotika.

“Memerangi narkoba adalah jihad kita bersama. Kita harus berjalan beriringan untuk memastikan anak-anak cucu kita tumbuh di lingkungan yang sehat dan berintegritas,” pungkasnya.

Media Center:
Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia ( FORMAKOM INDONESIA)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemuda Daerah, Motor Penggerak Petani Modern Dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id - Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Farizan, bertemu dengan Prof. Dr. Ir. Alim Setiawan Slamet, S.Si., M.Si., Rektor IPB University sekaligus Wakil...

Rahmad Sukendar Sampaikan Duka Cita atas Kabar Wafatnya Kamaruddin Simanjuntak: Sosok Pengacara Pemberani dalam Memperjuangkan Kebenaran 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPIKPNPARI), Dr. (Hc.) TB Rahmad Sukendar, menyampaikan belasungkawa...

BPI KPNPA RI Apresiasi Respons Cepat Aduan Masyarakat Harus Jadi Prioritas, Penghargaan Segera Diberikan 2026

SEOUL Korea Selatan, JURNALISWARGA.ID - Komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat penegakan hukum, serta merespons cepat pengaduan masyarakat menjadi sorotan Badan...

Daftar Kekayaan Pejabat Kabupaten Bogor Berdasarkan LHKPN 2025

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Berapa jumlah harta kekayaan pejabat Kabupaten Bogor berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025? berikut Daftar Kekayaan Pejabat Kabupaten...

Kabupaten Bogor Sumbang 13 Medali Emas, Jawa Barat Juara Umum PESONAS II 2026

Kabupaten Bogor menorehkan prestasi pada Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Atlet Special Olympics Kabupaten Bogor berhasil membawa pulang 28 medali, terdiri atas 13 medali emas, tujuh medali perak, dan delapan medali perunggu. Capaian tersebut tu

 

ARTIKEL TERKAIT