PRABUMULIH, 26 Oktober 2026– Dalam rangka implementasi ilmu Kesehatan Masyarakat serta penguatan manajemen risiko kesehatan di lingkungan sekolah, Kartika Br Ginting Head of EHC (OHIH) RS Pertamina Prabumulih sekaligus Mahasiswa Pascasarjana (S2) Kesehatan Masyarakat Universitas Binawan, memprakarsai program pengabdian masyarakat berbasis edukasi pertolongan pertama bertajuk “First Aid for Teenagers” di SMP YPS Prabumulih.
Pertemuan perdana program ini berfokus pada pembentukan kapasitas (capacity building) siswa sebagai peer responder atau pertolong pertama berbasis teman sebaya. Program ini dirancang salah satu bentuk respon nyata terhadap pentingnya penerapan budaya keselamatan (safety culture) dan mitigasi risiko kecelakaan di area sekolah. Melalui pertemuan pertama ini, para siswa dibekali kompetensi dasar pertolongan pertama agar siap menjadi first responder atau penolong pertama berbasis teman sebaya (peer responder) saat terjadi kondisi darurat medik.

Kartika Br Ginting menjelaskan bahwa penciptaan ekosistem sekolah tanggap darurat memerlukan keterlibatan aktif dari seluruh warga sekolah, khususnya kelompok siswa usia remaja yang memiliki mobilitas dan aktivitas fisik tinggi.
“Menciptakan Sekolah Tanggap Darurat di Prabumulih bukan sekadar tentang menyediakan kotak P3K, melainkan membangun kesiapsiagaan (preparedness), tetapi respon cepat (quick response) saat terjadi kegawatdaruratan seperti pingsan (syncope), kramhingga pendarahan akibat cedera olahraga,” tegas Kartika.
Oleh karena itu, pendekatan promosi kesehatan sekolah (School Health Promotion) yang terstruktur sangat krusial untuk menekan potensi keparahan cedera (severity mitigation).

“Pelatihan First Aid for Teenagers ini menitikberatkan pada penguasaan materi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K) sesuai standar keselamatan medik dasar. Pembekalan mencakup initial assessment (penilaian awal kondisi korban), manajemen balut bidai untuk trauma fisik, penanganan luka terbuka, serta protokol pemanggilan bantuan medis (emergency dispatch),” papar Kartika. “Tujuannya adalah membentuk literasi keselamatan sejak dini dan membangun kesiapsiagaan (preparedness) komunitas sekolah dalam mengantisipasi potensi risiko kesehatan.”
Inisiatif ini meletakkan pondasi sinergi tripartit antara sektor pelayanan kesehatan (healthcare industry), institusi akademis, dan lembaga pendidikan dasar-menengah. Melalui integrasi prinsip OHIH dan keahlian Public Health, kegiatan magang pengabdian masyarakat ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukasi insidental, melainkan dasar bagi pembentukan kader Junior First Aider yang berkelanjutan di SMP YPS Prabumulih.
Pihak manajemen SMP YPS Prabumulih dalm hal ini di sampaikan oleh Kepala Sekolah SMP YPS Bpk Mr Setiyo Hariyado,S.Pd mangatakan “Kami menyambut baik kegiatan ini, kegiatan yang sangat memberikan pengetahuan yang luar biasa tentang penanganan luka dan kami yakin pasti berdampak positif bagi siswa siswi SMP YPS yang pastinya akan berguna bagi kehidupan mereka nantinya serta memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi ilmiah dan praktis ini, mengingat pentingnya keberadaan first responder di area sekolah guna mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, sehat, dan kondusif”.
