Kota Bogor Belum Aman Untuk Pelajar DPRD Kota Bogor Bangun Komunikasi Dengan Seluruh Stakeholder

HUMPROPUB – Kasus kekerasan terhadap pelajar yang berujung hilangnya nyawa Arya Saputra, pelajar SMK Bina Warga Kota Bogor menambah catatan kelam dunia pendidikan. Sehingga DPRD Kota Bogor menilai Kota Bogor sampai saat ini belum aman untuk pelajar. Akibatnya visi Kota Bogor sebagai Kota Ramah Keluarga juga tak lepas jadi sorotan.

Jajaran anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor yang terdiri dari Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri, Wakil Ketua Komisi IV, Atty Somadikarya beserta anggota Komisi IV, Devie Prihartini Sultani, Sri Kusnaeni dan Lusiana Nurissiyaddah, menyempatkan diri untuk mendatangi Mako Polresta Bogor Kota pada kegiatan press rilis, Selasa (14/3).

Kedatangan para wakil rakyat itu untuk membangun komunikasi dengan aparat kepolisian guna mengurai benang kusut kasus kekerasan terhadap pelajar. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri, menegaskan para pelaku yang terlibat tindakan kekerasan tersebut harus dikenakan hukuman yang serius.

“Tentu kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan terhadap pelajar. Apalagi ini sampai merenggut nyawa seorang siswa. Sehingga para pelaku ini perlu dikenakan hukuman yang serius,” tegasnya.

Baca Juga:  RSKIA Sawojajar Kota Bogor Ucapkan Dirgahayu RS Melania ke-16

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Gus M ini juga mengapresiasi langkah cepat dari aparat kepolisian yang bisa meringkus dua dari tiga orang pelaku. Ia pun berharap, pelaku utama tindakan kekerasan bisa segera ditangkap agar kasus ini bisa diselesaikan secara hukum.

“Kami mengapresiasi langkah cepat kepolisian yang bisa meringkus dua orang pelaku. Nah kami harap pelaku juga bisa tertangkap agar proses hukum bisa berjalan,” ujar Gus M.

Gus M, menilai kunci utama untuk menyelesaikan permasalahan kasus kekerasan terhadap pelajar ada di pola pengasuhan anak dari keluarga. Sehingga intervensi pemerintah Kota Bogor dengan program Kota Ramah Keluarga pun perlu dikuatkan agar keluarha memiliki ketahanan fungsi.

“Ketika visi Kota Bogor sebagai Kota Ramah keluarga, maka masih banyak PR dalam menguatkan peran keluarga agar menjadi keluarga yang memiliki ketahanan fungsi. Ini yang perlu dipikirkan oleh pemerintah,” ujar pria yang akrab disapa Gus M.

Tidak dapat terlesaikannya kasus kekerasan terhadap pelajar juga diakui oleh Gus M karena buruknya komunikasi yang dibangun oleh KCD Pendidikan Jawa Barat yang menaungi sekolah tingkat SMA dan SMK di Kota Bogor. Sehingga, program yang seharusnya bisa diselaraskan antara Pemerintah Kota Bogor dengan Provinsi Jawa Barat menjadi terhambat.

Baca Juga:  HUT ke 77 Persit KCK Daerah I Bukit Barisan Ny. Intan Daniel Chardin Gelar Donor Darah

“Ini saya rasa yang perlu mendapat perhatian bersama agar kebijakan kewenangan ini dikembalikan ke kabupaten dan kota. Dan rekan-rekan di KCD, membuka ruang untuk komunikasi dan diskusi karena para pelajar berdomisli di Kota dan Kabupaten Bogor,” jelasnya.

Untuk itu, Gus M mengatakan dalam waktu dekat ini, DPRD Kota Bogor akan menggelar rapat kerja khusus dengan memanggil KCD Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Disdik Kota Bogor, Polresta Bogor Kota dan stakeholder lainnya untuk merumuskan sistem pendidikan agar tidak terjadi lagi kasus kekerasan terhadap pelajar.

“Kami akan panggil semua, diskusi bersama agar ada sistem yang jelas dan nyata, supaya tidak ada lagi korban jiwa seperti ini,” pungkasnya.

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

36 Sekolah Kota Bogor Kini Lebih Representatif

KOTA BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Dukungan Presiden Prabowo Subianto disebut membuat 36 sekolah Kota Bogor kini lebih representatif.Informasi tersebut menjadi judul pemberitaan Pemerintah Kota Bogor yang tercantum dalam RSS pada 16 Oktober 2026. Berita itu menyoroti kondisi 36 sekolah di Kota Bogor set

Dukungan Presiden Prabowo, 36 Sekolah Kota Bogor Lebih Representatif

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Dukungan Presiden Prabowo Subianto, 36 sekolah di Kota Bogor kini lebih representatif.Informasi tersebut tercantum dalam item berita Pemkot Bogor yang dipublikasikan pada 16 Oktober 2026.36 Sekolah di Kota Bogor Lebih RepresentatifJudul berita menyebut dukungan Presiden Pra

Senator Dwi Ajeng Sekar dan Dinsos Kepri Perkuat Regulasi Bencana

KEPULAUAN RIAU, JURNALISWARGA.ID - Senator Dwi Ajeng Sekar dan Dinsos Kepri memperkuat regulasi penanganan bencana.Dinsos Kepri dan Regulasi BencanaJudul informasi tersebut memuat nama Senator Dwi Ajeng Sekar dan Dinsos Kepri sebagai pihak yang disebut dalam penguatan regulasi penanganan bencana. Su

Lima Guru Besar Dikukuhkan, UIN SMH Perkuat Posisi di Banten

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Lima Guru Besar UIN SMH dikukuhkan, memperkuat posisi kampus tersebut sebagai salah satu kampus unggulan di Banten.Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyatakan warga Banten tidak perlu lagi jauh-jauh berkuliah ke luar daerah. Pernyataan itu disampaikan setel

Posyandra Mugi Ikhlas Layani Warga Sindangmandi

SINDANGMANDI, JURNALISWARGA.ID - Warga Desa Sindangmandi, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, turut merasakan kenyamanan dalam memperoleh pelayanan masyarakat melalui Pos Pelayanan Desa Sejahtera (Posyandra) Mugi Ikhlas.Posyandra Mugi Ikhlas Membawa ManfaatPosyandra Mugi Ikhlas merupakan ruang pelaya

 

ARTIKEL TERKAIT