PD TOHAGA diduga Bermasalah Ketua BPI KPNPA RI Bogor Raya Desak DPRD Evaluasi Manajemen Pasar Tohaga: “Tak Layak Dipertahankan!”

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Ketua Badan Penelitian Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Bogor Raya, Rizwan Riswanto, mendesak DPRD Kabupaten Bogor khususnya Komisi II untuk segera mengevaluasi manajemen Perusahaan Daerah Pasar Tohaga. Desakan itu muncul karena Rizwan menilai kinerja Pasar Tohaga tak memberi kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor.

“Pasar Tohaga ini seperti beban, bukan aset. Sudah bertahun-tahun berdiri tapi tidak pernah menunjukkan hasil yang layak dibanggakan,” tegas Rizwan dalam keterangannya. Menurutnya, perusahaan daerah yang seharusnya menjadi motor ekonomi kerakyatan justru menjadi ruang nyaman bagi segelintir elite yang minim prestasi.

Baca Juga:  BPI KPNPA RI Desak Presiden Jokowi Evaluasi Hasil Seleksi Calon Anggota Kompolnas 2024-2028

BPI KPNPA RI menilai para petinggi di tubuh Pasar Tohaga sudah tidak layak lagi memimpin. Kinerja yang stagnan, tata kelola yang buram, serta minimnya inovasi menjadi alasan utama mengapa manajemen saat ini harus segera dievaluasi bahkan dicopot. “Sudah waktunya dilakukan reformasi total. Jangan sampai publik terus dirugikan oleh manajemen yang tidak becus,” ujarnya.

Menurut Rizwan, Komisi II DPRD Kabupaten Bogor harus lebih berani menjalankan fungsi pengawasan. Ia menilai ada pembiaran sistemik terhadap ketidakmampuan manajerial di tubuh Pasar Tohaga. “Kalau Komisi II DPRD diam saja, itu berarti ikut melanggengkan kerugian daerah,” sindirnya tajam.

Pasar Tohaga, yang digadang-gadang sebagai salah satu instrumen peningkatan ekonomi lokal, justru terlihat mati suri. “Apakah ini yang disebut pengelolaan profesional? Atau ini hanya tempat parkir jabatan bagi orang-orang titipan politik?” kata Rizwan dengan nada kecewa.

Baca Juga:  Ketum BPI KPNPA RI Roadshow Ke Sumbar Desak Aparat Hukum Segera Tuntaskan Kasus Korupsi yang Mandek

Rizwan menegaskan, BPI KPNPA RI akan terus mengawal isu ini dan siap membuka data-data jika diperlukan untuk mendorong audit di tubuh Pasar Tohaga. Ia pun meminta Pemkab Bogor tidak lagi mentolerir kinerja buruk yang hanya membebani keuangan daerah.

“Jika terus dibiarkan, ini bukan hanya soal inefisiensi, tapi juga bentuk pengkhianatan terhadap amanat rakyat. Sudah cukup. Waktunya bersih-bersih di tubuh Pasar Tohaga,” tutup Rizwan.(nR)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Ratusan Pelajar Antusias Ikuti Program “Istana untuk Anak Sekolah” 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Program “Istana untuk Anak Sekolah” kembali menghadirkan pengalaman edukatif dan inspiratif bagi ratusan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah, Selasa (19/5/2026)....

Rudy Susmanto Ajak Mahasiswa Jadi Mitra Pembangunan Kabupaten Bogor 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa mahasiswa dan generasi muda memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan daerah...

Warga Soroti Jalan KH Abdul Hamid yang Kembali Rusak 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Kondisi Jalan KH Abdul Hamid di desa situ ulir kecamatan Cibungbulang kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah titik jalan mengalami kerusakan...

Rudy Susmanto Kawal Pembangunan Sports Center Internasional di Bogor 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan komitmennya mengawal percepatan pembangunan Akademi Olahraga Nasional, Pusat Pelatihan Tim Nasional, dan Sports Center bertaraf internasional...

Pemkab Bogor Luncurkan SERUAN PBJ, Tata Kelola Pengadaan Kian Modern 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang modern, transparan, dan akuntabel. Melalui Bagian Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ)...

 

ARTIKEL TERKAIT