Prabumulih, 7 Oktober 2026. IHC RS Pertamina Prabumulih melaksanakan kegiatan Health Talk bersama masyarakat di Posyandu wilayah Padang Lalang, yang berlokasi di belakang RS Fadillah, pada Rabu (7/10/2026), mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan edukasi kesehatan ini mengangkat tema “Waspada Duo Silent Killer: Kendalikan Gula Darah, Jaga Tekanan Darah untuk Hidup Berkualitas.”
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen IHC RS Pertamina Prabumulih dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular, khususnya diabetes melitus dan hipertensi. Kedua penyakit tersebut kerap dijuluki silent killer karena dapat berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal, tetapi berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak terdeteksi dan ditangani dengan baik.
Melalui kegiatan Health Talk ini, IHC RS Pertamina Prabumulih berupaya mendekatkan informasi kesehatan kepada masyarakat melalui edukasi yang mudah dipahami, relevan dengan kehidupan sehari hari, serta dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan keluarga.
Tingkatkan Kesadaran terhadap Diabetes dan Hipertensi
Materi mengenai penyakit dan pentingnya pengendalian faktor risiko disampaikan oleh dr. Gazka dari IHC RS Pertamina Prabumulih. Dalam sesi edukasi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya mengenali diabetes melitus dan hipertensi, termasuk faktor risiko, potensi komplikasi, serta langkah langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kondisi kesehatan.
Diabetes melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Sementara itu, hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal secara menetap. Keduanya membutuhkan perhatian karena dapat memengaruhi kesehatan organ tubuh dalam jangka panjang, terutama apabila tidak dikendalikan dengan baik.
Risiko komplikasi diabetes dan hipertensi dapat meningkat apabila kondisi tersebut dibiarkan tanpa pemantauan dan penanganan yang tepat. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, serta kerusakan pembuluh darah. Oleh sebab itu, masyarakat perlu memahami bahwa merasa sehat belum tentu berarti kadar gula darah dan tekanan darah berada dalam rentang normal.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengetahui kondisi tubuh sejak dini. Pemeriksaan kadar gula darah dan tekanan darah dapat membantu mendeteksi adanya gangguan kesehatan, sehingga tindak lanjut dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan rekomendasi tenaga medis.
Selain pemeriksaan rutin, masyarakat juga diimbau untuk tidak mengabaikan keluhan kesehatan, mengikuti anjuran tenaga medis, serta tidak menghentikan atau mengubah penggunaan obat yang telah diresepkan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Peran Gizi dalam Mengendalikan Gula Darah dan Tekanan Darah
Selain edukasi mengenai penyakit, kegiatan Health Talk ini juga menghadirkan Aisyah, ahli gizi IHC RS Pertamina Prabumulih, yang menyampaikan materi mengenai pengaturan pola makan untuk membantu menjaga kadar gula darah dan tekanan darah tetap terkendali.
Dalam sesi edukasi gizi, peserta diperkenalkan pada pentingnya memilih makanan secara bijak, mengatur porsi makan, serta membangun kebiasaan konsumsi pangan yang seimbang. Pengaturan pola makan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan dan pengendalian diabetes maupun hipertensi, bersama dengan aktivitas fisik, istirahat yang cukup, serta kepatuhan terhadap pengobatan apabila diperlukan.
Masyarakat diajak untuk memperhatikan konsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula, makanan tinggi garam, serta pangan yang tinggi lemak jenuh perlu dikendalikan sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Sebagai alternatif, masyarakat dapat membiasakan diri mengonsumsi sayur dan buah yang beragam, memilih sumber protein yang sesuai, serta mengatur porsi karbohidrat dengan memperhatikan kebutuhan masing masing individu. Konsumsi air putih yang cukup dan pembatasan minuman berpemanis juga dapat menjadi bagian dari perubahan kebiasaan sehari hari.
Pengaturan diet tidak harus dilakukan melalui perubahan yang drastis. Kebiasaan sederhana, seperti membaca informasi kandungan gizi pada kemasan, mengurangi penambahan gula dan garam, serta memilih makanan rumahan dengan komposisi yang lebih seimbang, dapat menjadi langkah awal menuju pola makan yang lebih sehat.
Aisyah juga menekankan pentingnya menyesuaikan pola makan dengan kondisi kesehatan dan kebutuhan masing masing individu. Masyarakat yang telah didiagnosis diabetes, hipertensi, atau memiliki kondisi medis tertentu dianjurkan berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi agar memperoleh saran yang sesuai.
Edukasi Kesehatan Dimulai dari Lingkungan Masyarakat
Pemilihan Posyandu wilayah Padang Lalang sebagai lokasi kegiatan merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat. Posyandu memiliki peran penting sebagai salah satu ruang interaksi masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses terhadap informasi kesehatan.
Melalui edukasi secara langsung, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kesehatan sebelum munculnya komplikasi. Informasi yang diperoleh juga diharapkan dapat diteruskan kepada anggota keluarga, sehingga kebiasaan hidup sehat dapat tumbuh di lingkungan rumah tangga.
Pencegahan penyakit tidak menular membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari individu, keluarga, tenaga kesehatan, hingga lingkungan masyarakat. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan berkala, menerapkan pola makan seimbang, aktif bergerak, menjaga berat badan yang sehat, dan menghindari kebiasaan merokok merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko penyakit.
IHC RS Pertamina Prabumulih memandang edukasi kesehatan sebagai bagian penting dari pelayanan kepada masyarakat. Upaya meningkatkan literasi kesehatan diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil keputusan yang lebih tepat terkait kesehatan diri dan keluarga.
Bersama Masyarakat, Wujudkan Hidup Lebih Sehat dan Berkualitas
Melalui kegiatan Health Talk bertema “Waspada Duo Silent Killer”, IHC RS Pertamina Prabumulih mengajak masyarakat untuk tidak menunggu munculnya keluhan sebelum memperhatikan kesehatan. Pengendalian gula darah dan tekanan darah perlu dilakukan melalui kombinasi pemeriksaan rutin, pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, serta penanganan medis sesuai kebutuhan.
Masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, melainkan bagian dari kebiasaan sehari hari yang perlu dibangun secara konsisten. Langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membantu mengurangi faktor risiko dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
IHC RS Pertamina Prabumulih berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi dan pendekatan promotif serta preventif. Kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat menjadi salah satu langkah penting dalam membangun lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan.
Dengan semangat “Kendalikan Gula Darah, Jaga Tekanan Darah untuk Hidup Berkualitas”, IHC RS Pertamina Prabumulih mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan menerapkan pola hidup sehat mulai dari keluarga sendiri.
IHC RS Pertamina Prabumulih. Bersama Masyarakat, Mewujudkan Hidup yang Lebih Sehat dan Berkualitas.

