744 Aset Tanah Belum Bersertifikat, KPK Dorong Percepatan Cegah Sengketa di Kutai Timur

Kutai Timur, Jurnaliswarga.id — Direktorat Koordinasi dan Supervisi (Korsup) Wilayah IV Komisi Pemberantasan Korupsi mendorong percepatan sertifikasi 744 aset tanah milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur sebagai langkah strategis mencegah potensi korupsi dan sengketa aset daerah. (22/4/2026)

Kasatgas Korsup Wilayah IV KPK, Andy Purwana, menegaskan pentingnya sertifikasi aset dalam kegiatan koordinasi pemberantasan korupsi di Kantor Bupati Kutai Timur, Kalimantan Timur.

“Sertifikasi aset pemda itu penting, karena banyak kasus di daerah lain menunjukkan tanah milik pemerintah bisa dikuasai pihak lain hingga berujung sengketa di pengadilan,” ujarnya.

Hingga saat ini, ratusan bidang tanah milik Pemkab Kutai Timur masih belum memiliki sertifikat resmi. Dengan target sertifikasi yang selama ini hanya sekitar 10 bidang per tahun, KPK menilai capaian tersebut jauh dari cukup untuk mengejar ketertinggalan.

“Kami berharap target tahun ini bisa ditingkatkan menjadi 100 bidang atau lebih,” tegas Andy.

Data di lapangan menunjukkan sejumlah kendala, mulai dari belum terpusatnya dokumen aset hingga banyaknya bidang tanah yang belum memiliki batas atau patok jelas. Bahkan, realisasi tahun sebelumnya hanya mencapai 10 bidang dari target 20 bidang.

Baca Juga:  Kemdiktisaintek dan BRIN Dorong Penguatan Peta Jalan Riset Nasional 2026

Selain itu, ditemukan perbedaan data antara pemerintah daerah dan Kantor Pertanahan. Pemkab mencatat 99 bidang telah bersertifikat, sementara Kantor Pertanahan mencatat 167 bidang, termasuk 33 sertifikat yang terdaftar pada 2025. Ketidaksinkronan ini menjadi perhatian serius untuk segera diselaraskan.

KPK juga menetapkan tenggat waktu hingga 29 April 2026 bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyerahkan data aset, baik yang sudah maupun belum bersertifikat. Dari ratusan aset tersebut, pemerintah daerah diminta menetapkan 10 aset prioritas untuk percepatan sertifikasi.

Andy menekankan, tanpa percepatan signifikan, penyelesaian seluruh aset bisa memakan waktu puluhan tahun.
“Kalau hanya 20 bidang per tahun, bisa 35 tahun baru selesai. Untuk percepatan lima tahun, minimal harus 130 bidang per tahun,” jelasnya.

Selain percepatan sertifikasi, KPK juga merekomendasikan langkah strategis lain, seperti rekonsiliasi data antara BPKAD dan Kantor Pertanahan, pembentukan tim khusus percepatan, penguatan pengamanan fisik dan legal, hingga pemanfaatan aplikasi Sentuh Tanahku untuk pengawasan aset.

Baca Juga:  TAGANA Kab. Bogor : Laporkan Bencana Pergeseran Tanah dan Longsor di Desa Cijayanti 2023

Di sisi lain, tata kelola Pemkab Kutai Timur masih mendapat catatan. Skor Monitoring Center for Prevention (MCSP) 2025 tercatat 53,19, turun dari 61,54 pada 2024. Sementara itu, Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025 mencapai 66,36, meski masih menjadi yang terendah di Kalimantan Timur.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, melalui Sekretaris Daerah Rizali Hadi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperbaiki tata kelola melalui transformasi digital dan penguatan pengawasan internal.

“Koordinasi ini menjadi pengingat sekaligus memperkuat sinergi dalam upaya pencegahan korupsi demi mewujudkan pemerintahan yang bersih dan transparan,” ujar Rizali.

Langkah percepatan sertifikasi aset ini dinilai menjadi kunci penting dalam mengamankan kekayaan daerah sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di Kutai Timur.(Red/nR)

Sumber: Rilis kegiatan Koordinasi Pemberantasan Korupsi KPK Wilayah IV di Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, 22 April 2026.

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

PASCA PUTUSAN MK: BOLA POLITIK GIBRAN BERPINDAH DARI MK KE ISTANA 2026

Analisa Politik dan Hukum Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H.Jakarta, jurnaliswarga.id - Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka memang tidak serta-merta...

BPI KPNPA RI Bersama PSKBI Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Kerja Kapolri 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) bersama jajaran Paquron Singandaru Karuhun Banten Indonesia...

HUT ke-57, Rahmad Sukendar Gelar Tasyakuran dan Peringati 26 Tahun Pernikahan

TANGSEL, JURNALISWARGA.ID - Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi hari penuh kebahagiaan bagi Ketua Umum BPI KPNPA RI, TB. Rahmad Sukendar, genap berusia 57 tahun....

IHC RS Pertamina Prabumulih Perkuat Silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat untuk Mendukung Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

PRABUMULIH, 2 Oktober 2026. IHC RS Pertamina Prabumulih menjalin silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat, Pak Gatot, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan...

Wagub Kepri Perkuat Investasi UEA di Batam

BATAM, JURNALISWARGA.ID - Wagub Kepri menemui Dubes UEA di Batam untuk memperkuat investasi dan kemitraan ekonomi.Investasi UEA dan kemitraan ekonomiPeristiwa tersebut menjadi pokok berita pada 9 Oktober 2026. Judul sumber menyebut pertemuan berlangsung di Batam dan menempatkan penguatan investasi s

 

ARTIKEL TERKAIT