Bu Mega Ajak Parpol di Negara BRICS Kerja Sama Atasi Masalah Dunia Berbasis Semangat KAA 1955

JURNALISWARGA.ID, Jakarta – Ketua Umum DPP PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyinggung sejumlah isu kemanusiaan yang harus menjadi perhatian serta dicarikan solusinya oleh partai politik (parpol) di dunia.

Hal itu disampaikan Megawati saat berbicara dalam forum BRICS Political Parties, Think Tanks, and Civil Society Organization Forum. Acara itu digelar di Beijing. Megawati hadir secara virtual melalui layanan telekonferensi, Kamis (19/5/2022) malam.

Sambutan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dibacakan saat acara dimulai. Presiden Xi Jinping mengucapkan selamat hangat atas penyelengaraan forum partai politik dan ormas BRICS.

“Salam untuk para pemimpin dan delegasi yang hadir. Saat ini kelemahan pemulihan ekonomi, kesenjangan pembangunan merupakan iklim dan tantangan. BRICS harus ingat aspirasi dan misi bersama para negara berkembang, mengadvokasi kerjasama internasional. Tiongkok bersedia bersama semua negara termasuk negara-negara BRICS menjalankan tujuan pembangunan berkelanjutan tahun 2030,” ujar Presiden Xi Jinping.

Setelah itu sejumlah perwakilan parpol dari BRICS dan non BRICS pun menyampaikan pandangannya, termasuk Megawati. Di awal pidatonya, Megawati menyapa Presiden Xi Jimping.

Megawati menyatakan forum dialog ini sangatlah penting, di tengah berbagai dampak pandemi Covid-19 yang begitu luas bagi kehidupan dan sampai hari ini belum sepenuhnya dapat diatasi.

Baca Juga:  <em>Puan: Masyarakat Tunggu Bersih-bersih Polri untuk Kembalikan Kepercayaan</em>

Dan kini, lanjutnya, muncul ketegangan baru akibat ketidakseimbangan keamanan global yang ikut memicu persoalan di Rusia-Ukraina.

“Dengan berbagai persoalan tersebut, apa yang dilakukan oleh forum ini, diharapkan membuka ruang dialog bagi partai politik. Dengan dialog dapat dibangun kesepahaman terhadap tanggung jawab partai politik bagi perdamaian dunia,” ujar Megawati.

Selain upaya tersebut, kerja sama partai politik melalui forum ini, kata Megawati, dapat difokuskan untuk beberapa isu lainnya. Yakni peningkatan capacity building; pelatihan bersama kepemimpinan partai politik; institusionalisasi partai politik sesuai dengan kultur stratejik setiap bangsa; dan bagaimana partai politik menjawab berbagai isu strategis seperti global warming, ekonomi, green economy, serta pentingnya kerja sama di bidang kebudayaan.

Secara khusus Megawati bicara soal global warming. Baginya, isu ini sangat penting untuk serius disikapi. Hal ini mengingat ancaman yang ditimbulkan bagi masa depan, terutama berkaitan dengan ketersediaan pangan.

“Pangan sangat penting karena menyentuh kehidupan dasar setiap manusia yang harus dijaga selalu ketersediaannya. Jangan sampai krisis pangan menjadi persoalan bagi masa depan seluruh bangsa di dunia ini,” urai Presiden Kelima RI itu.

“Karena itulah kerja sama penelitian, peningkatan produksi dan diversifikasi pangan, menjadi sebuah hal penting yang harus segera dijawab melalui kerja sama partai politik,” tambahnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Terima Laporan Hasil Kunjungan Luhut Binsar Panjaitan ke Arab Saudi

Lebih lanjut, Megawati mengatakan kerja sama partai politik dengan agenda strategis di atas menjadi bagian dari fungsi diplomasi yang dijalankan oleh partai politik. Diplomasi politik ini dapat menjadi penguat kerja sama multilateral yang dilakukan oleh negara-negara di dunia, khususnya yang tergabung dalam BRICS.

Megawati lalu mengajak agar kerja sama itu dilaksanakan dalam spirit yang sama seperti yang pernah dilakukan para pemimpin negara tahun 1955 dalam ajang Konferensi Asia Afrika (KAA).

Di dalam KAA tersebut, prinsip ko-eksistensi damai; dan bagaimana mewujudkan sistem internasional yang didasarkan pada nilai-nilai kemanusiaan, keadilan dan solidaritas antar bangsa, sangat harus dikedepankan.

Melalui KAA tersebut prinsip non intervensi terhadap kedaulatan sebuah negara; serta komitmen untuk menyelesaikan berbagai persoalan dunia dengan mengedepankan perundingan, dialog, sangatlah dikedepankan dibandingkan dengan selalu pendekatan militer.

“Dengan semangat yang sama pula, kita semua berharap, agar ke depan tidak ada lagi negara yang memaksakan kepentingan nasionalnya, yang berdampak bagi penderitaan bangsa lain,” tegas Megawati.

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Dua Tahun Laporan Rospita Lubis Tak Kunjung Tuntas, Rahmad Sukendar: Propam dan Irwasda Polda Sumut Diduga Mandul! 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID - Rahmad Desak Kapolri Suyudi Ario Seto Turun Tangan, Evaluasi Penyidik Polres Toba dan Pengawasan Internal Polda Sumut, Ketua Umum Badan Peneliti...

BPI KPNPA RI Gelar Forum Diskusi Kepolisian, Undang Kapolda Metro Jaya Jadi Narasumber: Bahas Kinerja Polisi yang Dekat dengan Masyarakat

TANGERANG SELATAN, JURNALISWARGA.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) akan menggelar Forum Diskusi bertema “Terkait...

Dukung Kapolri Suyudi Bersih-bersih Polri, Sahabat Polisi dan BPI KPNPA Siap Gelar Aksi Massa

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Sahabat Polisi Indonesia menyatakan dukungannya kepada Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto yang tengah gencar melakukan agenda reformasi dan bersih-bersih di tubuh...

BPI KPNPA RI Apresiasi Bareskrim Tetapkan Mantan Kapolri Listyo Sigit sebagai Tersangka, Rahmad Sukendar: Hukum Tidak Boleh Tunduk pada Pangkat dan Jabatan 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Penetapan mantan Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden RI Prabowo Subianto menjadi...

PROPAM MABES POLRI MULAI TINDAK LANJUTI ADUAN BPI KPNPA RI! RAHMAD SUKENDAR DESAK PENYIDIKAN KASUS TANAH ADAT 765 HEKTARE DI PADANG DIBONGKAR 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Babak baru pengungkapan persoalan tanah adat Kaum Maboet seluas 765 hektare di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai bergulir. Divisi Profesi dan...

 

ARTIKEL TERKAIT