Dihibahkan tanah oleh Pengusaha Madura, Ponpes Riyadlul Jannah siap Membangun Pendidikan berbasis Internasional

Jurnaliswarga.id, Karawang – Prosesi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pondok Pesantren RIYADLUL JANNAH yang dilakukan Pimpinan Yayasan KH. Abdul Hakam Makky, M.M, berjalan baik dan lancar, Senin (11/7/2022).

Peletakan batu pertama Ponpes RIYADLUL JANNAH  yang berlokasi di Desa Mekar Jaya Jl. Raya Kosambi No 3 RT 15 RW 08 Kecamatan Purwasari Kabupaten Karawang di hadiri oleh beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Karawang, Camat Purwasari, Kepala Desa Mekar Jaya, Dewan Golkar Aep Permana, PJT Ketum Advokat GSI, Ketua Umum Nahdlatul Ulama (NU) Karawang, Ketua KUA Purwasari,dan Kapolsek Purwasari serta Alumni Pondok Pesantren Riyadlul Jannah

KH. Abdul Hakam Makky, M.M menyampaikan bahwa ”Keberkahan ini semua berawal dari saya mendapatkan titipan amanah dari guru saya berupa bangunan Masjid dan Asrama Santri, dan alhamdulillah berkat wasilah KH. Abdul Mughni menyampaikan kepada seorang pengusaha sukses asal Madura yang kemudian beliau sangat merespon dengan baik dan dengan Ikhlas memberikan lahan seluas 4 Hektare, yang telah di waqofkan oleh Bpk Haji Husni Mubarok (pengusaha sukses dari sampang yang tinggal di Karawang) kepada Yayasan Pondok Pesantren Riyadlul Jannah”. “pesantren” atau yang sering juga disebut dengan “pondok pesantren”, juga berarti “boarding school”.
Boarding School biasanya juga merancang kurikulum pendidikan yang komprehensif-holistic yaitu program pendidikan yang menggabungkan atau mengkombinasikan pendidikan keagamaan, academic development, life skill (soft and hard skill) sampai membangun wawasan global.” Jelas KH.Abdul Hakam

Baca Juga:  Gakkum Tetapkan FKR, Direktur Tambang Nikel Ilegal Di Konawe Utara Sultra Sebagai Tersangka

Masih dengan Penyampaian KH.Abdul Hakam, “kami insyaallah akan men-combine pesantren ini, dengan berbagai kurikulum untuk bisa menjawab tantangan zaman yang semakin complicated baik kurikulum Salaf, yakni pesantren dengan kajian-kajian kitab kuning, kemudian Kurikulum Kholaf/Khalafiyah (Ashriyah) yaitu kurikulum Nasional dan Juga kurikulum Internasional dengan menggunakan berbagai bahasa asing sebagai bahasa pengantar yang dipakai, diantara: Bahasa Arab, English, Mandarin, Jerman, Prancis dan Turki” imbuhnya.(Red)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

PT PPM Gandeng 5 Kabupaten di Lampung, Kembangkan Ketahanan Pangan dan Energi Lewat KPBU

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) mendorong pengembangan program ketahanan pangan dan energi nasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha...

Kadinkes Kota Bogor dr. Erna Nuraena Siagakan 474 Personel dan 63 Ambulans untuk PORPROV XV Jabar 2026

BOGOR, JurnalisWarga.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, memastikan kesiapan pelayanan kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV...

Mayapada Hospital Bogor Masuk Jajaran 12 Rumah Sakit Rujukan PORPROV XV Jawa Barat 2026

BOGOR, JurnalisWarga.id – Mayapada Hospital Bogor menjadi salah satu rumah sakit yang masuk dalam jajaran 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor untuk mendukung...

Dua Tahun Laporan Rospita Lubis Tak Kunjung Tuntas, Rahmad Sukendar: Propam dan Irwasda Polda Sumut Diduga Mandul! 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID - Rahmad Desak Kapolri Suyudi Ario Seto Turun Tangan, Evaluasi Penyidik Polres Toba dan Pengawasan Internal Polda Sumut, Ketua Umum Badan Peneliti...

BPI KPNPA RI Gelar Forum Diskusi Kepolisian, Undang Kapolda Metro Jaya Jadi Narasumber: Bahas Kinerja Polisi yang Dekat dengan Masyarakat

TANGERANG SELATAN, JURNALISWARGA.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) akan menggelar Forum Diskusi bertema “Terkait...

 

ARTIKEL TERKAIT