Presiden Resmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo

JURNALISWARGA.ID, MANGGARAI BARAT-Presiden Joko Widodo meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, 14 Oktober 2021. Presiden mengapresiasi kecepatan pembangunan terminal pelabuhan tersebut.

“Saya juga sangat mengapresiasi, dikerjakan secara cepat, di bulan Agustus 2020 dimulai kemudian hari ini bisa kita selesaikan. Alhamdulillah,” ujar Presiden dalam sambutannya.

IMG 20211014 WA0134

Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo dibangun untuk memisahkan kegiatan logistik/barang dengan angkutan penumpang yang sebelumnya bercampur di pelabuhan yang lama. Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium.

“Pelabuhan Wae Kelambu ini kita memang ingin pelabuhan yang lama itu bersih karena memang di sana adalah wilayah dan daerah wisata sehingga kita geser ke sini,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dinas Sosial Kab. Bogor Bersama Tagana Serahkan Bantuan Untuk Korban Banjir Ke Pemdes Cijayanti

Terminal Multipurpose yang berfungsi sebagai terminal khusus logistik ini juga bertujuan memperkuat konektivitas maritim dan menopang kelancaran arus logistik di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Presiden berharap, terminal dan pelabuhan baru ini bisa dipakai dalam jangka waktu yang lama.

“Kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15-20 tahun yang akan datang masih memungkinkan, _visible_, untuk angkutan barang-barang yang ada di Provinsi Nusa Tenggara Timur, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat,” tandasnya.

IMG 20211014 WA0149

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam laporannya menyebut bahwa pelabuhan baru ini merupakan pelabuhan kelas 3. Menhub berharap format pelabuhan ini bisa dikembangkan di tempat lainnya di Tanah Air.

Baca Juga:  Title Pemprov Kepri Pastikan Pasokan Gas Aman Menjelang Nataru Content <p>Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memastikan pasokan gas menjelang Natal dan Tahun Baru atau Nataru berada dalam kondisi aman. Kepastian tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi periode perayaan dan libur akhir tahun, ketika kebutuhan energi masyarakat berpotensi meningkat.</p><p>Informasi ini penting bagi masyarakat Kepulauan Riau karena gas digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, termasuk memasak. Sejumlah pelaku usaha juga mengandalkan gas untuk mendukung kegiatan operasional. Karena itu, keberlanjutan pasokan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum memasuki masa Nataru.</p><h2>Jaminan Pasokan dari Pemerintah Daerah</h2><p>Pemprov Kepri memberikan jaminan umum bahwa pasokan gas untuk menghadapi Nataru dalam kondisi aman. Pernyataan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap ketersediaan energi selama periode perayaan dan libur akhir tahun.</p><p>Namun, informasi yang tersedia belum mencantumkan volume pasokan, jumlah cadangan, jenis gas yang dimaksud, maupun perbandingan antara stok dan kebutuhan masyarakat. Nama pejabat yang menyampaikan kepastian tersebut juga belum tersedia dalam informasi yang dapat diverifikasi.</p><p>Dengan demikian, fakta utama yang dapat dipastikan adalah adanya pernyataan pemerintah daerah mengenai keamanan pasokan gas menjelang Nataru. Pernyataan itu belum dapat digunakan untuk menyimpulkan tingkat kecukupan pasokan secara kuantitatif, termasuk memastikan ketersediaan produk di setiap wilayah atau pada tingkat pengecer.</p><h2>Rincian Distribusi Belum Dijelaskan</h2><p>Sumber belum menjelaskan cakupan wilayah yang termasuk dalam jaminan keamanan pasokan tersebut. Kepulauan Riau memiliki kebutuhan energi yang tersebar di sejumlah wilayah, sehingga informasi mengenai cakupan layanan dan jalur penyaluran menjadi penting bagi masyarakat.</p><p>Belum terdapat keterangan apakah jaminan itu berlaku untuk seluruh wilayah provinsi atau hanya daerah tertentu. Informasi mengenai lokasi penyaluran, jadwal distribusi, ketersediaan gas di tingkat pengecer, serta kemungkinan perubahan harga selama Nataru juga belum disebutkan.</p><p>Rincian tersebut dibutuhkan agar warga dapat mengetahui bagaimana jaminan pasokan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keamanan pasokan pada tingkat provinsi belum otomatis menggambarkan akses masyarakat di setiap daerah, karena ketersediaan di lokasi konsumen dapat bergantung pada jalur distribusi yang belum dijelaskan.</p><p>Sumber juga belum memuat penjelasan mengenai mekanisme pengawasan di lapangan. Tidak disebutkan pihak yang bertanggung jawab memantau distribusi, bentuk koordinasi dengan badan usaha atau distributor, maupun prosedur yang akan ditempuh apabila terjadi peningkatan permintaan atau kendala penyaluran.</p><h2>Kepentingan bagi Rumah Tangga dan Pelaku Usaha</h2><p>Bagi rumah tangga, ketersediaan gas berkaitan langsung dengan pemenuhan kebutuhan energi sehari-hari. Sementara itu, sejumlah pelaku usaha bergantung pada pasokan gas untuk menjalankan aktivitas operasional. Pasokan yang stabil menjadi informasi penting agar kegiatan masyarakat tetap berlangsung selama periode Natal dan Tahun Baru.</p><p>Pada masa Nataru, sebagian masyarakat melakukan perjalanan, berkumpul bersama keluarga, atau menjalankan kegiatan ekonomi dengan pola yang berbeda dari hari biasa. Perubahan aktivitas tersebut membuat informasi mengenai ketersediaan energi semakin dibutuhkan, meskipun sumber belum menyertakan data mengenai besarnya kebutuhan maupun langkah khusus untuk mengantisipasi kenaikan permintaan.</p><p>Dalam konteks itu, jaminan Pemprov Kepri dapat menjadi informasi awal bagi masyarakat. Warga tetap memerlukan penjelasan praktis mengenai produk yang tersedia, titik penyaluran, jadwal distribusi, harga, serta saluran pengaduan apabila mengalami kesulitan memperoleh gas.</p><p>Informasi yang lebih terperinci juga penting agar jaminan pasokan dapat diterjemahkan menjadi akses yang jelas dan merata. Data mengenai stok, distribusi, serta pemantauan lapangan akan membantu masyarakat memahami kondisi pasokan secara lebih konkret, bukan hanya berdasarkan pernyataan umum mengenai keamanan ketersediaan gas.</p><h2>Menunggu Informasi Lanjutan</h2><p>Informasi mengenai kepastian pasokan tersebut ditampilkan pada 22 Oktober 2026. Akan tetapi, sumber tidak menjelaskan kapan dan di mana pernyataan mengenai keamanan pasokan disampaikan. Sampai informasi ini diproses, belum tersedia pula keterangan mengenai rencana tindak lanjut Pemprov Kepri, termasuk kemungkinan pembaruan berkala mengenai stok dan distribusi selama Nataru.</p><p>Masyarakat Kepulauan Riau dapat mengikuti perkembangan melalui kanal resmi pemerintah dan pihak terkait. Pemantauan diperlukan untuk memperoleh informasi terbaru apabila terdapat perubahan kebutuhan, kendala distribusi, penjelasan mengenai wilayah layanan, atau informasi tambahan mengenai harga.</p><p>Perkembangan utama yang dapat dicatat adalah adanya jaminan Pemprov Kepri bahwa pasokan gas menjelang Nataru berada dalam kondisi aman. Detail mengenai cadangan, jenis gas, distribusi, pengawasan, harga, wilayah layanan, dan langkah antisipasi masih perlu dilengkapi agar informasi tersebut menjadi rujukan yang lebih utuh bagi masyarakat.</p> Excerpt

“Kami harapkan ini menjadi satu pelabuhan yang menjadi format baru pelabuhan yang akan dikembangkan di beberapa tempat di Indonesia. Harapannya pelabuhan ini akan membuat Labuan Bajo tidak lagi padat dan menjadi destinasi yang baik,” ujar Menhub.

Turut hadir dalam acara tersebut yaitu Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, dan Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi.(Red*/NR)

Sumber:
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.
Foto: Laily Rachev – Biro Pers Sekretariat Presiden

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

PROPAM MABES POLRI MULAI TINDAK LANJUTI ADUAN BPI KPNPA RI! RAHMAD SUKENDAR DESAK PENYIDIKAN KASUS TANAH ADAT 765 HEKTARE DI PADANG DIBONGKAR 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Babak baru pengungkapan persoalan tanah adat Kaum Maboet seluas 765 hektare di Kota Padang, Sumatera Barat, mulai bergulir. Divisi Profesi dan...

Rahmad Sukendar: Percayakan Penanganan Kasus Sukoharjo kepada Kapolri Pasti Akan Ada Penyelesaian 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID - Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), Dr. (Hc.) TB Rahmad Sukendar,...

Perkuat Silaturahmi, IHC RS Pertamina Prabumulih dan Dinkes Kota Prabumulih Gelar Fun Game Futsal Bersama

  Prabumulih, 1 November 2026 (JURNALISWARGA.ID) – Dalam upaya mempererat tali silaturahmi sekaligus membangun hubungan kerja sama yang semakin harmonis, IHC RS Pertamina Prabumulih bersama...

Amin Warga Desa Ciadeg Tinggal di Rumah Beratap Bolong dan Sering Kelaparan 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Nestafa dialami Amin, salah satu warga RT 03/RW 09 Kampung Lengis, Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Ia kerap kali kelaparan...

Proyek RSUD Parung Beraroma Kongkalikong, Petisi 26 Desak Kejagung dan Kejati Jabar Ambil Alih Kasus

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Kasus dugaan pelanggaran hukum dalam proyek pembangunan gedung Rumah Sakit di Parung, Kabupaten Bogor, terus menuai sorotan tajam dari publik.Berdasarkan salinan...

 

ARTIKEL TERKAIT