Bawaslu Provinsi Ambil Alih Tugas Pengawasan di 514 Kab/Kota, Kornas PPI : Perintah itu Tidak Sah?

Jakarta, Jurnaliswarga.id – Setelah 514 Bawaslu Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia mengalami kekosongan jabatan, karena masa tugas komisionernya berakhir sejak Selasa 15 Agustus 2023, Bawaslu RI masih menunda pengumuman dan pelantikan anggota Bawaslu Kabupaten/Kota terpilih periode 2023-2028. Akibatnya, sejak saat itu hingga beberapa hari ke depan – terjadi kekosongan dalam pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu 2024 di tingkat kabupaten/kota.

Dalam keterangan tertulisnya yang disampaikan, Jumat (18/8), Koordinator Nasional Perhimpunan Pemilih Indonesia (Kornas PPI), Saparuddin menyoroti sikap Bawaslu RI yang sengaja menunda pengumuman dan pelantikan anggota Bawaslu Kabupaten/Kota. Setelah penundaan itu, melalui surat Ketua Bawaslu RI bernomor 565/KP.05/K1/08/2023 yang terbit tanggal 15 Agustus 2023, Bawaslu RI memerintahkan Bawaslu Provinsi di seluruh Indonesia untuk sementara waktu mengambil alih tugas pengawasan yang mestinya dilakukan Bawaslu Kabupaten/Kota.

Menurut Saparuddin, Bawaslu RI membuat kebijakan yang keliru dan sangat vatal, karena tanpa dasar hukum yang kuat dan alasan yang logis, dengan serta-merta Bawaslu RI mengeluarkan surat perintah untuk mengambil alih tugas pengawasan dua tingkat di bawah struktur Bawaslu RI. Anehnya, dalam surat bernomor 19/HMS/SP/VIII/2023 tertanggal 16 Agustus 2013, Bawaslu RI menjelaskan, saat ini, proses pembentukan Bawaslu Kabupaten/Kota masih berjalan.

Bawaslu Provinsi Ambil Alih Tugas Pengawasan di 514 Kab/Kota, Kornas PPI : Perintah itu Tidak Sah?

Dalam surat yang sama, Bawaslu RI juga menjelaskan , berdasarkan ketentuan Pasal 556 ayat (3) UU Pemilu, mengatur bahwa, “Apabila terjadi hal yang mengakibatkan Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota tidak dapat melaksanakan tugasnya, Bawaslu atau Bawaslu Provinsi melaksanakan tahapan pengawasan Penyelenggaraan Pemilu untuk sementara waktu sampai dengan Bawaslu Provinsi atau Bawaslu Kabupaten/Kota dapat menjalankan tugasnya kembali.”

Baca Juga:  ABI Responsif Covid Bekerjasama Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan Kembali Gelar Vaksinasi Gelombang ke II Se-Jabodetabek

Menurut Saparuddin, tidak sah apabila Bawaslu Provinsi mengambil alih untuk sementara waktu tugas pengawasan tahapan penyelenggaraan Pemilu yang mestinya dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten/kota. “Penerapan Pasal 556 ayat (3) UU No.7 Tahun 2017 tentang Pemilu, tidak tepat dijadikan dasar hukum oleh Bawaslu RI untuk mengambil alih tugas pengawasan di tingkat kabupaten/kota dan diserahkan kepada Bawaslu Provinsi, karena hal yang terjadi yang mengakibatkan Bawaslu Kabupaten/Kota tidak dapat melaksanakan tugasnya, memang karena masa tugas komisionernya sudah berakhir sejak tanggal 15 Agustus 2023,” ujar Tenaga Ahli Bawaslu RI periode 2012-2017 ini.

Karena itu, kata Saparuddin, perintah Bawaslu RI untuk mengambil alih tugas, wewenang, dan kewajiban Bawaslu Kabupaten/Kota untuk sementara waktu dilaksanakan oleh Bawaslu Provinsi adalah tidak sah. Perintah atau keputusan itu harus dicabut oleh Bawaslu RI dan dinyatakan batal demi hukum. “Pertimbangan hukum yang digunakan Bawaslu RI juga tidak tepat. Dalam suratnya, Bawaslu merujuk pada ketentuan Pasal 99 huruf (e) UU Pemilu yang mengatur, “Bawaslu Provinsi berwenang : mengambil alih sementara tugas, wewenang, dan kewajiban Bawaslu Kabupaten/Kota setelah mendapatkan pertimbangan Bawaslu apabila Bawaslu Kabupaten/Kota berhalangan sementara akibat dikenai sanksi atau akibat lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Baca Juga:  Irjen Herimen Resmi Jabat Kapolda Riau, Rahmad Sukendar: “Sosok Super Jagoan Penegak Hukum”

Menurut Saparuddin, dalam kasus terjadinya kekosongan masa jabatan Bawaslu Kabupaten/Kota sejak 15 Agustus 2023 hingga beberapa hari ke depan, maka ketentuan Pasal 99 huruf (e) UU Pemilu tidak bisa digunakan sebagai rujukan atau pertimbangan hukum oleh Bawaslu RI untuk memperkuat dalilnya bahwa Bawaslu Provinsi berwenang mengambil alih sementara tugas, wewenang, dan kewajiban Bawaslu Kabupaten/Kota, karena syarat-syarat yang diatur dalam ketentuan tersebut tidak terpenuhi.

Dalam hal ini, kata Saparuddin, frasa “apabila Bawaslu Kabupaten/Kota berhalangan sementara akibat dikenai sanksi atau akibat lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” itu berarti bahwa anggota Bawaslu Kabupaten/Kota masih menjabat tetapi berhalangan sementara akibat dikenai sanksi, misalnya dipidana karena terbukti melakukan pelanggaran pidana. “Faktanya, jabatan anggota Bawaslu Kabupaten/Kota sudah lowong sejak 15 Agustus 2023, karena masa tugas periode 2018-2023 sudah berakhir, dan untuk periode 2023-2028 belum dilantik.”

Saparuddin menilai komisioner Bawaslu RI sudah melakukan pelanggaran berat, termasuk pelanggaran kode etik. “Komisioner Bawaslu RI sangat patut dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) untuk selanjutnya diadili dalam persidangan penegakan etika penyelenggara Pemilu. Jika dalam persidangan tersebut, DKPP menemukan bukti-bukti yang kuat terkait pelanggarannya, DKPP juga harus berani menjatuhkan putusan maksimal dan seadil-adilnya,” ujarnya. (Red)

https://instagram.com/stories/redaksicitizent/
https://www.linkedin.com/in/jurnalis-warga-79a579246
https://www.facebook.com/Jurnaliswarga.id
https://youtube.com/@jurnaliswarga
http://tiktok.com/@jurnalisw

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemprov Kalteng Salurkan 10 Juta Liter Air Bersih

Palangka Raya, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyalurkan 10 juta liter air bersih kepada masyarakat hingga 15 Oktober 2026. Penyaluran tersebut dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di tengah penanganan dampak kebakaran hutan.Penyaluran air ber

Pemkab Bogor Angkat 200 Kg Ikan Sapu-Sapu di Setu Citatah

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Ikan sapu-sapu berhasil diangkat sebanyak lebih dari 200 kilogram dari Setu Citatah, Cibinong, dalam aksi bersih-bersih yang dipimpin Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Jaro Ade dan Sekretaris Daerah Ajat Rochmat Jatnika pada Rabu (20/5/2026).Kegiatan ini me

Layanan SILOKA Hadir di 435 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bogor

Cibinong, JURNALISWARGA.ID - Layanan SILOKA kini hadir di 435 kantor desa dan kelurahan di Kabupaten Bogor untuk mempermudah akses masyarakat terhadap pelayanan administrasi kependudukan. Sistem ini diresmikan Bupati Bogor Rudy Susmanto dalam gebyar administrasi kependudukan pada Selasa (27/5/2025).

DWP Kalteng Lantik Pengurus PAW 2024–2029

Palangka Raya, JURNALISWARGA.ID - Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, melantik Pengurus Pengganti Antarwaktu (PAW) DWP Provinsi Kalimantan Tengah untuk masa kepengurusan 2024–2029.DWP Kalteng dan pelantikan pengurus PAWPelantikan tersebu

Gerakan Wisata Bersih di Pulau Penyengat Libatkan ASN dan PWI

Kepulauan Riau, JURNALISWARGA.ID - Gerakan Wisata Bersih di Pulau Penyengat melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan dengan membersihkan kawa

 

ARTIKEL TERKAIT