Ciomas, Jurnaliswarga.id – 24 April 2025 — Paguyuban Penyuluh Perikanan Swadaya (PPS) Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Halal Bihalal 1446 Hijriah yang dirangkaikan dengan Serah Terima Surat Keputusan (SK) Koordinator Wilayah (Korwil) PPS se-Kabupaten Bogor. Kegiatan ini berlangsung di Jalan Sawah Bari, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor, Dra. Nurhayati, M.Si, Ketua PPS Kabupaten Bogor, Mahreza Syahputra, penyuluh perikanan ASN dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, jajaran pengurus PPS dari 31 kecamatan, serta tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Dra. Nurhayati menegaskan pentingnya peran penyuluh perikanan dalam mendukung pengembangan sektor perikanan di daerah. Ia juga menyoroti pentingnya pemahaman yang mendalam terhadap tugas pokok dan fungsi penyuluh, terlebih di tengah dinamika kebijakan dan regulasi yang terus berkembang.
> “Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi dan evaluasi terhadap program perikanan di Kabupaten Bogor. Kami berharap para penyuluh mampu meningkatkan kompetensinya dan siap menghadapi tantangan di lapangan. Produk perikanan kita harus semakin berkualitas dan kompetitif,” ujar Nurhayati.
Ia juga mengimbau agar seluruh pengurus PPS lebih tertib dalam aspek administrasi, serta aktif menjalin komunikasi dan berbagi pengalaman antarpenyuluh. Menurutnya, variasi ukuran dan kualitas hasil budidaya ikan masih menjadi kendala umum, sehingga praktik langsung dan pengalaman lapangan menjadi sangat penting untuk mendukung teori yang diperoleh.
Sementara itu, Ketua PPS Kabupaten Bogor, Mahreza Syahputra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin dua bulanan yang mempertemukan seluruh penyuluh perikanan swadaya se-Kabupaten Bogor. Momentum tersebut sekaligus dimanfaatkan untuk menggelar halal bihalal dan serah terima SK Korwil dari 31 kecamatan.
> “Selain sebagai ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi forum penguatan organisasi melalui serah terima SK Korwil. Saat ini, PPS telah terbentuk di 31 dari total 40 kecamatan di Kabupaten Bogor, dan kami terus mendorong percepatan pembentukan di wilayah lainnya,” ungkap Mahreza.
Ia menambahkan, sejak dibentuk pada tahun 2011, PPS Kabupaten Bogor terus mengalami perkembangan yang positif. Dengan dukungan dari Dinas Perikanan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan, PPS optimistis dapat terus berkontribusi dalam memajukan sektor perikanan di daerah.
> “Kabupaten Bogor telah ditetapkan sebagai pusat ikan hias nasional sejak 2020. Kami berkomitmen untuk meningkatkan produksi dan mendukung upaya swasembada pangan melalui penyediaan lahan budidaya yang memadai, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat,” tambahnya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan diskusi terbuka antarpenyuluh sebagai bentuk penguatan sinergi dan kolaborasi dalam pembangunan sektor perikanan di Kabupaten Bogor. ( Ade S)
