NUSANTARA, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai kota hijau dan berkelanjutan terus diperkuat. Melalui peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Kerja Bakti Lingkungan (Korve) yang berlangsung di kawasan Masjid Negara IKN, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang diikuti lebih dari 300 peserta atau “green warrior” berhasil mengumpulkan sekitar 330 kilogram sampah yang kemudian dipilah berdasarkan jenisnya, mulai dari sampah organik, anorganik, hingga bahan berbahaya dan beracun (B3).
Menurut Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, keberhasilan aksi tersebut menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di kawasan Nusantara.
“Hari ini di Masjid Negara IKN, kita melaksanakan Korve dan berhasil mengumpulkan sampah hanya 330 kilogram. Jumlah tersebut mengartikan bahwa kita selalu menjaga lingkungan dan kawasan Nusantara agar tetap bersih. Apa yang menjadi program pemerintah melalui Gerakan Indonesia ASRI, kita terus dukung, termasuk melalui dua hal, yaitu penanaman pohon dan menjaga kebersihan,” ujar Basuki.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto melalui Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman di seluruh wilayah Indonesia.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa dan daerah, sektor perbankan, rumah sakit, perhotelan, perusahaan swasta, hingga aparat keamanan yang bertugas di kawasan IKN.
Partisipasi aktif masyarakat terlihat dari antusiasme para peserta yang tidak hanya melakukan aksi bersih-bersih, tetapi juga memilah sampah sesuai kategorinya untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan.
Ratna Juwita, peserta dari Desa Pemaluan, mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, menjaga lingkungan harus dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh masyarakat.
“Hari ini kami datang dari pagi, sampah yang kami kumpulkan juga dipilah, mulai dari sampah yang bisa didaur ulang sampai sampah plastik yang tidak bisa didaur ulang. Semangat bersih, semangat sehat, semangat untuk semuanya,” ujarnya.
Semangat serupa juga disampaikan Raehan Amsyah dari RS Hermina Nusantara. Ia menilai keberhasilan menjaga lingkungan di IKN tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah, dunia usaha, lembaga kesehatan, komunitas, hingga masyarakat desa menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur modern, tetapi juga pada pembentukan budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.
Kegiatan Korve kemudian dilanjutkan dengan telekonferensi nasional yang dipimpin Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, dari Buperta Cibubur dan diikuti tujuh wilayah di Indonesia, termasuk IKN melalui Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono.
Respons positif masyarakat terhadap kegiatan ini menunjukkan semakin kuatnya dukungan publik terhadap upaya pemerintah pusat dalam membangun IKN sebagai kota masa depan yang hijau, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan. Melalui kolaborasi lintas sektor, IKN diharapkan menjadi contoh pembangunan modern yang tetap menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kelestarian alam.(Red/nR)
Sumber Informasi:
Humas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), 7 Juni 2026.
