Surabaya, Jurnaliswarga.id – Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan RI, Tri Budi Utomo melakukan peninjauan kesiapan seleksi dan sarana prasarana pendidikan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih (SPPI KDKMP dan KNMP) Tahun 2026 di wilayah Jawa Timur, Rabu (20/5/2026).
Peninjauan dilakukan di sejumlah lokasi strategis, mulai dari Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya untuk seleksi Mental Ideologi tertulis, RSAL dr. Ramelan dan RS Tingkat III Brawijaya Surabaya untuk pemeriksaan kesehatan, hingga SMP Kartika IV-11 dan Yonif Raider 500 sebagai lokasi wawancara Mental Ideologi peserta seleksi.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan profesional, objektif, transparan, dan akuntabel demi menghasilkan sumber daya manusia unggul yang siap mendukung pembangunan nasional berbasis desa dan wilayah pesisir.
Sekjen Kemhan juga meninjau kesiapan fasilitas pendidikan di Dodik Bela Negara Rindam V/Brawijaya, Malang, yang dipersiapkan untuk mendukung pendidikan sekitar 700 peserta didik. Sementara itu, Pusdik Arhanud disiapkan menampung lebih dari 500 peserta dengan fasilitas pendidikan dan akomodasi yang dinilai memadai.
Dalam arahannya, Tri Budi Utomo menegaskan bahwa kesiapan sarana, prasarana, serta sistem seleksi yang baik menjadi faktor utama dalam mencetak generasi penggerak pembangunan yang memiliki integritas, kemampuan manajerial, dan semangat bela negara.
“Seluruh proses harus dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel guna menghasilkan SDM terbaik,” tegasnya.
Program SPPI KDKMP dan KNMP Kemhan Tahun 2026 sendiri dirancang untuk membentuk sumber daya manusia unggul yang akan mendukung pengelolaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih di berbagai daerah Indonesia.
Masyarakat pun memberikan respons positif terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat kualitas SDM nasional melalui program pendidikan terpadu yang mengombinasikan pendidikan dasar kemiliteran dengan pelatihan manajerial. Program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan desa, pemberdayaan nelayan, serta penguatan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia yang lebih maju dan mandiri.(Red/nR)
