NGANJUK, JURNALISWARGA.ID – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, atas keberhasilan mewujudkan swasembada pangan nasional hanya dalam waktu satu tahun.
Presiden Prabowo Apresiasi Mentan Amran, Swasembada Pangan Tercapai Cepat 2026. Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (16/5/2026).
“Kita swasembada pangan, perjuangan yang tidak ringan. Kita negara besar dengan 287 juta rakyat. Menjamin pangan 287 juta orang bukan pekerjaan ringan. Tapi kita berhasil,” ujar Presiden Prabowo Subianto.
Presiden menjelaskan, sebelumnya pemerintah menargetkan swasembada pangan dapat tercapai dalam empat tahun. Namun, target tersebut berhasil diwujudkan jauh lebih cepat berkat kerja keras jajaran pertanian nasional.
“Saya beri tugas ke Menteri Pertanian dan semua timnya, saya minta swasembada pangan dalam empat tahun. Mereka bisa hasilkan dalam satu tahun,” tegasnya.
Presiden Prabowo juga mengaku kagum terhadap kepemimpinan dan pemahaman Mentan Andi Amran Sulaiman terhadap persoalan pangan nasional, terutama karena memiliki pengalaman langsung sebagai anak petani dan pelaku usaha pertanian.
Keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia di tengah ancaman krisis pangan global.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Indonesia tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton atau meningkat 13,29 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara cadangan beras pemerintah pada 2026 tercatat mencapai 5,3 juta ton.
Capaian tersebut diraih melalui berbagai program strategis pemerintah seperti penambahan pupuk subsidi menjadi 8,55 juta ton, penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, peningkatan harga pembelian gabah petani, hingga modernisasi sektor pertanian.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi menyangkut masa depan dan ketahanan bangsa.
“Yang utama kita amankan rakyat dulu. Jangan petani kita korban. Harga harus minimal untung,” pungkas Presiden.
Keberhasilan swasembada pangan ini dinilai menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kesejahteraan petani sekaligus menjaga kemandirian pangan nasional di tengah tantangan global. (Red/nR)
Sumber Berita:
M. Digi, Minggu 17 Mei 2026.
