NUSANTARA, JURNALISWARGA.ID — Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), Basuki Hadimuljono, menegaskan komitmen pemerintah membangun IKN sebagai Kota Hutan (Forest City) yang mengedepankan pemulihan ekosistem seiring dengan pembangunan infrastruktur modern.
Komitmen tersebut disampaikan Basuki saat menerima kunjungan profesor dan mahasiswa The University of Tokyo, Jepang, serta Rektor beserta jajaran pimpinan dan mahasiswa Universitas Mulawarman di Kantor Otorita IKN, Kamis (30/7/2026).
Menurut Basuki, pembangunan IKN tidak hanya berfokus pada pembangunan jalan, gedung, dan kawasan permukiman, tetapi juga mengedepankan pendekatan rewilding, yakni memulihkan kembali fungsi ekosistem alami yang sebelumnya mengalami degradasi.
“Kami melakukan rewilding di kawasan ini. Bukan hanya reforestasi, tetapi mengembalikan ekosistem alami. Itulah Kota Hutan,” ujar Basuki Hadimuljono.
Ia menjelaskan, sebagian kawasan yang kini menjadi IKN sebelumnya didominasi perkebunan monokultur dengan tingkat keanekaragaman hayati yang lebih rendah dibandingkan hutan alami. Karena itu, pembangunan ibu kota baru dilakukan secara terpadu dengan program restorasi lingkungan agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Otorita IKN mencatat telah menanam sekitar 5 juta pohon sepanjang periode 2022 hingga 2026 sebagai bagian dari program pemulihan kawasan dan penghijauan.
Selain rehabilitasi vegetasi, pemerintah juga membangun koridor satwa liar untuk menghubungkan kembali habitat yang sebelumnya terfragmentasi akibat aktivitas pembangunan. Hingga saat ini, dua koridor satwa telah dibangun di kawasan Jalan Tol Balikpapan–IKN sebagai langkah menjaga kelestarian keanekaragaman hayati.
Melalui konsep rewilding, Otorita IKN menargetkan sekitar 65 persen wilayah Nusantara tetap dipertahankan sebagai kawasan lindung. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan pertumbuhan kota dengan pelestarian lingkungan.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur modern, tetapi juga pada upaya menciptakan kota yang ramah lingkungan, tangguh terhadap perubahan iklim, serta mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas manusia dan kelestarian alam.
Dengan konsep Forest City, pemerintah berharap IKN menjadi contoh pembangunan perkotaan berkelanjutan yang mampu menghadirkan kualitas hidup lebih baik sekaligus menjaga warisan lingkungan bagi generasi mendatang.(nR)
Sumber Berita: klik disini>>>> Humas Otorita Ibu Kota Nusantara, 30 Juli 2026.
