Kupang, JURNALISWARGA.ID – Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyatakan dukungan terhadap Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi (JNBA) Tahun 2026 yang digagas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dukungan itu disampaikan dalam rapat koordinasi awal pelaksanaan program yang digelar secara virtual melalui Zoom, Selasa (10/3/2026).
Rapat tersebut diselenggarakan Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK. Pesertanya meliputi para bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, serta inspektur dari kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menjadi lokasi pelaksanaan JNBA 2026.
Program JNBA menguatkan edukasi antikorupsi
Kepala Satuan Tugas Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Medio Venda, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai budaya hidup berintegritas. Melalui JNBA, KPK ingin mengampanyekan gaya hidup berintegritas kepada seluruh lapisan masyarakat.
Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK Amir Arif menambahkan, JNBA 2026 bertujuan menyosialisasikan dan mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai antikorupsi. Program ini telah dimulai sejak 2018 sebagai pengembangan dari Roadshow Bus Antikorupsi yang dilaksanakan pada periode 2018-2024.
JNBA menjadi salah satu strategi kampanye antikorupsi KPK dengan menggabungkan penyampaian nilai-nilai integritas secara luas dan pelibatan masyarakat dalam kegiatan edukatif. Materi yang dibawa mencakup ajakan menolak praktik korupsi kecil atau petty corruption serta dorongan terhadap layanan publik yang transparan dan akuntabel.
Rangkaian kegiatan dan sasaran program
Dalam pelaksanaannya, JNBA mencakup edukasi antikorupsi, KPK Menyapa, pameran layanan publik, pagelaran seni dan budaya, alun-alun warga, nonton bareng film antikorupsi, kampanye digital, serta KPK Mengajar.
Isu yang diangkat meliputi budaya hidup berintegritas, pelayanan publik yang bersih dan transparan, penolakan terhadap petty corruption, serta penguatan peran masyarakat dalam mengawasi jalannya pemerintahan. Program tersebut juga mengangkat isu tematik berupa alih guna lahan hutan dan pemerataan pendidikan, baik dari sisi kesempatan, kualitas, maupun infrastruktur.
Sasaran kegiatan JNBA mencakup pelajar tingkat TK atau PAUD hingga SMA, mahasiswa, aparatur sipil negara, tenaga pendidik, kelompok masyarakat, serta badan usaha milik daerah atau BUMD. Dengan sasaran tersebut, edukasi antikorupsi diarahkan kepada berbagai kelompok yang terlibat dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan.
Di Nusa Tenggara Timur, JNBA 2026 direncanakan berlangsung di sembilan kabupaten dan kota. Wilayah tersebut adalah Manggarai Barat, Ende, Nagekeo, Sumba Timur, Sumba Barat Daya, Timor Tengah Selatan, Kota Kupang, Timor Tengah Utara, dan Rote Ndao.
Dukungan Pemerintah Provinsi NTT
Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi pendekatan kampanye antikorupsi KPK yang dinilai inovatif dan partisipatif. Menurut dia, program tersebut melibatkan masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta untuk memahami nilai-nilai integritas serta upaya pemberantasan korupsi.
Ia juga menyebut pendekatan edukatif sekaligus menghibur atau edutainment dapat menjadi model bagi perangkat daerah maupun institusi lainnya. Gubernur NTT tersebut mendorong agar kampanye antikorupsi turut menjangkau mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan sehingga nilai-nilai integritas dapat ditanamkan sejak dini.
Pemerintah Provinsi NTT menyatakan siap mendukung dan menyukseskan pelaksanaan Program Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi di wilayah tersebut.
Sumber: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur
Market JurnalisWarga
Temukan produk dan usaha pilihan di Market JurnalisWarga.
