Kepulauan Riau, JURNALISWARGA.ID – Gerakan Wisata Bersih di Pulau Penyengat melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepri pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Kegiatan gotong royong tersebut dilakukan dengan membersihkan kawasan Pulau Penyengat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan dan kenyamanan salah satu destinasi wisata sejarah dan budaya di Provinsi Kepulauan Riau.
Gerakan Wisata Bersih Libatkan Pemerintah dan Pers
Gotong royong ASN Pemprov Kepri bersama PWI Kepri menjadi wujud kolaborasi pemerintah daerah dan insan pers dalam merawat kawasan bersejarah. Kebersihan lingkungan dipandang sebagai bagian penting dalam menjaga daya tarik Pulau Penyengat serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung.
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni mengapresiasi keterlibatan PWI Kepri dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian Pulau Penyengat membutuhkan partisipasi seluruh pihak, termasuk insan pers.
Misni juga mengapresiasi kepedulian PWI Kepri yang tidak hanya ikut menjaga kebersihan lingkungan, tetapi turut mempromosikan Pulau Penyengat melalui pemberitaan di media massa. Peran media dinilai penting untuk memperkenalkan potensi wisata serta kekayaan sejarah dan budaya Penyengat kepada masyarakat luas.
“Kita ingin Pulau Penyengat tetap terjaga kebersihannya dan semakin nyaman dikunjungi. Upaya ini tentu membutuhkan keterlibatan semua pihak. Kami mengapresiasi PWI Kepri yang ikut bergotong royong sekaligus membantu mempromosikan Pulau Penyengat melalui media massa,” ujar Misni.
Rangkaian Explore Penyengat 2026
Kehadiran PWI Kepri dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Explore Penyengat 2026 yang berlangsung sejak Sabtu, 17 Oktober 2026. Sebelum kegiatan itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad bersilaturahmi bersama jajaran PWI Kepri.
Pada Sabtu, rombongan PWI Kepri mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Pulau Penyengat. Lokasi yang dikunjungi meliputi Makam Engku Hamidah, Makam Raja Haji Fisabilillah, Istana Kantor, dan Istana Tengku Bilik.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya mengenal lebih dekat warisan sejarah dan budaya yang menjadi identitas Pulau Penyengat. Rangkaian kegiatan ini menggabungkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan pengenalan terhadap cagar budaya di kawasan tersebut.
Menjaga Pulau Penyengat sebagai Destinasi Sejarah
Melalui Gerakan Wisata Bersih, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh. Kolaborasi pemerintah, insan pers, masyarakat, dan berbagai pihak diharapkan dapat menjaga Pulau Penyengat agar tetap bersih, lestari, dan menarik sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.
Sumber: Pemprov Kepri
Market JurnalisWarga
Temukan produk dan usaha pilihan di Market JurnalisWarga.
