Ancaman Keluar dari NKRI Disorot, Rahmad Sukendar: Jangan Jadikan Konflik Ormas Pemicu Disintegrasi Bangsa

BANTEN, JURNALISWARGA.ID – Pernyataan Ketua Umum Petir yang mengancam akan keluar dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) memicu kecaman keras dari berbagai kalangan. Ancaman tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi merusak persatuan nasional, terlebih jika dipicu oleh konflik horizontal yang melibatkan debt collector dan kelompok masyarakat.

Ketua Umum BPIKPNPARI, Rahmad Sukendar, menegaskan bahwa NKRI bukanlah entitas yang bisa dipermainkan oleh emosi sesaat atau konflik kepentingan kelompok.

“NKRI ini bukan ormas, bukan komunitas, dan bukan organisasi yang bisa ditinggalkan kapan saja. Pernyataan ancaman keluar dari NKRI adalah bentuk ketidakdewasaan berpikir dan berpotensi menyesatkan publik,” tegas Rahmad dalam keterangannya.

Rahmad menyoroti fenomena berulang di mana setiap terjadi gesekan antar kelompok, isu suku, etnis, dan identitas selalu dijadikan tameng pembenaran. Padahal, menurutnya, konflik tersebut sejatinya adalah persoalan hukum dan sosial yang bisa diselesaikan secara beradab.

Baca Juga:  Bupati Rudy Susmanto Gaungkan Semangat Kemerdekaan di 40 Kecamatan

“Dikit-dikit ribut, dikit-dikit bawa nama suku dan etnis. Ini berbahaya. Kalau ada masalah dengan debt collector atau kelompok lain, selesaikan secara hukum, duduk bersama, dan cari solusi. Bukan malah memprovokasi dengan ancaman disintegrasi bangsa,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa narasi keluar dari NKRI dapat memicu keresahan di masyarakat dan membuka ruang konflik yang lebih luas.

“Ucapan seperti ini bisa memancing amarah publik, memperlebar konflik, dan mengarah pada tindakan anarkis. Aparat negara harus mencermati pernyataan-pernyataan yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa,” kata Rahmad. Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/12/25).

Baca Juga:  BPI KPNPA RI Minta Kapolri Memberi Apresiasi Kepada Najwa Shihab Dalam Merubah Paradigma Polri Menjadi Baik, Karena Masyarakat Masih Sayang Dan Membutuhkan Keberadaan Polisi

Rahmad menegaskan bahwa keberagaman suku dan etnis di Indonesia merupakan kekuatan, bukan alat provokasi dalam konflik.

Sebagai ketua umum organisasi besar dan sesama anak bangsa agar bisa menjadi satu kewajiban bahwa NKRI ini hanya satu dan tetap NKRI tidak bisa dibubarkan dan dipisahkan oleh siapapun juga

“Jangan jadikan identitas sebagai senjata. NKRI berdiri karena persatuan. Siapa pun yang bermain-main dengan isu keluar dari NKRI harus sadar bahwa yang dipertaruhkan adalah stabilitas dan masa depan bangsa,” pungkasnya. (Red)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

RS Pertamina Prabumulih Hadir di KBSS Sumatra 2026, Siagakan Layanan Medis di Stadion Talang Jimar

PRABUMULIH — RS Pertamina Prabumulih turut berpartisipasi dalam mendukung kelancaran kegiatan KBSS (Kumpul Bareng Scooter Sesumatra) yang diselenggarakan pada 24–25 Oktober 2026 di Stadion...

Edukasi Tanggap Darurat Remaja: Sinergi RS Pertamina Prabumulih dan Universitas Binawan Gelar Pelatihan First Aid for Teenagers di SMP YPS Prabumulih

PRABUMULIH, 26 Oktober 2026– Dalam rangka implementasi ilmu Kesehatan Masyarakat serta penguatan manajemen risiko kesehatan di lingkungan sekolah, Kartika Br Ginting Head of EHC...

LMND EKSEKUTIF KOTA DELI SERDANG DUA PERSOALAN MENGUJI TANGGUNG JAWAB PEMKAB DELI SERDANG, LMND DESAK BUPATI PASTIKAN TRANSPARANSI DAN TINDAK LANJUT! Deli Serdang, 26...

RILIS PERS LMND EKSEKUTIF KOTA DELI SERDANG DUA PERSOALAN MENGUJI TANGGUNG JAWAB PEMKAB DELI SERDANG, LMND DESAK BUPATI PASTIKAN TRANSPARANSI DAN TINDAK LANJUT!Deli Serdang, 26 Oktober...

IHC RS Pertamina Prabumulih dan Pertamina Zona 4 Bersinergi Meningkatan Kualitas Kesehatan Pekerja Pertamina dan Masyarakat Kota Prabumulih

PRABUMULIH, 23 Oktober 2026 – IHC RS Pertamina Prabumulih melaksanakan audiensi dengan General Manager (GM) PT Pertamina Hulu Rokan Region 1 Zona 4, Heru...

Hasupa Hasundau, Gubernur Kalteng Tekankan Persatuan

Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menggelar pertemuan hasupa hasundau bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat di Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Jumat, 23 Oktober 2026.Pertemuan tersebut mempertemukan Gubernur Kalimantan Tengah dengan tokoh lintas agama dan masyarakat dalam sebuah ag

 

ARTIKEL TERKAIT