Mamasa, Jurnaliswarga.id – Kabupaten Mamasa menegaskan arah pembangunannya dengan menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas utama. Di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Welem–Sudirman, pemerintahan tahun pertama difokuskan pada penguatan sektor yang menyentuh langsung 80 persen masyarakat yang menggantungkan hidup pada sawah dan ladang.(20/2/2026)
Langkah ini diambil di tengah keterbatasan anggaran nasional, di mana pemerintah pusat mengimbau efisiensi belanja kementerian, lembaga, dan daerah. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk tetap menghadirkan program yang berdampak langsung bagi rakyat.

Pertanian Jadi Pilar Utama
Sepanjang 2025, pemerintah berhasil menyalurkan bantuan pupuk gratis pada musim tanam padi pertama, mendatangkan alat pertanian, 40 ton kapur dolomit, serta bantuan bibit padi. Selain bantuan fisik, pembenahan sistem pertanian juga menjadi fokus melalui penguatan peran penyuluh di desa-desa.
Petani mulai didorong beralih dari pola tradisional menuju sistem pertanian modern, termasuk teknik persemaian, pola tanam jajar, hingga keseragaman waktu tanam untuk pengendalian hama dan efisiensi distribusi pupuk.
Meski menghadapi tantangan perubahan kebiasaan, pemerintah optimistis peningkatan kualitas kerja dan produktivitas akan tercapai.
Program strategis percetakan 1.000 hektare sawah juga mulai direalisasikan. Pada 2025, sebanyak 300 hektare lahan baru telah dibuka, sementara sisanya ditargetkan rampung pada 2026. Program ini menjadi tonggak menuju swasembada pangan Mamasa di masa mendatang.
Tak hanya itu, pemerintah telah menandatangani MoU dengan Bulog untuk mendirikan kantor Bulog di Mamasa pada 2026, guna memperkuat stabilitas distribusi dan cadangan pangan daerah.
Pariwisata dan Ekonomi Bergerak
Sektor pariwisata menjadi fokus kedua. Rehabilitasi objek wisata alam Sarambu Liawan di Kecamatan Sumarorong kini dalam tahap perencanaan matang dan ditargetkan kembali aman serta nyaman dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara tahun ini.
Berbagai event budaya dan kegiatan pemerintahan di lokasi wisata juga digelar sebagai strategi promosi dan penggerak ekonomi lokal. Upaya ini menjadi bagian dari percepatan pemulihan ekonomi daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mamasa mencatat pertumbuhan ekonomi meningkat dari 3,32 persen pada 2024 menjadi 3,37 persen pada 2025. Angka kemiskinan juga turun signifikan dari 15,20 persen pada 2024 menjadi 13,01 persen pada 2025—penurunan tertinggi di lingkup Sulawesi Barat.
Di sektor kesehatan, pemerintah mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS masyarakat dan mendatangkan dokter spesialis ke RSUD Kondosapata melalui kerja sama dengan perguruan tinggi serta dukungan pemerintah pusat dan provinsi. Renovasi gedung RSUD juga menjadi prioritas tahun 2026 guna meningkatkan mutu layanan kesehatan.
Sementara di sektor pendidikan, pembenahan birokrasi dilakukan melalui assessment transparan dan akuntabel dalam penyegaran kepala sekolah tingkat dasar dan menengah. Pemerintah juga turun langsung ke wilayah terpencil menyelesaikan persoalan gedung sekolah mangkrak dan berbagai kendala lainnya.
Dalam mendukung transformasi digital, Pemkab Mamasa bekerja sama dengan BAKTI Komdigi RI mendistribusikan 54 unit internet satelit (VSAT) ke wilayah blank spot dan zero internet. Tahun ini direncanakan tambahan lebih dari 100 unit untuk memperluas konektivitas hingga pelosok desa.
2026–2027: Menuju Puncak Pemulihan
Dalam arahannya pada Musrenbang 2027 tingkat kecamatan se-Kabupaten Mamasa (19/2/2026), Bupati Mamasa menekankan fokus pada program prioritas desa dan kecamatan. Ia optimistis puncak pemulihan ekonomi Mamasa dapat tercapai secara maksimal pada 2027.
Wakil Bupati H. Sudirman dalam acara buka puasa bersama di Rumah Jabatan Bupati (20/2/2026) menegaskan bahwa meski capaian satu tahun terakhir menunjukkan dampak positif, masih banyak harapan masyarakat yang harus diperjuangkan. Karena itu, sinergi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama.
Dengan semangat kolaborasi dan pembangunan berkelanjutan, Kabupaten Mamasa kini melangkah pasti—membangun dari sawah, menguatkan dari desa, dan menatap masa depan menuju Mamasa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera.
Sumber:
(Artikel No.01 IKP 2026)
https://mamasakab.go.id/berita/refleksi-satu-tahun-pemerintahan-welem-sambolangi-h-sudirman?
