https://tiktok.com/@jurnaliswarga.id
 “Percayalah kepada TUHAN
dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka la
akan meluruskan jalanmu.” (Amsal 3:5-6).
Dalam kehidupan ini, kita sering dihadapkan pada berbagai tantangan dan keputusan yang sulit. Di saat-saat seperti itu, sangat penting bagi kita untuk mengandalkan Tuhan dan bukan mengandalkan kekuatan atau pengertian kita sendiri. Dengan mengandalkan perkara, Tuhan dalam segala
kita menunjukkan iman dan
dan ketergantungan kita kepada-Nya, mempercayai bahwa Dia akan membimbing dan menuntun kita ke jalan yang benar.
Bagaimana sikap kita mengandalkan Tuhan? Ada 3 hal yang harus diperhatikan:
1.Mengakui Keterbatasan Diri dan Kedaulatan Tuhan: Mengandalkan Tuhan dimulai dengan kesadaran
bahwa kita memiliki keterbatasan dan
bahwa Tuhan adalah sumber segala hikmat dan kekuatan.
Mengakui kedaulatan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan kita berarti menyerahkan segala kekhawatiran dan rencana kita kepada-Nya, percaya bahwa mengetahui yang terbaik bagi kita.
“Sebab rancangan-ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah
jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN.” (Yesaya 55:8)
2.Berdoa dan Memohon Petunjuk dalam Setiap Keputusan: Setiap keputusan
yang kita buat harus didasarkan pada petunjuk dari Tuhan. Dengan berdoa
dan memohon petunjuk-Nya, kita menunjukkan ketergantungan kita
pada-Nya dan mencari kehendak-Nya dalam segala hal. Tuhan berjanji akan
memberikan hikmat kepada siapa saja yang meminta dengan iman.
“Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintakannya kepada Allah, -yang memberikan kepada semua orang dengan murah hati dan dengan tidak membangkit-bangkit- maka hal itu akan diberikan kepadanya.” (Yakobus
1:5)
3.Mengandalkan Tuhan dalam Kesulitan dan Tantangan: Menghadapi kesulitanbdan tantangan hidup bisa sangat
melelahkan dan mengecilkan hati.
Namun, ketika kita mengandalkan Tuhan, kita menemukan kekuatan dan
penghiburan dalam janji-Nya. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan atau mengabaikan kita. Dia adalah penolong kita yang setia dalam setiap situasi.
“TUHAN itu baik; la adalah tempat pengungsian pada waktu kesusahan; la mengenal orang-orang
yang berlindung kepada-Nya.” (Nahum 1:7)
Mengandalkan Tuhan dalam segala perkara adalah panggilan setiap orang percaya. Dengan mengakui keterbatasan diri dan
kedaulatan Tuhan, berdoa dan memohon petunjuk dalam setiap keputusan, serta mengandalkan Tuhan dalam kesulitan dan
tantangan, kita menunjukkan iman dan ketergantungan kita kepada-Nya. Semoga
kita semua dapat hidup dengan penuh keyakinan, percaya bahwa Tuhan selalu
bersama kita, membimbing dan menuntun kita di setiap langkah kehidupan. AMIN
