Kolaka, Jurnaliswarga.id – Tingginya angka penyalahgunaan narkotika di Sulawesi Tenggara (Sultra) memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat. Panglima Pasukan Adat Tamalaki dari Forum MasyaPanglima Tamalaki Formakom Indonesia, Irfan Konggoasa Serukan Perang Melawan Narkoba mengkhawatirkan dalam statistik penggunaan narkoba nasional. Menanggapi hal tersebut, Irfan Konggoasa mengimbau dengan keras kepada seluruh generasi muda di Bumi Anoa agar tidak sekali-kali menyentuh barang haram tersebut.
“Ini adalah peringatan serius bagi kita semua. Generasi muda adalah tulang punggung masa depan daerah kita, khususnya di wilayah adat Konawe dan Mekongga. Jangan biarkan masa depan itu hancur karena narkoba,” ujar Irfan.

Sinergi Tokoh Adat dan Agama
Irfan menekankan bahwa tanggung jawab pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, terutama para Tokoh Adat dan Tokoh Agama, untuk bersatu padu dalam memberikan pengawasan dan pembinaan.
Menurutnya, pendekatan nilai budaya dan spiritualitas merupakan benteng terkuat bagi pemuda dalam menangkal pengaruh negatif lingkungan. Beberapa poin utama yang ditekankan adalah:
1. Peningkatan Pengawasan: Memperketat pemantauan terhadap pergaulan pemuda di lingkungan masing-masing.
2. Pembinaan Berkelanjutan: Menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang mengajarkan kedisiplinan dan kehormatan.
3. Kolaborasi Lintas Sektor: Membangun komunikasi yang intens antara lembaga adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.
Tugas Bersama Menjaga Generasi
Panglima Tamalaki tersebut menegaskan bahwa memerangi narkoba adalah “tugas kolektif” demi menjaga keberlangsungan peradaban di Sulawesi Tenggara. Penekanan khusus diberikan pada wilayah Konawe dan Mekongga agar menjadi zona yang bersih dari peredaran gelap narkotika.
“Memerangi narkoba adalah jihad kita bersama. Kita harus berjalan beriringan untuk memastikan anak-anak cucu kita tumbuh di lingkungan yang sehat dan berintegritas,” pungkasnya.
Media Center:
Forum Masyarakat Adat Konawe Mekongga Indonesia ( FORMAKOM INDONESIA)
