JURNALIS KRISTEN HADIRI LOKAKARYA YANG DI GELAR OLEH PGI DENGAN TEMA “ISU KEBEBASAN BERAGAMA ATAU BERKEYAKINAN BAGI JURNALIS KRISTEN”

Bogor – PGI menggelar  lokakarya Isu Kebebasan Beragama atau Berkeyakinan bagi Jurnalis Kristen (KBB) selama 3 hari yang dimulai dari tanggal 8 Agustus – 10 Agustus 2022 bertempat di Pondok Remaja PGI Jln. Raya Puncak KM 78, Cisarua – Bogor yang di hadiri oleh jurnalis Kristen yang tergabung di Organisasi Pewarna Indonesia dan Perwamki. 

Dalam lokakarya tersebut dibahas berbagai isu kebebasan beragama atau berkeyakinan yang Terjadi di Indonesia, pada acara pembuka di hari pertama dengan narasumber dari PGI sendiri menjelaskan tentang tujuan dan acara lokakarya ini di gelar (8/8/2022), dan memasuki hari kedua lokakarya tersebut dengan menampilkan narasumber dari Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK), Selasa (9/08/2022)

Tantowi Anwar, Pimpinan Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK) mengatakan “sejak 7 juli 2022 peningkatan intoleransi antar umat beragama mengalami peningkatan cukup tinggi dimana terjadinya diskriminatif seperti pengerusakan tempat-tempat ibadah, penutupan tempat ibadah bahkan pelarangan beribadah kepada suatu umat kepercayaan tertentu, yang di lakukan oleh golongan mayoritas terhadap golongan minoritas”.

Dalam kegiatan yang digelar PGI pada hari kedua ini, kegiatan lebih banyak berdiskusi antara narasumber dan peserta lokakarya. Dimana fasilitator menyampaikan berbagai contoh berita media yang bersifat clickbait dan terkesan memprovokasi.

Baca Juga:  <em>Viral Video Aksi Curanmor di Gunung Putri Bogor Beredar, Pihak Kepolisian Lakukan Penyelidikan</em>

Dampak dari pemberitaan yang bermodelkan seperti ini memiliki dampak yang sangat luas seperti pada pemberitaan Camp Gafatar Mempawah Kalbar, diantarnya, lebih dari 1120 orang mengalami stigma/bully, keguguran, diskriminatif, dan inafis (kriminal).

Juga melihat dari pemberitaan isu yang beredar bahwa Perang antara Budha dengan Islam adanya terjadi intimidasi, hate spin, hate speech, hate crime dan pelecehan, Hate spin merupakan “kebencian berbasis Agama dan tantangan bagi demokrasi”.

Dalam pemyampaian materi berkaitan dengan KBB hari kedua ini, Tantowi Anwar menyampaikan Peran dan tanggung jawab media untuk pemberitaan seharusnya memiliki dua peran diantaranya :

  1. Peran edukasi (Konstruktif)
  • bagian dari solusi,
  • fact checking (era digital)
  1. Peran advokasi (litigasi dan non litigasi) – watchdog
  • fact checking (verifikasi era digital).

“Catatan bagi media adalah ketika terjadinya suatu diskriminatif terhadap suatu golongan, alangkah baiknya melakukan pemberitaan yang tidak memprovokasi” tegasnya.

Johan dari  Pewarna Indonesia, memberikan pendapat bahwa “Kalo kita perhatikan memang jurnalis penting untuk di edukasi, jika jurnalis tidak di edukasi justru malah bisa menjadi memprovokasi, dan itu segera disosialisasikan seluas-luasnya”.

Sambung Tantowi “Jurnalis bukan hanya memberitakan sebuah beritanya saja, tapi juga harus menggali informasi mengenai pelaku ataupun korban, Ucapnya. ( 9/8/22)

Baca Juga:  DARI ARENA MUSDA MD GPDI JABAR, LPJ MD KEPEMIMPINAN PDT FERDINAND ROMPAS DITERIMA PESERTA MUSDA

Dalam sesi 1 hari ke dua, peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, terlihat dari sesi tanya jawab seperti :

Endharmoko, kita sebagai wartawan sudah diatur dalam UU PERS 40 1999, tugas dan kewajiban sudah tercantum di dalam aturan tersebut, kalo kita melihat dari hasil pemaparan sesi hari ini, dimana kita harus menempatkan KBB dalam pemberitaan ini?. Apakah KBB ini sudah masuk dalam UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik ?.

Pertanyaan tersebut ditanggapi oleh Tantowi dengan mengatakan bahwa “Dalam kode etik junalistik pasal 8 sudah tercantum bahwa “wartawan tidak menulis atau menyiarkan berita yang berdasarkan prasangka atau diskriminasi terhadap seseorang atas dasar perbedaan suku, ras, warna kulit, agama, jenis kelamin, dan bahasa serta tidak merendahkan martabat orang lemah, miskin, sakit, cacat jiwa, atau jasmani”.

Harapan kedepannya adalah bagi pengusaha media maupun jurnlist agar membuat judul-judul berita yang tidak clickbait yang dapat merugikan di masa mendatang bagi korban maupun media itu sendiri, akan tetapi berita tetap berkualitas.

-Romo Kefas-

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Dirut PT Palma Pertiwi Mamur: Kerjasama Pemkab Jayapura Wujudkan Kedaulatan Pangan dan Energi 2026

Jakarta, Jurnaliswarga.id - Direktur Utama PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) mengatakan kerjasama perusahaannya dengan Pemerintah Kabupaten (pemkab) Jayapura merupakan salah satu kontribusi perusahaan dalam...

Ketua AJWI Bogor: Acu Juanda Layak Jadi Ketua BPD Sukaresmi 2026

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Ketua DPC Aliansi Jurnalis Warga Indonesia (AJWI) Kabupaten Bogor, Nimbrod, menyatakan dukungannya kepada anggota AJWI, Acu Juanda, calon nomor urut 1,...

PASCA PUTUSAN MK: BOLA POLITIK GIBRAN BERPINDAH DARI MK KE ISTANA 2026

Analisa Politik dan Hukum Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H.Jakarta, jurnaliswarga.id - Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka memang tidak serta-merta...

BPI KPNPA RI Bersama PSKBI Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Kerja Kapolri 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) bersama jajaran Paquron Singandaru Karuhun Banten Indonesia...

HUT ke-57, Rahmad Sukendar Gelar Tasyakuran dan Peringati 26 Tahun Pernikahan

TANGSEL, JURNALISWARGA.ID - Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi hari penuh kebahagiaan bagi Ketua Umum BPI KPNPA RI, TB. Rahmad Sukendar, genap berusia 57 tahun....

 

ARTIKEL TERKAIT