Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Festival Gunung Slamet 2024

PURBALINGGA, JURNALISWARGA.ID – Masyarakat Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, melakukan prosesi pengambilan air dari Tuk (mata air) Sikopyah, Sabtu (13/7/24). Prosesi ini merupakan salah satu rangkaian acara Festival Gunung Slamet (FGS) 2024. Tradisi pengambilan air Tuk Sikopyah selain menjadi upaya pelestarian budaya juga pelestarian lingkungan.

Kepala Desa Serang, Sugito, mengatakan bahwa tradisi pengambilan air Tuk Sikopyah telah dilakukan secara turun temurun oleh warga Serang. Prosesi ini bukan hanya ritual semata, tapi sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat atas berkah alam serta pengingat untuk selalu menjaga kelestarian lingkungan.

“Prosesi ini sebagai bentuk rasa syukur karena telah diberi limpahan rizki berupa air yang sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat Desa Serang dan sekitarnya. Sedangkan gunungan sayur yang jumlahnya 48 gunungan itu juga sebagai wujud rasa sukur warga desa yang notabene 90% adalah petani,” katanya.

Membangun Kesadaran Lingkungan melalui Festival Gunung Slamet 2024Sugito menerangkan, Tuk Sikopyah yang merupakan salah satu mata air terbesar di lereng timur Gunung Slamet telah menjadi sumber kehidupan bagi warga Desa Serang, Kutabawa dan Siwarak, serta dialirkan hingga ke wilayah Desa Gombong, Kecamatan Belik, Pemalang. Pemerintah Desa Serang bersama masyarakat berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan di Lereng Gunung Slamet dengan melakukan reboisasi dan menerapkan aturan ketat terhadap perusakan tanaman di sekitar mata air.

Baca Juga:  Bupati Tiwi Hadiri Grantung Bersholawat, Rangkaian Ruwat dan Sedekah Bumi Tahun Baru Islam 2024

“Supaya disana lebih Lestari, agar mata airnya semakin tahun tidak semakin hilang tapi justru semakin bertambah, kita juga membuat aturan supaya jangan sampai merusak tanaman atau pohon yang ada di sekitar mata air. Apabila ada warga masyarakat yang merusak pohon ataupun tanaman di sekitar mata air kita beri sanksi berupa denda uang sampai 5 juta rupiah. Ini sudah menjadi kesepakatan dan komitmen warga masyarakat Desa Serang,” terangnya.

Tokoh masyarakat Desa Serang, Syamsuri, juga menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan di lereng Gunung Slamet agar masyarakat tidak kekurangan air, bahkan saat musim kemarau.

“Alhamdulillah, meski kemarau sampai 6-7 bulan, air tetap cukup. Saya berharap masyarakat selalu menjaga lingkungan dengan penghijauan diiringi dengan berdoa bersama seperti ini,” katanya.

Baca Juga:  Rahmad Sukendar: Ada Dugaan Kejahatan Terorganisir dalam Perusakan Hutan, Kejagung Harus Bertindak!

Prosesi pengambilan air Tuk Sikopyah dimulai dengan pembacaan doa dan pelepasan peserta dari Dusun Kaliurip, Desa Serang. Rombongan yang terdiri dari 70 pria dan 70 wanita membawa lodong (tempat air dari bambu) menuju Tuk Sikopyah di lereng Gunung Slamet, yang berjarak sekitar 1 kilometer. Dalam iringan tersebut, juga terlihat sejumlah wanita membawa sesaji. Sesampainya di Tuk Sikopyah, sesepuh masyarakat memimpin doa sebelum air dimasukkan ke dalam lodong.

Setelah prosesi pengambilan air, rombongan kembali ke Dusun Kaliurip dan mengirab lodong berisi air Tuk Sikopyah menuju Objek Wisata D’las Serang. Mereka diiringi masyarakat Desa Serang yang membawa 48 gunungan berisi hasil bumi. Sesampainya di D’las Serang rombongan disambut ribuan pengunjung yang bersiap berebut gunungan hasil bumi dan air Sikopyah.

Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga menunjukkan komitmen masyarakat Desa Serang dalam melestarikan alam dan budaya setempat. (dhs/Kominfo)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

PT PPM Gandeng 5 Kabupaten di Lampung, Kembangkan Ketahanan Pangan dan Energi Lewat KPBU

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – PT Palma Pertiwi Makmur (PPM) mendorong pengembangan program ketahanan pangan dan energi nasional melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha...

Kadinkes Kota Bogor dr. Erna Nuraena Siagakan 474 Personel dan 63 Ambulans untuk PORPROV XV Jabar 2026

BOGOR, JurnalisWarga.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, memastikan kesiapan pelayanan kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV...

Mayapada Hospital Bogor Masuk Jajaran 12 Rumah Sakit Rujukan PORPROV XV Jawa Barat 2026

BOGOR, JurnalisWarga.id – Mayapada Hospital Bogor menjadi salah satu rumah sakit yang masuk dalam jajaran 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor untuk mendukung...

Dua Tahun Laporan Rospita Lubis Tak Kunjung Tuntas, Rahmad Sukendar: Propam dan Irwasda Polda Sumut Diduga Mandul! 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID - Rahmad Desak Kapolri Suyudi Ario Seto Turun Tangan, Evaluasi Penyidik Polres Toba dan Pengawasan Internal Polda Sumut, Ketua Umum Badan Peneliti...

BPI KPNPA RI Gelar Forum Diskusi Kepolisian, Undang Kapolda Metro Jaya Jadi Narasumber: Bahas Kinerja Polisi yang Dekat dengan Masyarakat

TANGERANG SELATAN, JURNALISWARGA.ID – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) akan menggelar Forum Diskusi bertema “Terkait...

 

ARTIKEL TERKAIT