Tiga Geopark Indonesia Berhasil Pertahankan Status ‘Green Card’ UNESCO untuk 2026–2029

Paris, Prancis (Jurnaliswarga.id) — Tiga UNESCO Global Geopark Indonesia, yaitu Rinjani-Lombok, Kaldera Toba, dan Ciletuh-Palabuhanratu, telah resmi memperoleh status “green card” dari UNESCO Global Geoparks Council untuk periode empat tahun berikutnya (2026–2029). Status “green card” merupakan bentuk pengakuan tertinggi dalam evaluasi berkala UNESCO terhadap geopark, yang menunjukkan bahwa suatu kawasan dinilai telah memenuhi standar internasional dalam aspek konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Dalam surat resmi UNESCO kepada Pemerintah Indonesia (27/3), ketiga geopark tersebut dinyatakan berhasil mempertahankan kualitas pengelolaan sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap tujuan UNESCO dalam penguatan ilmu kebumian, mitigasi risiko bencana, serta pembangunan berkelanjutan berbasis warisan alam. Surat ini berdasarkan keputusan pertemuan Dewan Geopark Global UNESCO yang berlangsung di Kütralkura, Chili, pada 5–6 September 2025.

“Pengakuan ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya memiliki kekayaan geologi yang luar biasa, tetapi juga mampu mengelolanya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan. UNESCO Global Geopark adalah platform penting untuk memperkuat diplomasi lingkungan, edukasi publik, dan pemberdayaan masyarakat lokal secara terpadu.” ujar Duta Besar RI Prancis sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, Mohamad Oemar.

Tiga Geopark Indonesia Berhasil Pertahankan Status ‘Green Card’ UNESCO untuk 2026–2029Sejalan dengan capaian tersebut, UNESCO turut menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis sebagai bagian dari upaya peningkatan berkelanjutan kualitas geopark ke depan.

Baca Juga:  10 Kali Beruntun! Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Capaian Opini WTP Kota Bogor

Terkait Rinjani-Lombok, UNESCO menekankan pentingnya peningkatan kualitas informasi publik, pembaruan panel interpretasi, dan perbaikan akurasi informasi mitigasi bencana di Museum NTB. Perlu diperhatikan juga manajemen risiko overtourism yang berpotensi mengancam kelestarian kawasan.

Sementara itu, untuk Kaldera Toba, rekomendasi difokuskan pada penguatan tata kelola kelembagaan, penyederhanaan struktur organisasi, serta pengembangan strategi edukasi yang menonjolkan posisi Danau Toba sebagai kaldera terbesar di dunia. UNESCO juga menekankan pentingnya pengembangan pariwisata berkelanjutan yang tidak membebani ekosistem dan melibatkan masyarakat adat secara aktif dalam pengambilan keputusan.

Adapun Ciletuh-Palabuhanratu didorong untuk meningkatkan aspek infrastruktur wisata, memperkuat pemanfaatan teknologi seperti augmented reality dalam edukasi geologi, serta meningkatkan partisipasi perempuan dalam struktur pengelolaan geopark. Selain itu, UNESCO menyoroti pentingnya penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

Tiga Geopark Indonesia Berhasil Pertahankan Status ‘Green Card’ UNESCO untuk 2026–2029

Rekomendasi tersebut akan menjadi bagian integral dari strategi peningkatan kualitas geopark Indonesia ke depan.

“Rekomendasi UNESCO merupakan panduan yang sangat penting sebagai instrumen perbaikan berkelanjutan. Indonesia berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap rekomendasi tersebut, termasuk dalam penguatan tata kelola, edukasi publik, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif,” tegas Dubes Mohamad Oemar.

Baca Juga:  Kasus Tunjangan Perumahan DPRD Indramayu Mandek, BPI KPNPA RI Geruduk Kejaksaan Agung

Keberhasilan mempertahankan status “green card” ini juga memiliki implikasi strategis yang lebih luas. Selain memperkuat posisi Indonesia dalam jejaring global UNESCO Global Geoparks, capaian ini turut meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai destinasi wisata berbasis alam dan edukasi, sekaligus membuka peluang kolaborasi internasional di bidang penelitian, konservasi, dan inovasi.

Lebih jauh, geopark juga berfungsi sebagai instrumen penting dalam diplomasi budaya dan lingkungan Indonesia. Melalui pendekatan yang mengintegrasikan aspek geologi, budaya, dan komunitas lokal, geopark menjadi model pembangunan yang selaras dengan agenda global, termasuk Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Indonesia saat ini memiliki 12 UNESCO Global Geopark yang tersebar di berbagai wilayah, mencerminkan kekayaan geodiversitas yang dimiliki. Dengan capaian terbaru ini, Indonesia semakin menegaskan perannya sebagai salah satu negara kunci dalam pengembangan geopark di tingkat global.

Delegasi Tetap Republik Indonesia untuk UNESCO akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan pemangku kepentingan terkait di dalam negeri untuk memastikan implementasi rekomendasi UNESCO berjalan optimal, serta mendorong penguatan peran geopark sebagai motor pembangunan berkelanjutan yang berbasis pada potensi lokal.(Red/nR)

Sumber: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemuda Daerah, Motor Penggerak Petani Modern Dan Ketahanan Pangan Nasional 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id - Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor Farizan, bertemu dengan Prof. Dr. Ir. Alim Setiawan Slamet, S.Si., M.Si., Rektor IPB University sekaligus Wakil...

Rahmad Sukendar Sampaikan Duka Cita atas Kabar Wafatnya Kamaruddin Simanjuntak: Sosok Pengacara Pemberani dalam Memperjuangkan Kebenaran 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPIKPNPARI), Dr. (Hc.) TB Rahmad Sukendar, menyampaikan belasungkawa...

BPI KPNPA RI Apresiasi Respons Cepat Aduan Masyarakat Harus Jadi Prioritas, Penghargaan Segera Diberikan 2026

SEOUL Korea Selatan, JURNALISWARGA.ID - Komitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), memperkuat penegakan hukum, serta merespons cepat pengaduan masyarakat menjadi sorotan Badan...

Daftar Kekayaan Pejabat Kabupaten Bogor Berdasarkan LHKPN 2025

BOGOR, JURNALISWARGA.ID – Berapa jumlah harta kekayaan pejabat Kabupaten Bogor berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025? berikut Daftar Kekayaan Pejabat Kabupaten...

Kabupaten Bogor Sumbang 13 Medali Emas, Jawa Barat Juara Umum PESONAS II 2026

Kabupaten Bogor menorehkan prestasi pada Pekan Special Olympics Nasional (PESONAS) II Tahun 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Atlet Special Olympics Kabupaten Bogor berhasil membawa pulang 28 medali, terdiri atas 13 medali emas, tujuh medali perak, dan delapan medali perunggu. Capaian tersebut tu

 

ARTIKEL TERKAIT