Semarang,Jurnaliswarga.id — Kementerian Luar Negeri RI (Kemenlu Ri) dan Universitas Diponegoro menyelenggarakan Public Diplomacy Goes to Campus serta pemutaran film “12 Mile: Guiding the Archipelago”. Kegiatan menekankan diplomasi maritim berbasis soft power untuk memperkuat kedaulatan dan hukum laut Indonesia.
Kegiatan ini mendorong literasi kebijakan luar negeri di kalangan mahasiswa. Fokus diberikan pada peran negara dalam menjaga kedaulatan, stabilitas wilayah maritim, dan pemanfaatan laut secara berkelanjutan bagi kepentingan nasional.
Wakil Rektor Universitas Diponegoro,dalam sambutan pembukaannya, menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung diplomasi maritim Indonesia melalui penguatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan riset dan inovasi, kontribusi akademik dalam membangun narasi global, dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Luar Negeri RI, yaitu Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik serta Koordinator Fungsi Batas Laut dan Darat, Direktorat Hukum dan Perjanjian Kewilayahan. Sekitar 183 sivitas akademika dari berbagai fakultas turut berpartisipasi.
Kegiatan ini merefleksikan pesan utama Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 bahwa diplomasi Indonesia berangkat dari kepentingan nasional. Sebagai negara kepulauan terbesar, diplomasi maritim menjadi instrumen strategis untuk memperkuat ketahanan nasional dan konektivitas global.
“Kedaulatan maritim tidak hanya dijaga, tetapi juga perlu dinarasikan guna membangun kesadaran dan dukungan publik,” ujar Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik.
Perguruan tinggi berperan penting melalui riset, inovasi, dan pendidikan dalam membentuk narasi Indonesia di tingkat global. Universitas Diponegoro berkontribusi sebagai pusat keilmuan maritim yang mendorong kolaborasi internasional dan pengembangan sumber daya manusia unggul.
Mahasiswa dan sivitas akademika didorong untuk menjadi aktor diplomasi masa kini dan masa depan. Partisipasi mereka penting untuk membangun citra Indonesia yang lebih dipahami, dipercaya, dan dihormati di dunia internasional.
Pemutaran film dokumenter “12 Mile: Guiding the Archipelago” melengkapi kegiatan ini. Film tersebut mengangkat perjuangan pemikiran Prof. Mochtar Kusumaatmadja dalam memperjuangkan konsep negara kepulauan hingga diakui dalam UNCLOS 1982.
Diskusi bersama produser film memperkuat pemahaman peserta terhadap relevansi konsep negara kepulauan bagi Indonesia saat ini.
Kegiatan ini memperkuat diplomasi publik berbasis edukasi dan kolaborasi. Ke depan, Kemlu RI akan terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam memperkuat narasi strategis Indonesia di tingkat global.
Dalam kesempatan kunjungan kerja ke Semarang, Dirjen IDP juga melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah. Pertemuan membahas pentingnya penguatan sinergi antara Kemlu RI dan pemerintah daerah dalam pemanfaatan potensi soft power untuk mendorong promosi global, kerja sama, dan investasi. Selain itu, Kemlu RI juga menekankan pentingnya diplomasi ekonomi kreatif melalui penguatan kualitas dan storytelling produk UMKM dan kriya guna meningkatkan daya saing serta memperluas promosi global Indonesia.
