CISARUA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, terus memperkuat komitmen pelestarian sejarah sebagai pilar utama dalam membangun identitas daerah yang kokoh dan berkelanjutan. Sabtu (11/4/2026)
Langkah strategis ini diwujudkan melalui ekspedisi penelusuran jejak sejarah yang dilakukan di kawasan Cisarua hingga Ciawi, yang mengungkap kembali berbagai peninggalan bersejarah yang selama ini tersembunyi di wilayah Kabupaten Bogor.

Dalam ekspedisi tersebut, ditemukan beragam fakta penting, mulai dari makam tua peninggalan kolonial Belanda, bangunan rumah bersejarah yang masih berdiri kokoh sejak era 1930-an, hingga jejak kejayaan perkebunan teh dan kina yang pernah menjadi penggerak ekonomi kawasan Puncak.
Tak hanya itu, keberadaan makam M. Goenawan Parto Widigdo serta kompleks makam keluarga Johannes van den Bosch turut memperkaya khazanah sejarah daerah yang memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan bangsa Indonesia di masa lalu.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pelestarian sejarah bukan sekadar menjaga peninggalan fisik, melainkan juga upaya strategis dalam membangun karakter dan jati diri masyarakat di tengah arus pembangunan modern.
“Pelestarian sejarah menjadi bagian penting dalam membentuk identitas Kabupaten Bogor. Sejarah adalah akar yang menguatkan arah pembangunan kita ke depan. Ini adalah pengingat bahwa setiap warisan merupakan tanggung jawab bersama untuk dijaga dan dihargai,” tegasnya.
Menurutnya, menjaga warisan sejarah berarti merawat memori kolektif masyarakat sekaligus membuka ruang edukasi bagi generasi muda agar tetap terhubung dengan nilai-nilai luhur daerahnya.
Lebih jauh, Pemkab Bogor juga mengarahkan pelestarian sejarah sebagai bagian dari pengembangan potensi wisata berbasis edukasi yang berkelanjutan. Upaya ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekaligus memperkuat citra Kabupaten Bogor sebagai daerah yang maju tanpa meninggalkan akar sejarahnya.
Dengan komitmen tersebut, Pemkab Bogor memastikan bahwa setiap jejak sejarah tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi energi strategis dalam membangun masa depan daerah yang berkarakter, beridentitas, dan berdaya saing.
(Red Jurnaliswarga.id | nR)
