BOGOR, Jurnaliswarga.id – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam memperkuat peran koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat pelaku UMKM, serta membuka peluang kerja baru di tengah dinamika perekonomian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedie Rachim saat menjadi narasumber dalam podcast bertajuk “Bangkitkan Ekonomi Rakyat Bersama Koperasi” yang diselenggarakan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kota Bogor di D’Karamba Margajaya, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (4/7/2026).
Dalam kesempatan itu, Dedie menegaskan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan wadah pemberdayaan masyarakat yang harus terus diperkuat agar semakin profesional, transparan, sehat, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
“Kami memandang koperasi sebagai instrumen penting dalam membangun ekonomi masyarakat. Karena itu Pemkot Bogor terus mendorong lahirnya koperasi yang modern, akuntabel, serta mampu mengikuti perkembangan zaman,” ujar Dedie Rachim.
Mengusung tema “Warisan Sejarah Menuju Koperasi Digital Masa Depan”, kegiatan tersebut juga menghadirkan Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat. Diskusi membahas transformasi koperasi menuju era digital sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi berbasis gotong royong.
Dedie menilai penguatan koperasi selaras dengan kebijakan pemerintah pusat dalam membangun ekonomi nasional melalui gerakan koperasi, termasuk pengembangan Koperasi Merah Putih yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.
“Pemerintah hadir sebagai fasilitator, regulator, sekaligus mitra strategis agar koperasi semakin kuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ini momentum untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi,” katanya.
Ketua Dekopinda Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat, menyampaikan bahwa koperasi kini memasuki babak baru melalui transformasi digital. Dekopinda tengah mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari Learning Management System (LMS), website informasi koperasi, podcast edukasi, hingga aplikasi Si Maxcel, yakni sistem manajemen akuntansi berbasis Excel yang dirancang untuk mempermudah tata kelola koperasi.
Selain itu, Dekopinda juga mendukung program Kota Bogor sebagai kota gastronomi dengan memperkuat peran koperasi sebagai agregator yang menghubungkan kebutuhan pelaku usaha dan masyarakat.
Berbagai langkah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena dinilai mampu memperkuat daya saing koperasi sekaligus memperluas akses ekonomi bagi pelaku UMKM. Sinergi antara pemerintah daerah, Dekopinda, dan masyarakat diyakini akan mempercepat terwujudnya koperasi yang modern, inklusif, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kota Bogor.
Dengan penguatan tata kelola, digitalisasi, dan kolaborasi lintas sektor, Pemerintah Kota Bogor optimistis koperasi akan semakin berperan sebagai fondasi ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.(red/nR)
