MAMASA, JURNALISWARGA.ID – Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, berlangsung istimewa. Pemerintah dan masyarakat Mamasa berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan minum kopi bersama menggunakan suke, cangkir tradisional berbahan bambu.
Kegiatan tersebut digelar seusai upacara detik-detik Proklamasi di Lapangan Kondosapata Mamasa, Senin (17/8/2026), dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur masyarakat. Hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, pejabat instansi vertikal dan horizontal, serta para peserta upacara HUT ke-81 RI tingkat Kabupaten Mamasa.
Senior Manager MURI, Triyono, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut bukan sekadar rekor jumlah peserta minum kopi, tetapi juga menjadi momentum mengangkat warisan budaya Mamasa.
Menurut Triyono, penggunaan suke sebagai wadah minum kopi merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Mamasa yang telah diwariskan secara turun-temurun.
“Hari ini kita bukan sekadar datang minum kopi saja, tetapi masyarakat Kabupaten Mamasa telah mengangkat sebuah warisan budaya, yakni minum kopi dengan suke atau cangkir bambu,” ujar Triyono.
Ia berharap penggunaan suke tidak berhenti sebagai bagian dari seremoni pemecahan rekor, tetapi terus dilestarikan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.
Kopi Mamasa Perkuat Potensi Ekonomi Daerah
Pencapaian rekor MURI tersebut semakin strategis karena beriringan dengan diterimanya sertifikat Indikasi Geografis (IG) Kopi Arabika dan Robusta Kabupaten Mamasa dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.
Pengakuan tersebut menjadi modal penting bagi Mamasa untuk memperkuat identitas kopi daerah sekaligus membuka peluang pengembangan usaha, promosi, dan investasi di sektor perkebunan kopi.
Kopi Mamasa diharapkan tidak hanya semakin dikenal secara nasional, tetapi juga mampu memiliki daya saing lebih luas melalui penguatan kualitas produksi, pengolahan, pemasaran, dan pelestarian budaya lokal.
Bupati Mamasa Apresiasi Rekor Dunia
Bupati Mamasa Welem Sambolangi menyampaikan apresiasi kepada MURI atas penghargaan yang diberikan kepada masyarakat Mamasa.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus momentum untuk memperkenalkan potensi kopi dan budaya Mamasa kepada masyarakat luas.
Penggunaan suke, kata dia, menjadi bagian penting dalam memperkenalkan identitas budaya Mamasa sekaligus memperkuat upaya pengembangan produksi kopi daerah.
Rekor MURI ini diharapkan mampu menjadi pemicu bagi pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan petani untuk terus mengembangkan kopi Mamasa sebagai komoditas unggulan yang memiliki nilai ekonomi dan budaya.
Dengan memadukan potensi kopi, kekayaan budaya, dan promosi daerah, Kabupaten Mamasa memiliki peluang semakin dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopi yang memiliki karakter serta identitas budaya kuat di Indonesia.(nR)
Sumber Berita: Klik disini>>>> Tim Multimedia Diskominfosandi Kabupaten Mamasa, 17 Agustus 2026.
