BOGOR, JurnalisWarga.id – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, dr. Erna Nuraena, memastikan kesiapan pelayanan kesehatan dalam mendukung penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XV Jawa Barat 2026. Sebanyak 474 personel pendukung kesehatan dan 63 unit ambulans disiagakan untuk menjamin keselamatan atlet, ofisial, panitia, serta masyarakat selama berlangsungnya ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kadinkes Kota Bogor dalam press rilis menyebutkan Kesiapan tersebut merupakan bagian dari dukungan pelayanan kesehatan terpadu yang disiapkan Dinas Kesehatan Kota Bogor selama PORPROV XV Jawa Barat 2026, yang berlangsung pada 2–19 November 2026.
Dalam siaran pers Dinas Kesehatan Kota Bogor tertanggal 2 November 2026, dr. Erna Nuraena menjelaskan bahwa dukungan kesehatan mencakup tenaga medis, fasilitas pelayanan kesehatan, ambulans, rumah sakit rujukan, penanganan kegawatdaruratan, pengawasan kesehatan lingkungan, hingga surveilans penyakit.
Sebagai tuan rumah utama, Kota Bogor menjadi lokasi pertandingan 18 cabang olahraga atau disiplin yang tersebar di tujuh venue. Secara keseluruhan, pelayanan kesehatan menjangkau 28 cabang olahraga atau disiplin di 14 venue pada enam kabupaten/kota penyelenggara.

474 Personel Kesehatan Dikerahkan
Untuk memastikan pelayanan berjalan optimal, Dinas Kesehatan Kota Bogor menyiapkan 474 personel pendukung kesehatan yang terdiri atas:
– 146 dokter.
– 143 perawat.
– 102 pengemudi ambulans.
– 18 personel pendamping kontingen.
– 65 personel Tim PORPROV Dinas Kesehatan.
Selain itu, disiapkan 378 penugasan tim medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan pengemudi ambulans. Penugasan dilakukan secara bergilir sesuai jadwal dan kebutuhan pelayanan di setiap venue pertandingan.
63 Ambulans Siaga di Enam Wilayah
Dinkes Kota Bogor juga menyiagakan 63 ambulans yang didistribusikan ke enam wilayah penyelenggara.
Kota Bogor mendapatkan dukungan 49 ambulans, Kabupaten Bogor lima ambulans, Kabupaten Majalengka tiga ambulans, Kabupaten Bandung Barat dua ambulans, Kota Cimahi dua ambulans, dan Kota Bandung dua ambulans.
Khusus untuk pendampingan Kontingen Kota Bogor yang bertanding di luar wilayah, turut disiapkan delapan ambulans beserta pengemudinya untuk mendukung kebutuhan kesehatan atlet di pemondokan maupun hotel.
Didukung 62 Fasilitas Kesehatan dan 23 Rumah Sakit Rujukan
Pelayanan kesehatan PORPROV XV juga diperkuat melalui jejaring 62 fasilitas kesehatan di Kota Bogor dan wilayah penyelenggara lainnya.
Dukungan tersebut meliputi PSC 119, 25 puskesmas, 22 rumah sakit, dua klinik di Kota Bogor, serta 12 fasilitas kesehatan pendukung di luar Kota Bogor.
Sementara itu, sistem rujukan diperkuat dengan 23 rumah sakit, terdiri atas 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor dan 11 rumah sakit di luar Kota Bogor.
Sebanyak 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor juga bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung penanganan cedera maupun kecelakaan selama kegiatan olahraga.
Terapkan Sistem Pelayanan Medis Dua Lapis
Dalam pelaksanaannya, pelayanan medis menggunakan sistem dua lapis.
Lapis pertama melibatkan tim medis puskesmas dan PSC 119 yang bersiaga langsung di area pertandingan untuk memberikan pertolongan pertama, stabilisasi pasien, dan penanganan awal kegawatdaruratan.
Lapis kedua didukung tim rumah sakit untuk penanganan lanjutan melalui pos kesehatan terpadu, antara lain di GOR Pajajaran dan Green Forest.
Untuk memperkuat kesiapan tersebut, Dinkes menyediakan 18 unit Automated External Defibrillator (AED), 36 Emergency Kit, Long Spine Board untuk evakuasi cedera tulang belakang, serta sistem komunikasi dan rujukan kegawatdaruratan melalui Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Antisipasi Puncak Pertandingan dan Pengawasan Kesehatan
Dinkes Kota Bogor juga memberikan perhatian khusus terhadap 15 November 2026 yang diproyeksikan menjadi salah satu hari dengan kebutuhan dukungan medis tertinggi. Pada tanggal tersebut, 10 cabang olahraga dijadwalkan berlangsung secara bersamaan.
Sebanyak 19 ambulans beserta tim medis disiapkan untuk bersiaga secara serentak.
Tidak hanya pelayanan medis, pengawasan kesehatan lingkungan dan keamanan pangan juga menjadi perhatian. Langkah yang dilakukan meliputi pemeriksaan kualitas air bersih, kelayakan toilet, pengelolaan sampah, pengendalian vektor penyakit, serta pengawasan katering dan jasaboga bersertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Penguatan surveilans penyakit juga dilakukan untuk mengantisipasi penyakit menular, khususnya ISPA dan diare, serta risiko dehidrasi dan kelelahan ekstrem pada atlet.

Kadinkes Imbau Masyarakat Jaga Kesehatan dan Kebersihan
Melalui siaran pers tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bogor mengajak seluruh atlet, ofisial, panitia, penonton, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung PORPROV XV Jawa Barat 2026 agar berlangsung aman, sehat, bersih, dan tertib.
Masyarakat diimbau menjaga kebersihan venue, mengonsumsi makanan dan minuman yang aman, memenuhi kebutuhan cairan tubuh, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Seluruh lokasi pertandingan juga merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), sehingga aktivitas merokok tidak diperbolehkan di area venue.
Dengan kesiapan tenaga medis, ambulans, fasilitas kesehatan, rumah sakit rujukan, serta sistem penanganan kegawatdaruratan, Dinas Kesehatan Kota Bogor menyatakan siap mendukung PORPROV XV Jawa Barat 2026 melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada keselamatan seluruh peserta maupun masyarakat.
Sumber: Siaran Pers Dinas Kesehatan Kota Bogor, 2 November 2026.
