Seminar Besar Budaya Nusantara Akan Digelar Arsip Nasional, Lemhannas dan GMRI Bersama Masyarakat Adat dan Kampus

Jurnaliswarga.id, Jakarta-Pertemuan informal untuk mempersiakan acara besar menyambut gerakan kebangkitan bangsa-bangsa Nusantara berlangsung di Gedung bersejarah Arsip Nasional Republik Indonesia Jl. Gajah Mada No. 111 Jakarta Pusat, pada 20 Januari 2022.

Eko Sriyanto Gangendu dari GMRI (Gerakan  Moral Rekonsiliasi Indonesia) hadir bersama Mayjen Rido Hermawan M.Sc., Tenaga Ahli Pengajar Bidang Kewaspadaan Nasional Lemhannas, Taufik Rahzen  budayawan sekaligus mewakili masyarakat adat serta Prof. Yudho Giri Sucahyo, S.Kom., M.Kom., Ph.D. CISA, CISM, dosen dan peneliti Fasilkom UI, juga ikut menuhi acara ngobrol bareng atas undangan Kepala Arsip Nasional Republik Indinesia, Drs. Imam Gunarto M.Hum.

Acara pertemuan dibuka dengan makan siang bersama menyantap gulai kepala ikan kakap. Adapun topik bahasan adalah keinginan pihak Arsip Nasional untuk menggelar acara semionar besar bertajuk Budaya Nusantara. Karena menurut Imam Gunarto pada intinya adalah upaya untuk mencari penguatan eksistensi Arsip Nasional dalam bentuk proseding guna memperkaya khazanah kearsipan sehingga dapat memberi lebih banyak manfaat bagi masyarakat.

Usai acara makan siang, Imam Gunarto mengajak peserta pertemuan melihat suasana gedung peninggalan masa silam ini yang dibangun pada tahun 1760 dan pernah digunakan sebagai tempat tinggal Reinier de Klerk, Gubernur Jenderal VOC. Rumah tinggal tersebut berada di daerah Molenvliet yang kini terletak di sekitar Jalan Gajah Mada dan Jalan Hayam Wuruk Jakarta Pusat.

Baca Juga:  BERSATU, BANGKIT DAN TUMBUH BERSAMA

Syahdan, pada masa itu Molenvliet merupakan pemukiman elit di Batavia sebelum digantikan oleh Kawasan Weltevreden (kini Harmoni-Lapangan Banteng-Monumen Nasional). Semua bangunan ini memiliki nilai sejarah khusus sebagai rumah tinggal (landhuis) sebagai satu diantara sedikit Gedung cagar budaya yang masih tersisa yang pernah dibangun di Molenvliet. Jadi bangunan ini bisa disebut representasi dari keadaan tempat hunian elit di Batavia pada abad ke-18.

Tema seminar besar yang segera akan dilakukan adalah Budaya Bangsa Nusantara yang akan menjadi fokus pembicaraan seperti yang pernah diucakan Maha Patih Gajah Mada dalam upaya menyatukan Nusantara di masa kejayaan kerajaan Mapahit hingga terkenal dengan sumpah Palapa. Upaya menyambut kebangkitan bangsa-bangsa Nusantara itu sungguh penting, timpal Mayjen Rido Hermawan M.Sc. Karena Nusantara sampai sekarang tetap menguasai 2/3 lautan. Dan Bahasa Nusantara itu adalah bahasa matahari yang akan terus bersinar. Sehingga dengan memposisikan Nusantara sebagai semangat dari kebangkitan bangsa Indonesia, akan membuat bangsa Indonesia lebih besar dan tangguh, melampaui masa kejayaan Majapahit tempo dulu. Untuk tema nusantara perlu segera digaungkan untuk menyambut era keemasan Indonesia pada tahun 2045 dengan bonus demokrafi Indonesia yang sungguh luar biasa, tandas Jendral Rido Hermawan.

Sementara Taufik Rahzen lebuh jauh mengajak untuk memahami Nusantara sebagai emporium, bukan imperium. Jadi Nusantara itu semacam network yang kuat, bukan sebagai suatu kekuatan atas dasar kekuasaan. Sehingga, Nusantara sebagai cita-cita– emporium — atau jaringan kesatuan yang tidak terpisahkan dapat mempersatukan bangsa Indonesia yang kuat. Jadi upaya membangun wawasan nusantara itu sungguh ideal. Adapun pasangan nusantara itu adalah alamkara, kata Taufik Rahzen.

Baca Juga:  Sudah Setengah Abad Lebih Kak Seto Mengabdikan diri untuk Anak Indonesia

Prof. Dr. Yudhu Giri Sucahyo meyakinkan bangsa Indonesia dapat menjadi bangsa yang besar dengan memanfaatkan bonus demokrafi, sehingga bisa leading pada tahun 2024. Karena bangsa Indonesia sangat potensial mempunyai kekayaan budaya dan alam yang luar biasa. Seperti aksara bahasa daerah yang sangat banyak jumlahnya. Mulai dari bahasa dan aksara Jawa, bahasa dan aksara Lampung, Batak dan Bugis dan sejumlah bahasa dan aksara suku bangsa Nusantara lainnya. Demikian juga dengan kekayaan memori kolektif bangsa Indonesia, kata peneliti dan dosen UI ini.

Hingga akhirnya, kesepakatan untuk melaksanakan seminar besar tentang seputar kebudayaan nusantara dalam waktu dekat dengan motor penggerak utama Arsip Nasional serta sejumlah instansi atau Lembaga akan segera dibicarakan kemudian. “Idealnya memang pada minggu terkahir Januari 2022 sudah bisa dilaksanakan. Namun paling lambat, pada minggu pertama Februari 2022”, ujar Imam Gunarso seraya mengharap dukungan sepenuhnya dari rekenannya yang hadir di Gedung bersejarah itu hingga menjelang petang. ***

Penulis :Jacob Ereste

Sumber: WAG Ratu Puan

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023

KOLAKA UTARA, JURNALISWARGA.ID - Rilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 tercantum sebagai judul berita dalam item RSS yang diterima.Rilis Indeks Pembangunan Manusia Kolaka UtaraRilis Publikasi Indeks Pembangunan Manusia Kolaka Utara 2023 menjadi informasi utama yang tersedia da

Banten Siapkan Elektrifikasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Merak

BANTEN, JURNALISWARGA.ID - Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak disiapkan di Banten. Gubernur Andra Soni menyebut langkah tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan transportasi.Elektrifikasi jalur kereta Rangkasbitung–Merak menjadi fokus persiapan di Banten. Namun, item RSS ini tidak memuat

Selamat Dan Sukses Atas Kenaikan Pangkat Mayor Inf. Irian Yanto, CMH 2026

Bogor, Jurnaliswarga.id – Pimpinan dan seluruh kru media nasional Jurnaliswarga.id menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Irian Yanto atas kenaikan pangkat dari Kapten menjadi...

750 Zak Pupuk NPK Disalurkan ke 250 Petani Kolaka

KOLAKA, JURNALISWARGA.ID - Kartu Tani Beramal menyalurkan 750 zak pupuk NPK kepada 250 petani di Kolaka. Informasi tersebut tercantum dalam pemberitaan yang dipublikasikan pada Jumat, 2 Oktober 2026.750 Zak Pupuk NPK untuk Petani KolakaBantuan yang disebutkan berupa pupuk NPK dengan jumlah 750 zak.

NPCI Kabupaten Bogor Matangkan Angkat Berat untuk Peparda 2026

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID - Angkat berat NPCI Kabupaten Bogor terus mematangkan persiapan untuk menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) 2026.Cabang olahraga angkat berat National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Bogor tersebut membidik emas pada Peparda 2026.Persiapan Angkat Ber

 

ARTIKEL TERKAIT