
PRABUMULIH, 9 September 2026 – Pemenuhan gizi yang tepat pada masa balita menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Memahami hal tersebut, IHC RS Pertamina Prabumulih kembali mengambil bagian dalam upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui kegiatan Penyuluhan Gizi Seimbang untuk Balita yang dilaksanakan di Posyandu Lirik Mundu, Kota Prabumulih, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan edukasi kesehatan tersebut diikuti oleh para ibu yang memiliki balita dan merupakan peserta Posyandu Lirik Mundu. Penyuluhan menghadirkan Ahli Gizi IHC RS Pertamina Prabumulih, Aisyah Nasibar, sebagai narasumber yang memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai pentingnya memenuhi kebutuhan gizi anak sejak usia dini.
Dalam penyuluhan tersebut, peserta diajak memahami bahwa pemenuhan gizi balita tidak hanya berkaitan dengan banyaknya makanan yang dikonsumsi, tetapi juga menyangkut kualitas, keberagaman, jumlah, serta keseimbangan zat gizi yang diberikan kepada anak.
Aisyah Nasibar menjelaskan bahwa masa balita merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Pada masa tersebut, kebutuhan energi dan zat gizi harus diperhatikan agar proses pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta daya tahan tubuh anak dapat berlangsung secara optimal.
“Gizi seimbang pada balita bukan berarti harus selalu menggunakan makanan yang mahal. Yang terpenting adalah makanan yang diberikan beragam dan memenuhi kebutuhan zat gizi anak, seperti sumber karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral,” jelas Aisyah dalam penyuluhan.
Ia juga mengingatkan para ibu agar tidak hanya berfokus pada makanan yang membuat anak kenyang. Komposisi makanan menjadi hal yang tidak kalah penting karena setiap zat gizi memiliki peran masing-masing dalam mendukung pertumbuhan anak.
Menurutnya, sumber protein seperti telur, ikan, ayam, daging, maupun protein nabati dapat menjadi bagian dari menu harian anak. Sementara itu, sayur dan buah juga perlu diperkenalkan secara rutin agar anak terbiasa mengonsumsi makanan yang beragam.
Selain menjelaskan mengenai komposisi makanan, penyuluhan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya pola makan yang teratur serta membangun kebiasaan makan yang baik pada anak. Orang tua diharapkan dapat menjadi contoh bagi anak dalam mengonsumsi makanan sehat dan beragam.
“Orang tua memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk kebiasaan makan anak. Jangan hanya menunggu anak meminta makanan tertentu. Orang tua perlu mengenalkan berbagai jenis makanan secara bertahap dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan,” tambah Aisyah.
Edukasi tersebut juga menjadi kesempatan bagi para ibu peserta Posyandu Lirik Mundu untuk berdiskusi secara langsung mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam memenuhi kebutuhan makanan anak sehari-hari.
Salah satu persoalan yang umum dihadapi orang tua adalah ketika anak sulit makan atau hanya menyukai jenis makanan tertentu. Dalam kondisi tersebut, orang tua diharapkan tidak mudah menyerah dan tetap berupaya memperkenalkan makanan yang beragam dengan cara yang menarik dan sesuai dengan usia anak.
Aisyah turut mengingatkan pentingnya memperhatikan pertumbuhan balita secara berkala melalui kegiatan Posyandu. Pemantauan berat badan dan tinggi badan dapat membantu orang tua mengetahui perkembangan anak sekaligus menjadi salah satu langkah deteksi dini apabila terdapat masalah pertumbuhan.
Dengan rutin membawa balita ke Posyandu, orang tua juga memiliki kesempatan untuk berkonsultasi dengan kader maupun tenaga kesehatan mengenai kondisi dan perkembangan anak.
Kegiatan penyuluhan ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Para ibu peserta terlihat aktif mengikuti materi dan berdiskusi mengenai pola pemberian makanan serta kebutuhan gizi anak.
Bagi IHC RS Pertamina Prabumulih, kegiatan edukasi seperti ini merupakan bagian dari upaya rumah sakit untuk terus mendekatkan pelayanan dan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat. Rumah sakit tidak hanya berperan ketika seseorang membutuhkan pelayanan pengobatan, tetapi juga memiliki peran dalam promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan.
Melalui kegiatan tersebut, IHC RS Pertamina Prabumulih berharap pengetahuan yang diperoleh para ibu dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyiapkan makanan dan membangun pola makan sehat bagi balita.
Pemahaman orang tua mengenai gizi seimbang diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mencegah berbagai persoalan akibat kekurangan maupun kelebihan gizi pada anak. Dengan asupan yang tepat dan pemantauan pertumbuhan secara rutin, orang tua dapat lebih cepat mengetahui apabila terdapat perubahan atau masalah pada tumbuh kembang balita.
Kehadiran IHC RS Pertamina Prabumulih di Posyandu Lirik Mundu juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat dalam membangun kesadaran mengenai kesehatan anak.
Pada akhirnya, pemenuhan gizi balita bukan hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan sekitar. Pengetahuan yang baik, kebiasaan makan yang sehat, serta pemantauan pertumbuhan secara rutin menjadi bagian penting dalam mendukung anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
Melalui edukasi Gizi Seimbang untuk Balita ini, IHC RS Pertamina Prabumulih kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan promotif dan preventif, sekaligus mendorong para orang tua agar semakin peduli terhadap pemenuhan gizi dan kesehatan anak sejak usia dini.
