Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Jadi Narasumber Bicara Moderasi Beragama di KTN ke 61

BATU, JURNALISWARGA.ID – Dalam kegiatan KTN ke 61  yang digelar oleh Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia (YPPII) Kota Batu kemarin (4/7) malang menghadirkan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Haedar Nashir MSi sebagai narasumber terkait bicara tentang Moderasi Beragama.

Dalam Paparannya Ketua Ketua Umum PP Muhammadiyah, menekankan pentingnya peran umat beragama dalam menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia. Setidaknya ada tiga nilai dasar yang harus dipegang teguh. Yakni Pancasila, agama, dan kebudayaan.

Lebih lanjut, Haedar mengatakan bila moderasi beragama memiliki peran strategis dalam keberlangsungan hidup berkebangsaan. Lebih jauh dari itu, moderasi mempunyai turunan pada moderasi dalam berbagai hal.

Baca Juga:  Kapolres Bogor Kunjungi Kediaman Bayi Tertukar 2024

Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nashir Jadi Narasumber Bicara Moderasi Beragama di KTN ke 61

Terutama dalam moderasi berbangsa dan moderasi kemanusiaan. Haedar mengaku yakin bila moderasi beragama diajarkan dalam semua agama. Meski konsepnya diusung dengan cara yang berbeda-beda. “Tetapi semua agama tentu saja mengandung kasih sayang, sikap toleran, dan keinginan untuk membangun kemanusiaan serta semesta atas nama Tuhan,” ujarnya

Untuk itu, moderasi beragama memegang kunci untuk bisa memahami konsep moderasi berbangsa. Terutama untuk menerima Pancasila sebagai nilai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Sebab, lima butir Pancasila lahir melalui proses pemikiran dan diskusi yang panjang. Termasuk melalui dialog intelektual.

Baca Juga:  Kasad Jenguk Korban Peristiwa Kanjuruhan Malang

Sehingga, lima butir dalam Pancasila bisa mewakili kesatuan dalam keberagaman yang ada di Indonesia. “Kalau masih ada yang masih mempertanyakan nilai-nilai Pancasila, itu artinya pemahaman agama dan sejarah lahirnya Pancasila orang tersebut perlu dipertanyakan,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya menyebut ada 3 nilai dasar yang harus dipegang teguh. Yakni Pancasila, agama, dan kebudayaan. Haedar menambahkan moderasi beragama harus terus dipupuk. Melalui kegiatan-kegiatan diskusi yang menyentuh substansi dan hati nurani. Sehingga, dari situlah muncul sebuah harmoni dan dinamika hidup berbangsa yang mengarah pada pertumbuhan bangsa yang lebih baik. (Red)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Level 4 dan 1 Penghargaan Nasional, Kota Bogor Raih Predikat Pangan Aman

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Bogor kembali mencatat prestasi membanggakan dengan meraih 1 penghargaan nasional sebagai Kabupaten/Kota Pangan Aman Tahun 2025 dengan...

Senjata Api Diserahkan Warga, Yonarmed 12 Kostrad Perkuat Keamanan Perbatasan RI–RDTL

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Upaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah perbatasan kembali membuahkan hasil. Satgas Pamtas RI–RDTL Sektor Timur dari Yonarmed 12 Kostrad menerima 1...

Sistem Baru, 326 Indeks Merit: Pemkab Bogor Resmi Terapkan Manajemen Talenta ASN

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor resmi meluncurkan 1 sistem strategis yakni Manajemen Talenta ASN, sebagai langkah besar mendorong birokrasi berbasis kinerja dan...

544 Tahun Bogor, 14 Hari Festival dan 2 Agenda Besar Siap Digelar Sederhana Namun Bermakna

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mematangkan persiapan 2 agenda besar, yakni rangkaian Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 dan Hari Raya Idul Adha...

2 Atlet Master Female Raih Juara di Ajang Lari Jaksa

JAKARTA, JurnalisWarga.id — Dua atlet perempuan kategori master berhasil mencatatkan prestasi gemilang dalam ajang lomba lari yang digelar oleh Kejaksaan Republik Indonesia. Prestasi tersebut...

 

ARTIKEL TERKAIT