LGBT DALAM KAJIAN INTERDISIPLINER

Penulis: M Rizal Aris, (mahasiswa Pascasarjana Filsafat Islam Sadra). Pengasuh pondok pesantren Nanggerang/Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Dpc Ajwi kabupaten Bogor.

JURNALIS WARGA.ID, LGBT (Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender) adalah istilah baru dalam kosakata Indonesia. Belakangan istilah ini menjadi populer dan dibincang dibanyak forum2 resmi (ilmiah) maupun warung kopi.

Keberadaan dan sepak terjang LGBT ini menimbulkan pro dan kontra. Ada yang menolak, ada juga yang setuju dengan keberadaan mereka, tentu dengan argumentasi rasional dan sudut pandang masing-masing. Tulisan atau makalah ini berusaha untuk netral, tidak memihak kepada yang menolak maupun yang setuju, akan tetapi penulis akan mengetengahkan kajian dari sudut interdisipliner, sehingga pembaca bisa memilih diposisi mana keberpihakannya.

Kajian interdisipliner merupakan pendekatan yang digunakan untuk melakukan pemecahan masalah atau mencari solusi dengan menggunakan dua atau lebih disiplin ilmu pengetahuan. Kajian interdisipliner mengenai LGBT kali ini dilihat dari 2 sudut ilmu pengetahuan yakni ilmu kedokteran atau kesehatan dan ilmu agama.

Baca Juga:  JENDERAL TNI ANDIKA PERKASA SEBAGAI PANGLIMA TNI HAK PREROGATIF PRESIDEN

Pertama dari sudut ilmu kedokteran atau kesehatan mengatakan bahwa LGBT bukan suatu penyakit dan bukan pula gangguan, sehingga LGBT tidak perlu disembuhkan.1) argumentasi tersebut diperkuat oleh ahli Neurology, dr Ryu Hasan yang menjelaskan bahwa orientasi seksual yang dihadapi kaum LGBT bukanlah sebuah penyakit apalagi penyakit menular yang harus dijauhi. LGBT secara kesehatan dipandang sebagai sesuatu yang normal.2)

Kedua dari sudut ilmu agama yakni tinjauan agama-agama atas istilah LGBT, agama Islam dan Kristen sangat keras menolaknya, bahkan LGBT dianggap sebuah kejahatan dan dosa. Kegiatan LGBT merupakan sesuatu yang dikutuk oleh Tuhan dan pelakunya harus dihukum mati. Namun pandangan dari agama lain tentang LGBT tentu memiliki dasar kajian masing-masing. Dalam Islam LGBT dilarang keras dan dianggap sebagai dosa besar karena menyalahi kodrat sebagai manusia. Begitupun dalam agama Kristen, Tuhan Yesus membenci dosa homoseksual sama seperti dosa-dosa yang lain. 3).

Baca Juga:  MUKI DIY GELAR RAPAT PLENO DI HADIRI WAKIL WALIKOTA YOKYAKARTA

Kami berharap dalam kajian ini ada tinjauan dari sudut pandang Fiqh (bayani, burhani dan Irfani/ tasawuf maupun ilmu-ilmu sosiologi, hukum, HAM dan Humaniora, untuk memperkaya materi sehingga ditemukan banyak solusi atas permasalahan masyarakat khususnya LGBT

  • M Rizal Aris, (mahasiswa Pascasarjana Filsafat Islam Sadra
    .1) BBC.com
    ,2) Tribun news.9 Feb 2016
    ,3) LGBT dalam perspektif agama dan budaya Nusantara. M. Agrim P. W Dinas Kastart BEM Fisipol 20 April 2018.

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Pemkab Bogor Tutup Jalan Tegar Beriman Saat CFD, Warga Diminta Cari Jalur Alternatif

Bogor, jurnaliswarga.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor akan kembali menggelar Car Free Day (CFD) di kawasan Cibinong pada Minggu (5/4/2026). Kegiatan tersebut dipusatkan di...

Segel Dilanggar, Hukum Dipertanyakan: Rahmad Sukendar Semprot Keras Aparat di Kasus PT Gandasari Shipyard

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID - Kasus penimbunan pesisir oleh PT Gandasari Shipyard di Bintan kian memanas. Tak lagi sekadar dugaan pelanggaran izin lingkungan, perkara ini kini...

Mensos Gus Ipul Tak kenal Libur, Penyaluran Bantuan Korban Bencana Sumatra Tetap Terlaksana

Jakarta, Jurnaliwarga.id - Penyerahan bantuan dilakukan secara hybrid dan dipimpin langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melalui sambungan Zoom dari Kantor Kemensos...

Gempa Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Presiden Minta Penyelamatan Warga Jadi Prioritas

Jakarta, Jurnaliswarga.id - Pemerintah bergerak cepat dalam merespons bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda wilayah Sulawesi Utara (Sulut), Maluku Utara (Malut), dan...

IGORNAS Sukabumi Gelar Jambore 2026, Satukan Semangat Guru Olahraga Menuju Generasi Sehat dan Berprestasi

SUKABUMI, JURNALISWARGA.ID — Semangat kebersamaan dan komitmen membangun generasi sehat kembali digaungkan oleh IGORNAS Kabupaten Sukabumi melalui rencana pelaksanaan Jambore IGORNAS 2026. Kegiatan ini menjadi...

 

ARTIKEL TERKAIT