Mentan Andi Amran Sulaiman Dorong Riset Kampus Jadi Solusi Nyata Pertanian Nasional
https://www.facebook.com/Jurnaliswarga.id
SURABAYA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah terus mendorong penguatan riset dan inovasi di sektor pertanian agar mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dan perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi konkret bagi pembangunan pertanian nasional.
Hal tersebut disampaikan Mentan Amran usai menghadiri wisuda di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, riset yang dilakukan mahasiswa tidak boleh berhenti pada kajian akademik semata, melainkan harus mampu menghasilkan inovasi yang aplikatif dan langsung dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemerintah.
“Setiap kami membutuhkan teknologi baru sesuai kebutuhan negara, itu bisa langsung dibuat. Ini bukti bahwa riset kampus mampu menjawab kebutuhan sektor pertanian secara cepat dan tepat,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Salah satu contoh nyata adalah pengembangan traktor listrik karya ITS yang dinilai lebih efisien, ramah lingkungan, serta memiliki biaya produksi jauh lebih murah dibandingkan alat konvensional berbahan bakar solar.
Selain alat mesin pertanian, Mentan Amran juga menyoroti pengembangan energi alternatif berbasis kelapa sawit, seperti bensin sawit (benwit), yang tengah dipersiapkan melalui kerja sama dengan PTPN IV. Inovasi ini diproyeksikan menjadi bagian dari solusi energi masa depan Indonesia.
Ia menegaskan, penguatan riset pertanian menjadi kunci dalam menghadapi tiga krisis global yang saat ini dihadapi dunia, yakni krisis pangan, energi, dan air.
Dalam konteks ketahanan pangan, pemerintah mencatat capaian signifikan dengan stok nasional yang mencapai 4,9 juta ton dan diproyeksikan segera menembus 5 juta ton—tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Sementara itu, di sektor energi, pemerintah tengah mempercepat transisi menuju kemandirian melalui pemanfaatan biofuel berbasis crude palm oil (CPO) dan bioetanol, guna mengurangi ketergantungan terhadap impor energi fosil.
“Insya Allah kita menuju kemandirian energi dari produksi dalam negeri. Ini menjadi langkah besar bagi masa depan bangsa,” tegasnya.
Di akhir, Mentan Amran mengajak seluruh mahasiswa dan lulusan perguruan tinggi untuk aktif berkontribusi dalam pembangunan nasional melalui kolaborasi dan kerja nyata.
“Ayo kita kerja untuk Merah Putih. Tidak ada yang tidak bisa jika kita bersatu,” pesannya.
Sementara itu, Rektor ITS, Bambang Pramujati, menegaskan komitmen kampus dalam mendorong riset yang berdampak langsung bagi masyarakat dan industri.
Ia menekankan bahwa penelitian tidak boleh berhenti di atas kertas, melainkan harus menghasilkan produk inovatif yang dapat dimanfaatkan secara luas, termasuk melalui kolaborasi dengan pemerintah.
Dilansir dari siaran pers Kementerian Pertanian RI, Senin, 20 April 2026
SUMBER LINK BERITA, KLIK DISINI
https://www.pertanian.go.id/?show=news&act=view&id=7694
