Kemendiktisaintek Percepat Hilirisasi Riset, Prime Step 2026

YOGYAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat transformasi ekonomi berbasis inovasi dengan mendorong percepatan hilirisasi hasil riset perguruan tinggi. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui pelaksanaan Kick-Off Mid Term Review Mission Program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) 2026 yang digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Kemendiktisaintek Percepat Hilirisasi Riset, Prime Step 2026

Kegiatan yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek bersama Asian Development Bank (ADB) tersebut menjadi forum strategis untuk mengevaluasi capaian program, mengidentifikasi berbagai tantangan implementasi, serta menyusun langkah percepatan hingga masa penutupan program pada tahun 2027.

Program PRIME STeP merupakan hasil kerja sama Pemerintah Indonesia dan ADB yang bertujuan memperkuat kapasitas Science Techno Park (STP) di perguruan tinggi, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, serta mendorong lahirnya startup berbasis teknologi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Heri Kuswanto, menegaskan bahwa Mid Term Review Mission menjadi momentum penting untuk memastikan seluruh target program dapat dicapai secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional.

Baca Juga:  Prof. Henry Soroti Pembatasan Rekening Aktivis Pati 2026

“Mid term review mission ini menjadi kesempatan untuk meninjau capaian yang telah diraih, mengidentifikasi berbagai tantangan yang masih dihadapi, serta memastikan setiap kendala dapat diatasi sedini mungkin,” ujar Heri Kuswanto.

Sementara itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana, menekankan pentingnya percepatan implementasi program agar hasil riset tidak hanya berhenti sebagai produk akademik, tetapi mampu dikomersialisasikan dan dimanfaatkan oleh dunia industri.

“Secara umum pelaksanaan PRIME STeP sudah berada pada jalur yang tepat. Namun diperlukan upaya ekstra agar hasil riset benar-benar dapat dimanfaatkan industri dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Capaian program hingga akhir tahun 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sebanyak 118 kekayaan intelektual yang dihasilkan empat Science Techno Park perguruan tinggi telah dimanfaatkan oleh industri melalui perjanjian lisensi maupun penggunaan komersial.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi Indonesia semakin mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan manfaat langsung bagi masyarakat.

Project Director sekaligus ADB Mission Leader, Yumiko Yamakawa, menyebut PRIME STeP sebagai salah satu proyek unggulan yang mendapat perhatian internasional. Menurutnya, berbagai capaian Indonesia dalam pengembangan Science Techno Park dan komersialisasi riset telah menjadi rujukan bagi sejumlah negara yang tengah mengembangkan program serupa.

Baca Juga:  Prof. Henry Yosodiningrat: Audit BPKP Tak Bisa Jadi Bukti Kerugian Negara 2026

Melalui evaluasi ini, pemerintah bersama ADB mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat kemitraan dengan dunia industri, memperluas pemanfaatan hasil inovasi, serta memastikan keberlanjutan startup teknologi yang lahir dari kampus.

Kegiatan Mid Term Review Mission PRIME STeP 2026 juga akan dilanjutkan dengan serangkaian diskusi teknis dan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi pelaksana, yakni Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI).

Langkah ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan akademisi dan pelaku industri karena dinilai mampu mempercepat transformasi riset menjadi produk bernilai ekonomi tinggi yang mendukung daya saing bangsa.

Melalui program PRIME STeP, Kemdiktisaintek semakin mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem inovasi nasional yang kuat, mempercepat hilirisasi riset, serta menjadikan perguruan tinggi sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi menuju Indonesia Emas 2045.(Red/nR)

Sumber Informasi:
Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Satu Kepedulian Bisa Berarti: Dokter Spesialis Jiwa IHC RS Pertamina Prabumulih Bicara tentang Pencegahan Bunuh Diri

PRABUMULIH — Tidak semua orang yang sedang menghadapi persoalan berat mampu mengatakannya secara langsung. Ada yang tetap bekerja, tersenyum, berbicara dengan orang lain, dan...

IHC RS Pertamina Prabumulih Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — IHC RS Pertamina Prabumulih kembali hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian Smanda Event ke-11 yang digelar...

Sigap di Tengah Konser Utopia Band, IHC RS Pertamina Prabumulih Jadi Tim Emergency Uthopia Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — Di tengah riuhnya musik dan antusiasme para pelajar dalam Konser Band Uthopia Smanda Event ke-11 yang digelar pada 10 September 2026, kehadiran...

Hari Olahraga Nasional, IHC RS Pertamina Prabumulih: Kita Berolahraga Bukan Sekadar Agar Kuat, Tetapi Agar Tetap Sehat untuk Orang yang Kita Cintai

PRABUMULIH – Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), IHC RS Pertamina Prabumulih hadir memberikan pesan penting kepada masyarakat tentang arti olahraga dan aktivitas fisik bagi...

BPI KPNPA RI Bogor Sorot Marwah APH dan Alarm Moral Kabupaten Bogorr

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor melontarkan kritik keras terhadap dinamika...

 

ARTIKEL TERKAIT