Home / Jakarta / Nasional / Sekretariat Kepresidenan

Selasa, 26 Oktober 2021 - 15:21 WIB

Pandemi Belum Berakhir, Presiden Ingatkan Tiga Hal Pemicu Kenaikan Kasus

Jurnaliswarga.id, Jakarta-Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa meski situasi penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia makin membaik, namun harus tetap disikapi dengan hati-hati. Sejumlah indikator seperti tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau _bed occupancy ratio_ (BOR), _positivity rate_, hingga laju reproduksi efektif (Rt) telah berada di bawah standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Artinya, (kita) pada posisi yang baik, pada posisi yang rendah. Tetapi perlu saya ingatkan bahwa pandemi ini belum berakhir,” ujar Presiden Joko Widodo saat memberikan pengarahan kepada para kepala daerah se-Indonesia secara virtual di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 25 Oktober 2021.

Perkembangan kasus harian juga telah menurun drastis jika dibandingkan dengan kasus saat puncak penularan yang sempat mencapai 56 ribu kasus positif. Dalam empat hari terakhir, kasus harian relatif rendah yakni 22 Oktober hanya 760 kasus, 23 Oktober 802 kasus, 24 Oktober 623 kasus, dan 25 Oktober 460 kasus.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Terima Kunjungan Anggota Kongres Amerika Serikat 2023

Meski demikian, Kepala Negara juga mengingatkan bahwa tren kasus positif di dunia dalam minggu ini mengalami kenaikan sekitar 2 persen. Di Eropa misalnya, dalam minggu ini naik sampai 23 persen. Di Amerika Selatan naik 13 persen.

“Inilah yang harus mengingatkan kita, bahwa kita harus tetap pada posisi hati-hati, pada posisi waspada karena dunia masih dihadapkan pada ketidakpastian. Sekali lagi, terjadi tren kenaikan kasus dunia,” imbuhnya.

Presiden menuturkan bahwa tren kenaikan kasus tersebut masalahnya ada pada tiga hal. Pertama, relaksasi yang terlalu cepat dan tidak melalui tahapan-tahapan. Kedua, protokol kesehatan yang tidak disiplin lagi, misalnya kebijakan lepas masker di sejumlah negara. Ketiga, pembelajaran tatap muka di sekolah.

Baca Juga:  Peresmian Jalan Raja Program Samisade Desa Purwasari

“Hati-hati juga mengenai sekolah, yaitu pembelajaran tatap muka. Tiga hal ini agar kita semuanya hati-hati,” lanjutnya.

Menurut Presiden, protokol kesehatan di sekolah harus dijalankan secara disiplin dan ketat terutama di sejumlah area seperti kantin dan tempat parkir. Selain itu, Presiden juga meminta agar para kepala daerah dan seluruh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk turut mengingatkan pihak sekolah.

“Kita juga perlu pengawasan lapangan. Manajemen pengawasan lapangan ini sangat diperlukan sehingga kejadian-kejadian yang ada di negara lain tidak terjadi di sini,” ungkapnya.

“Saya berharap agar pembelajaran tatap muka terus didorong, tetapi juga percepatan vaksinasi terhadap anak-anak kita, murid-murid kita juga dipercepat. Pendidikan yang tetap berkualitas harus kita hadirkan di tengah-tengah anak didik kita,” tandasnya.

Editor : Nimbrod Rungga

Sumber:
Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden

Share :

Baca Juga

Jakarta

Aliansi Masyarakat & Mahasiswa Papua Anti Korupsi dan Suka Hukum mendesak Terdakwa Plt Bupati Mimika agar segera ditahan dan di non aktifkan 2023
Polsek Cileungsi : Menjaga Kondusifitas Di Wilayah Hukum Bhabinkamtibmas Mengajak Warga Binaan Melalui Pesan Kamtibmas 2023

Sekretariat Kepresidenan

Polsek Cileungsi : Menjaga Kondusifitas Di Wilayah Hukum Bhabinkamtibmas Mengajak Warga Binaan Melalui Pesan Kamtibmas 2023

Nasional

Buka Rakorbidnas Badan Hukum PDIP, Yasonna: Satukan Gerak Menyongsong Pemilu 2024

Jakarta

Ketua Umum IWO Indonesia Hadiri Rakernas ADVOKAI di Bali

Nasional

Pewarna Indonesia Menelusuri NAPAK TILAS Perjalanan RASUL Di JAWA

Jakarta

GIBRAN SERUKAN KADER-KADER KARANG TARUNA PERKUAT PENGABDIAN SOSIAL UNTUK MASYARAKAT

Jakarta

BPSDM Kemendagri Terima Audiensi BEM Universitas Krisna Dwipayana

Hukum

Upacara Bulanan Polda Sultra, Ini Penekanan Irjen Pol Drs. Teguh Pristiwanto Kepada Personel
Lewat ke baris perkakas