AJARAN LELUHUR NUSANTARA

Tulisan ini sebenarnya kelanjutan dari serial Islam Nusantara yang tempo hari saya upload di FB ini. Tetapi kajian ini lebih menekankan ke peradaban Nusantara secara umum bukan hanya dari sisi Islam. Beragam alasan yang melatarbelakangi tulisan ini diantaranya adalah Fenomena orang Indonesia yang lebih membanggakan peradaban negara lain dengan selalu mengikuti trend tradisi budaya (akademik) bangsa lain khususnya bangsa-bangsa Eropa dan Arab dari pada bangga dengan budaya dan peradaban bangsa sendiri. Ajaran dan konsep asing rame dipakai, sementara ajaran leluhur ditinggal bahkan di cemooh.

Dalam rumpun ilmu -ilmu sekuler mereka bangga mengutip, mengadopsi bahkan mencontek konsep barat, sedangkan dalam rumpun agama (Islam) bangga dengan idiom-idiom Arab. Padahal Arab maupun Barat sama-sama menjajah dan merusak peradaban leluhur kita.

sejak jaman baheula (lawas), sekali lagi saya tegaskan yang merusak bangsa kita adalah bangsa Arab dan Eropa. Kita harus sadar itu. Nusantara dimasa lalu adalah pusat peradaban dunia. Ketika Eropa dan Arab masih sibuk saling memangsa sesama, leluhur kita sudah berhasil membuktikan keunggulannya dengan nilai-nilai luhur.
Candi Borobudur dan yang terakhir adalah situs gunung Padang menjadi bukti keunggulan peradaban material leluhur Nusantara.
Dalam ranah immaterial pun leluhur kita jauh lebih maju melahirkan berbagai konsep dan produk intelektual, bahkan sebagian produk intelektual ulama dari Termas Kediri, Banten dll dipakai dan diajarkan dikampus Timur-Tengah seperti Al-Azhar Mesir. Banyak khazanah kita saat ini dikuasa dan dimiliki negara lain seperti Belanda. Yang lebih menyedihkan lagi atau saking cerobohnya adalah saat ini banyak karya kuno seperti manuskrip para cendekiawan Nusantara dikuasa negara tetangga Malaysia.

Baca Juga:  Kodim 1016 Palangka Raya Bersama Baznas Resmikan Bedah Rumah Layak Huni

Intinya jangan sampai kita menjadi inferior baik dengan Eropa maupun Arab, keduanya selain merampas juga mencontek khazanah leluhur kita. Contoh kecil yang lagi viral adalah Black Sumatera (ayam hias asli Sumatera) yang lagi rame di Belanda dan Amerika. Mereka membawa dan mengembang biakkan ternak asli Nusantara.

Baca Juga:  Tutup Pelatihan TMT Di Kabupaten Muna, La Ode Haji Polondu Harapkan Siswa Lebih Produktif

Tiba saatnya kita bangkit melawan segala bentuk penjajahan barat maupun Arab. Diantara yang harus dilawan adalah ideologi import baik politik maupun ekonomi bahkan agama sekalipun. Kita harus berani menampilkan jatidiri sebagai penerus ajaran leluhur yang agung seperti “Teposeliro”(menghargai), Tulung tinulung (tolong menolong) menang tanpo ngasorake dan sebagainya dengan kepala tegak.

Dalam kehidupan beragama leluhur kita juga jauh lebih maju, buktinya segala macam keyakinan, agama hidup damai berdampingan tanpa saling mengancam apalagi menghancurkan.

*M Rizal Aris
Pimpinan pesantren Nanggerang,
Ketua Yayasan Bhakti Budhi Pertiwi

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Sekda Bogor Ajat Rochmat Jatnika Lepas Gowes Napak Tilas HJB ke-544, Perkuat Cinta Sejarah dan Potensi Kabupaten Bogor

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, secara resmi melepas ratusan peserta Gowes Napak Tilas Bogor dalam...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Kolaborasi Lingkungan, Warga Apresiasi Komitmen Menuju Bogor Hijau dan Berkelanjutan 2026

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui dialog...

Kemendikdasmen dan Gubernur NTT Perkuat Gerakan Jam Belajar, Budaya Literasi Keluarga Kian Menguat di Nusa Tenggara Timur 2026

KUPANG, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi terus menunjukkan hasil positif. Kementerian Pendidikan Dasar...

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Percepat Digitalisasi Pendidikan di Teluk Bintuni, Ribuan Siswa Papua Barat Siap Nikmati Pembelajaran Modern 2026

TELUK BINTUNI, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal kembali ditegaskan melalui langkah nyata Kementerian...

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kemdiktisaintek Teguhkan Pendidikan, Riset dan Inovasi Berlandaskan Nilai Pancasila

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, riset, sains,...

 

ARTIKEL TERKAIT