Kritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional Diperlukan

CIBINONG,JURNALISWARGA.ID–Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor tahun 2026-2027 menuai kritik tajam. Agenda tahunan yang diklaim sebagai wadah aspirasi ini dinilai hanya menjadi “panggung formalitas” birokrasi, sementara kebutuhan riil masyarakat di akar rumput terus terpinggirkan.

Aspirasi Rakyat atau Sekadar Titipan Politik?
Meskipun Pemerintah Kabupaten Bogor mengklaim pembangunan berbasis aspirasi, fakta di lapangan menunjukkan ketimpangan porsi penyampaian pendapat. Porsi terbesar dalam menentukan arah kebijakan justru didominasi oleh:

Kritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanKritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanPokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD: Ribuan usulan diserahkan melalui jalur reses anggota dewan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa program yang disetujui lebih condong pada kepentingan elektoral dibandingkan prioritas kebutuhan warga.

Baca Juga:  Danrem 061/Sk Dampingi Pangdam III/Slw Peletakan Batu Pertama Pembangunan Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia PT. Eiger Adventure Land

Elite Birokrasi dan SKPD: Perencanaan seringkali bersifat top-down untuk memenuhi target administrasi pemerintah pusat dan provinsi, mengalahkan usulan mendesak dari Musrenbang Desa.

Kritik terhadap Musrenbang “Basa-Basi”
Kritik ini menyoroti beberapa poin krusial yang memerlukan atensi nasional dari Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas:

Kritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanKritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanKurangnya Transparansi: Publik sulit mengakses sejauh mana usulan dari tingkat desa benar-benar diakomodasi hingga ke APBD.

Ketimpangan Wilayah: Pembangunan masih terpusat di area perkotaan (Cibinong dan sekitarnya), sementara wilayah pelosok Bogor seringkali hanya menjadi pemanis dokumen perencanaan.

Kualitas SDM vs Infrastruktur: Meskipun isu SDM sering disebut, realisasi anggaran masih didominasi oleh proyek infrastruktur fisik yang rawan akan kepentingan kontraktor.

Baca Juga:  Lokasi Wisata Manjakan anda: Jambu Luwuk Resort Bogor Merupakan Salah Satu Referensi Lokasi Outbound di Bogor

Tuntutan Atensi Nasional
Kami mendesak adanya pengawasan ketat terhadap RKPD Kabupaten Bogor 2027 agar tidak hanya menjadi dokumen administratif untuk membelanjakan APBD triliunan rupiah tanpa dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan dan perbaikan pelayanan publik.

Musrenbang tidak boleh hanya menjadi ritual tahunan untuk menggugurkan kewajiban undang-undang. Rakyat butuh bukti, bukan sekadar janji yang dibungkus dalam rapat-rapat hotel berbintang,” tegas perwakilan aliansi masyarakat sipil Bogor

Penulis Tim Aliansi PANDAWA (Pengawal Hak warga dan pengawasan anggaran negara)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Bupati Bogor Jadikan Sensus Ekonomi Fondasi Pembangunan 2036

CIBINONG, JURNALISWARGA.ID — Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan Sensus Ekonomi 2026 harus menjadi fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan Kabupaten Bogor hingga 2036. Pernyataan tersebut...

Jangan Panik! Ini yang Harus Dilakukan Saat Darurat Terjadi di Rumah, Healthy Talk RS Pertamina Prabumulih Bekali Istri Pekerja PT PDSI

Prabumulih, 30 Agustus 2026 — Situasi darurat di rumah dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons yang cepat serta tepat. Pengetahuan dasar mengenai pertolongan...

Jangan Abaikan Napas Anak Saat Kabut Asap, Ini Pesan Dokter Spesialis Anak RS Pertamina Prabumulih

Prabumulih — Langit yang mulai diselimuti kabut asap mungkin terlihat seperti persoalan udara semata. Namun bagi tubuh, terutama saluran pernapasan anak, kualitas udara yang...

Tampil Beda, RS Pertamina Prabumulih Hadirkan Jadwal Dokter Poster Film

Prabumulih - Tidak semua orang datang ke rumah sakit dengan perasaan yang sama. ada yang datang membawa harapan untuk segera sembuh, ada yang menemani orang terkasih,...

Prof. Henry Soroti SEMA MA 3/2026 soal Praperadilan

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Pakar hukum pidana Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H. menyoroti secara kritis Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 3 Tahun 2026...

 

ARTIKEL TERKAIT