Kritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional Diperlukan

CIBINONG,JURNALISWARGA.ID–Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bogor tahun 2026-2027 menuai kritik tajam. Agenda tahunan yang diklaim sebagai wadah aspirasi ini dinilai hanya menjadi “panggung formalitas” birokrasi, sementara kebutuhan riil masyarakat di akar rumput terus terpinggirkan.

Aspirasi Rakyat atau Sekadar Titipan Politik?
Meskipun Pemerintah Kabupaten Bogor mengklaim pembangunan berbasis aspirasi, fakta di lapangan menunjukkan ketimpangan porsi penyampaian pendapat. Porsi terbesar dalam menentukan arah kebijakan justru didominasi oleh:

Kritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanKritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanPokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD: Ribuan usulan diserahkan melalui jalur reses anggota dewan. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa program yang disetujui lebih condong pada kepentingan elektoral dibandingkan prioritas kebutuhan warga.

Baca Juga:  Pj Bupati Bogor Hadiri HUT TNI ke-79 Di Sempur Bogor

Elite Birokrasi dan SKPD: Perencanaan seringkali bersifat top-down untuk memenuhi target administrasi pemerintah pusat dan provinsi, mengalahkan usulan mendesak dari Musrenbang Desa.

Kritik terhadap Musrenbang “Basa-Basi”
Kritik ini menyoroti beberapa poin krusial yang memerlukan atensi nasional dari Kementerian Dalam Negeri dan Bappenas:

Kritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanKritik Aliansi PANDAWA: Musrenbang Kabupaten Bogor 2026 Hanya Ritual Seremonial, Suara Rakyat Dikesampingkan Atensi Nasional DiperlukanKurangnya Transparansi: Publik sulit mengakses sejauh mana usulan dari tingkat desa benar-benar diakomodasi hingga ke APBD.

Ketimpangan Wilayah: Pembangunan masih terpusat di area perkotaan (Cibinong dan sekitarnya), sementara wilayah pelosok Bogor seringkali hanya menjadi pemanis dokumen perencanaan.

Kualitas SDM vs Infrastruktur: Meskipun isu SDM sering disebut, realisasi anggaran masih didominasi oleh proyek infrastruktur fisik yang rawan akan kepentingan kontraktor.

Baca Juga:  Penduduk miskin di Kabupaten Bogor turun dari 7,05% menjadi 6,25% di 2025

Tuntutan Atensi Nasional
Kami mendesak adanya pengawasan ketat terhadap RKPD Kabupaten Bogor 2027 agar tidak hanya menjadi dokumen administratif untuk membelanjakan APBD triliunan rupiah tanpa dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan dan perbaikan pelayanan publik.

Musrenbang tidak boleh hanya menjadi ritual tahunan untuk menggugurkan kewajiban undang-undang. Rakyat butuh bukti, bukan sekadar janji yang dibungkus dalam rapat-rapat hotel berbintang,” tegas perwakilan aliansi masyarakat sipil Bogor

Penulis Tim Aliansi PANDAWA (Pengawal Hak warga dan pengawasan anggaran negara)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Sekda Bogor Ajat Rochmat Jatnika Lepas Gowes Napak Tilas HJB ke-544, Perkuat Cinta Sejarah dan Potensi Kabupaten Bogor

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, secara resmi melepas ratusan peserta Gowes Napak Tilas Bogor dalam...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Kolaborasi Lingkungan, Warga Apresiasi Komitmen Menuju Bogor Hijau dan Berkelanjutan 2026

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui dialog...

Kemendikdasmen dan Gubernur NTT Perkuat Gerakan Jam Belajar, Budaya Literasi Keluarga Kian Menguat di Nusa Tenggara Timur 2026

KUPANG, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi terus menunjukkan hasil positif. Kementerian Pendidikan Dasar...

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Percepat Digitalisasi Pendidikan di Teluk Bintuni, Ribuan Siswa Papua Barat Siap Nikmati Pembelajaran Modern 2026

TELUK BINTUNI, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal kembali ditegaskan melalui langkah nyata Kementerian...

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kemdiktisaintek Teguhkan Pendidikan, Riset dan Inovasi Berlandaskan Nilai Pancasila

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, riset, sains,...

 

ARTIKEL TERKAIT