Mati Suri Keadilan Pajak di Kabupaten Bogor: Skandal “Pukul Rata” Pajak Rugikan Pengusaha Kecil, Aliansi PANDAWA Desak Atensi Nasional 2026

BOGOR, Jurnaliswarga.id – Praktik perpajakan di Kabupaten Bogor tengah berada dalam sorotan tajam. Dugaan adanya mati suri praktik “pukul rata” atau penerapan tarif pajak flat yang dilakukan oleh oknum penerima Upah Pungut (UP) terhadap pelaku usaha, tanpa mempedulikan skala omzet di bawah atau di atas Rp1 miliar, memicu gelombang protes dan kritik keras dari berbagai elemen masyarakat dan pelaku usaha.Jum’at (10/4/2026)

Ketimpangan Nyata: Omzet Mikro Disamakan dengan Korporasi
Aliansi Pengawal Hak warga dan pengawasan anggaran negara (PANDAWA) menemukan indikasi kuat di lapangan bahwa oknum petugas pemungut pajak di tingkat kabupaten cenderung mengabaikan azas keadilan dalam perpajakan. Pelaku usaha dengan omzet di bawah Rp1 miliar—yang seharusnya mendapatkan insentif atau tarif khusus sesuai klasifikasi UMKM—justru dibebankan nilai pajak yang hampir serupa dengan pengusaha beromzet di atas Rp1 miliar.

“Ini adalah pembunuhan sistematis terhadap usaha mikro dan menengah di Kabupaten Bogor. Bagaimana mungkin warung atau usaha kecil dipukul rata pajaknya dengan bisnis yang sudah stabil di atas satu miliar? Ini bukan lagi penegakan aturan, ini adalah premanisme birokrasi berkedok target pendapatan daerah,” tegas Koordinator ALIANSI PANDAWA dalam keterangannya.

Baca Juga:  Kecelakaan Maut di Pertigaan Cibucil Jonggol, Satu Korban Meninggal

Mati Suri Keadilan Pajak di Kabupaten Bogor: Skandal "Pukul Rata" Pajak Rugikan Pengusaha Kecil, Aliansi PANDAWA Desak Atensi Nasional Sorotan Tajam terhadap Oknum “Upah Pungut” (UP)
Kritik paling tajam diarahkan pada oknum-oknum yang mengejar target Upah Pungut (UP). Diduga kuat, demi mengejar persentase insentif pemungutan pajak yang masuk ke kantong pribadi/instansi, oknum-oknum ini melakukan simplifikasi aturan (flat tax) tanpa melakukan verifikasi lapangan yang jujur terhadap kemampuan bayar wajib pajak (WP)

“Upah Pungut seharusnya menjadi stimulus untuk bekerja profesional, bukan menjadi motivasi untuk melakukan pemerasan legal terhadap pelaku usaha. Jika pajak dipukul rata, maka asas ability to pay (kemampuan membayar) telah mati di Kabupaten Bogor,” tambah pernyataan tersebut.

Mengingat skala ekonomi Kabupaten Bogor yang sangat besar dan strategis, masalah ini kini menuntut atensi nasional dari Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Aliansi mendesak langkah-langkah berikut:

Audit Investigatif: Meminta Inspektorat Jenderal dan BPK untuk mengaudit aliran Upah Pungut dan metode penetapan pajak di Kabupaten Bogor.

Baca Juga:  Brigjen TNI Achmad Fauzi Tidak Kenal Lelah Pantau 4 Titik Percepatan Vaksinasi Kota Dan Kab Bogor

Omzet di Atas 1 Miliar (hingga Rp4,8 Miliar):
Masih dapat menggunakan fasilitas PPh Final 0,5%. Namun, Anda harus mulai mempertimbangkan kewajiban sebagai Pengusaha Kena Pajak (PKP) jika omzet mendekati Rp4,8 miliar, karena di atas angka tersebut tarif pajak akan berubah menjadi tarif normal (skema pembukuan).

Transparansi Klasifikasi WP: Pemkab Bogor harus segera mempublikasikan basis data klasifikasi WP secara transparan agar tidak ada lagi celah “negosiasi” atau “pukul rata” di lapangan.

Sanksi Tegas: Meminta Bupati Bogor untuk menindak tegas oknum pejabat atau petugas yang terbukti mengabaikan regulasi tarif berjenjang demi mengejar target UP.

Pajak adalah instrumen pembangunan, bukan alat penindasan ekonomi. Jika praktik “pukul rata” ini dibiarkan, Kabupaten Bogor akan menjadi wilayah yang tidak ramah investasi bagi pelaku usaha kecil, yang pada akhirnya akan meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan di daerah. (Red/Tim Aliansi Pandawa)

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Sekda Bogor Ajat Rochmat Jatnika Lepas Gowes Napak Tilas HJB ke-544, Perkuat Cinta Sejarah dan Potensi Kabupaten Bogor

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, secara resmi melepas ratusan peserta Gowes Napak Tilas Bogor dalam...

Bupati Bogor Rudy Susmanto Perkuat Kolaborasi Lingkungan, Warga Apresiasi Komitmen Menuju Bogor Hijau dan Berkelanjutan 2026

CIBINONG, Jurnaliswarga.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan kembali ditegaskan oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto melalui dialog...

Kemendikdasmen dan Gubernur NTT Perkuat Gerakan Jam Belajar, Budaya Literasi Keluarga Kian Menguat di Nusa Tenggara Timur 2026

KUPANG, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan budaya literasi terus menunjukkan hasil positif. Kementerian Pendidikan Dasar...

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Percepat Digitalisasi Pendidikan di Teluk Bintuni, Ribuan Siswa Papua Barat Siap Nikmati Pembelajaran Modern 2026

TELUK BINTUNI, JURNALISWARGA.ID – Komitmen pemerintah pusat dalam menghadirkan pendidikan berkualitas hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal kembali ditegaskan melalui langkah nyata Kementerian...

Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Kemdiktisaintek Teguhkan Pendidikan, Riset dan Inovasi Berlandaskan Nilai Pancasila

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Momentum Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk memperkuat komitmen membangun sumber daya manusia unggul melalui pendidikan, riset, sains,...

 

ARTIKEL TERKAIT