JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) terus memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia Indonesia dengan menempatkan sektor pendidikan sebagai bagian strategis dalam Peta Jalan dan Agenda Riset Nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidikan Jadi Pilar Strategis, Kemdiktisaintek Perkuat Agenda Riset Nasional 2045. Komitmen tersebut ditegaskan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kemdiktisaintek melalui Focus Group Discussion (FGD) Reviu dan Validasi Peta Jalan Riset Bidang Pendidikan yang digelar di Gedung D Kemdiktisaintek, Jakarta, Selasa (13/5/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur akademisi, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha dan dunia industri (DUDI), hingga asosiasi pendidikan nasional sebagai bentuk sinergi memperkuat arah kebijakan riset pendidikan Indonesia.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Fauzan Adziman menegaskan bahwa pembangunan riset nasional tidak lagi hanya berpusat pada bidang sains dan teknologi (STEM), tetapi juga memberikan ruang besar bagi sektor sosial humaniora, khususnya pendidikan.
“Pendidikan merupakan aspek kunci dalam pembangunan talenta nasional dan fondasi penting bagi berbagai bidang strategis nasional,” ujar Fauzan.
Langkah tersebut dinilai menjadi strategi penting pemerintah dalam menyiapkan generasi unggul yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, dunia industri, serta tantangan global di masa depan.
Tim penyusun bidang pendidikan yang dipimpin Markus Diantoro merumuskan tiga fokus utama agenda riset pendidikan nasional. Pertama, menyiapkan lulusan pendidikan dasar dan menengah agar siap melanjutkan pendidikan tinggi. Kedua, mendorong lulusan perguruan tinggi agar adaptif terhadap perkembangan sains, teknologi, dan dunia kerja. Ketiga, memperkuat pendidikan nonformal agar memiliki pengakuan dan akses yang setara.
Menurut Prof. Markus, keberhasilan pembangunan nasional pada akhirnya sangat ditentukan kualitas manusia yang dipersiapkan melalui sistem pendidikan yang kuat dan relevan.
“Keberhasilan teknologi, industri, dan agenda strategis nasional sangat ditentukan oleh sumber daya manusia yang siap dan adaptif terhadap perubahan,” tegasnya.
Dalam forum tersebut, berbagai pemangku kepentingan juga menyampaikan masukan strategis terkait penguatan kualitas guru, peningkatan literasi dan numerasi, pengembangan pendidikan anak usia dini, hingga pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial yang tetap memperhatikan aspek etika dan perlindungan anak.
Industri nasional seperti PT Pindad turut menyoroti pentingnya pemetaan kompetensi industri serta penguatan soft skills lulusan agar mampu bersaing di tingkat global.
Melalui penguatan peta jalan riset pendidikan ini, pemerintah berharap tercipta kebijakan berbasis riset yang lebih tepat sasaran, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia industri dalam meningkatkan kualitas talenta Indonesia.
Langkah strategis Kemdiktisaintek tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mempercepat transformasi pendidikan nasional agar lebih relevan, kompetitif, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan Indonesia di masa depan.(Red/nR)
Sumber link Berita: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), 14 Mei 2026.
