Etika AI Masuk Babak Baru, Pemerintah Dorong Regulasi Tegas Lindungi Publik 2026

Jakarta, Jurnaliswarga,id – Pemerintah terus menunjukkan keseriusannya dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa etika AI tidak boleh berhenti sebatas seruan moral, melainkan harus diperkuat menjadi regulasi negara yang memiliki kekuatan hukum dan sanksi yang jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima audiensi Vice President of Globethics, Dicky Sofjan, di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital, Jakarta Pusat, Rabu (13/5/2026).

Menurut Nezar Patria, perkembangan teknologi AI yang sangat cepat membutuhkan tata kelola yang kuat agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat. Karena itu, pemerintah mendorong hadirnya regulasi yang mampu menjaga keseimbangan antara inovasi teknologi dan perlindungan nilai-nilai kemanusiaan.

“Etika tidak punya kekuatan interaktif, tapi kalau regulasi ada sanksi dan hukuman,” tegas Nezar Patria.

Baca Juga:  Ketua DPR RI Puan Maharani Singgung Soal Penyelesaian Batas Negara Saat Bertemu Ketua Parlemen Timor-Leste

Etika AI Masuk Babak Baru, Pemerintah Dorong Regulasi Tegas Lindungi Publik 2026

Langkah pemerintah ini dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kedaulatan digital nasional di tengah derasnya arus transformasi teknologi global. Pemerintah juga menilai bahwa AI bukan sekadar isu teknologi, tetapi menyangkut nilai, norma, budaya, hingga arah masa depan bangsa.

Nezar menjelaskan, tantangan utama AI saat ini adalah potensi benturan nilai akibat dominasi model AI global yang sebagian besar dikembangkan negara-negara Barat. Oleh sebab itu, Indonesia harus memastikan bahwa penerapan AI tetap sejalan dengan karakter, budaya, dan kepentingan nasional.

Pemerintah juga mengapresiasi mulai tumbuhnya kesadaran perusahaan teknologi dunia terhadap pentingnya etika dalam pengembangan AI. Bahkan, sejumlah perusahaan teknologi kini melibatkan ahli humaniora dan filsafat guna memitigasi risiko etis dalam produk digital mereka.

Baca Juga:  Dengan Laksanakan Komsos, Babinsa Bantu Warga Bangun Pondasi Rumah

“Sekarang risiko etis itu jadi salah satu kategori di dalam perusahaan teknologi. Tadinya itu tidak ada dalam hirarki risiko mereka,” ujar Nezar.

Komitmen pemerintah dalam membangun ekosistem digital yang aman dan bertanggung jawab juga terlihat dari dukungan terhadap rencana penyelenggaraan Global Ethics Forum di Indonesia pada Oktober mendatang. Forum internasional tersebut diharapkan mampu menghasilkan kesepakatan global terkait tata kelola dan etika AI yang lebih kuat dan berkeadilan.

Langkah progresif pemerintah melalui Kementerian Komdigi ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia tidak hanya ingin menjadi pengguna teknologi, tetapi juga berperan aktif dalam membentuk arah regulasi digital global yang berpihak pada kepentingan masyarakat.(Red/nR)

Sumber Berita:
Siaran Pers Kementerian Komunikasi dan Digital No. 73/HM-KKD/5/2026, Kamis 14 Mei 2026.

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Uang Rp75 Juta Dikembalikan, Rahmad Sukendar Desak Propam Polda Jambi Usut Dugaan Pemerasan Oknum Polisi Merangin

JAMBI, JURNALISWARGA.ID – Dugaan pemerasan yang menyeret oknum anggota Sat Reskrim Polres Merangin, Jambi, kembali menjadi sorotan. Ketua Umum Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara...

Uang Rp16 Juta Dikembalikan, Rahmad Sukendar Desak Propam Polda Jabar Usut Dugaan Pemerasan Oknum Polisi

BANDUNG, JURNALISWARGA.ID – Dugaan pemerasan yang menyeret oknum anggota Sat Tipiter Polresta Bandung di wilayah Soreang mendapat sorotan serius dari Badan Peneliti Independen Kekayaan...

Satu Kepedulian Bisa Berarti: Dokter Spesialis Jiwa IHC RS Pertamina Prabumulih Bicara tentang Pencegahan Bunuh Diri

PRABUMULIH — Tidak semua orang yang sedang menghadapi persoalan berat mampu mengatakannya secara langsung. Ada yang tetap bekerja, tersenyum, berbicara dengan orang lain, dan...

IHC RS Pertamina Prabumulih Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — IHC RS Pertamina Prabumulih kembali hadir lebih dekat dengan masyarakat melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis dalam rangkaian Smanda Event ke-11 yang digelar...

Sigap di Tengah Konser Utopia Band, IHC RS Pertamina Prabumulih Jadi Tim Emergency Uthopia Smanda Event ke-11

PRABUMULIH — Di tengah riuhnya musik dan antusiasme para pelajar dalam Konser Band Uthopia Smanda Event ke-11 yang digelar pada 10 September 2026, kehadiran...

 

ARTIKEL TERKAIT