Jakarta, Jurnaliswarga.id – Pemerintah Indonesia terus memperkuat posisi strategisnya di sektor pertahanan melalui penguatan kerja sama bilateral dengan berbagai negara sahabat. Kali ini, Menteri Pertahanan Republik Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Daniel Blockert di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong penguatan diplomasi pertahanan sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nasional sekaligus memperluas kolaborasi internasional di tengah dinamika geopolitik global.Diplomasi Pertahanan RI-Swedia Menguat, Pemerintah Dorong Modernisasi dan Keamanan Siber.
Dalam pertemuan itu, kedua negara membahas kelanjutan dan peningkatan kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Swedia. Fokus pembahasan meliputi pendidikan dan pelatihan personel militer, pengembangan teknologi pertahanan, hingga penguatan industri pertahanan nasional.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan visi pemerintah untuk mempercepat modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertahanan Indonesia agar semakin adaptif terhadap tantangan global.
Tak hanya itu, isu keamanan siber dan perkembangan geopolitik internasional juga menjadi perhatian utama dalam dialog bilateral tersebut. Pemerintah Indonesia memandang keamanan siber kini menjadi bagian penting dalam sistem pertahanan modern yang harus diperkuat melalui kerja sama lintas negara.
Kehadiran Swedia sebagai mitra strategis dinilai membuka peluang besar bagi Indonesia dalam transfer pengetahuan, inovasi teknologi, dan pengembangan industri pertahanan yang lebih mandiri dan kompetitif.
Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan bahwa Indonesia terus membuka ruang kolaborasi dengan negara-negara sahabat guna memperkuat pertahanan nasional secara profesional, modern, dan berkelanjutan.
Dalam pertemuan tersebut, Menhan RI turut didampingi Irjen Kemhan Mayjen TNI Bagus Suryadi Tayo serta jajaran Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan Kementerian Pertahanan.
Penguatan hubungan bilateral Indonesia-Swedia ini sekaligus memperlihatkan komitmen pemerintah dalam membangun sistem pertahanan yang kuat, modern, dan mampu menjawab tantangan keamanan masa depan, termasuk ancaman digital dan ketidakpastian geopolitik global.(nR)
Sumber Link Berita: Klik disini
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia – Biro Infohan Setjen Kemhan
