Jurnaliswarga.id | Cibinong – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk meningkatkan kepekaan (sense of crisis) dalam menghadapi tantangan fiskal pada Tahun Anggaran 2026. Langkah tersebut dinilai penting agar pengelolaan anggaran tetap efektif, efisien, dan mampu menjaga kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Sekda Bogor Ajak ASN Perkuat Kinerja Hadapi Tantangan Fiskal 2026. Hal tersebut disampaikan Sekda dalam arahannya di Cibinong, Senin (6/7/2026), di tengah proyeksi kondisi keuangan daerah yang diperkirakan lebih menantang dibandingkan tahun sebelumnya.
Ajat Rochmat Jatnika menjelaskan, seluruh perangkat daerah dituntut mampu beradaptasi terhadap dinamika fiskal dengan menyusun strategi kerja yang lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam kondisi seperti ini, kita perlu memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi krisis, agar setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar tepat sasaran, efisien, dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Ajat.
Menurutnya, efisiensi anggaran harus dibarengi dengan inovasi dan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Oleh karena itu, setiap perangkat daerah diminta melakukan penyesuaian program kerja sesuai skala prioritas, termasuk pada sektor pelayanan kesehatan.
Rumah sakit milik pemerintah daerah diharapkan tetap memberikan layanan kesehatan secara optimal dengan pengelolaan yang lebih efektif dan efisien, tanpa menambah beban pembiayaan yang tidak produktif.
Selain penguatan pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Bogor juga terus mengoptimalkan pemanfaatan aset daerah, seperti videotron, taman, dan billboard, sebagai salah satu strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah keterbatasan ruang fiskal.
Di sektor perpajakan, Pemkab Bogor akan memperkuat pendataan dan penataan perizinan vila di kawasan Puncak secara lebih tertib dan terukur guna mengoptimalkan penerimaan pajak daerah.
Meski menghadapi tantangan fiskal, Ajat menegaskan bahwa berbagai program prioritas tetap harus berjalan, termasuk penataan lingkungan, normalisasi saluran air, dan peningkatan kebersihan kawasan. Menurutnya, keberhasilan program tersebut membutuhkan kolaborasi seluruh perangkat daerah bersama pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat.
Ia mencontohkan penataan kawasan Cijayanti–Bojong Koneng sebagai salah satu bentuk sinergi yang sedang dipersiapkan untuk menghadirkan wajah Kabupaten Bogor yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
Sekda juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor untuk terus memperkuat integritas aparatur, meningkatkan akuntabilitas tata kelola pemerintahan, serta memastikan seluruh pelayanan publik tetap berjalan optimal meskipun menghadapi tekanan fiskal.
Kebijakan tersebut mendapat respons positif karena mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pembangunan melalui pengelolaan anggaran yang bijaksana, peningkatan efisiensi, serta penguatan kolaborasi lintas sektor demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(Red/nR)
Sumber informasi:
Siaran Pers Pemerintah Kabupaten Bogor – Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor, 6 Juli 2026.
