BPI KPNPA RI Bogor Soroti Pengadaan Alat Pendidikan Rp.149 Miliar

BOGOR, Jurnaliswarga.id – Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor merilis hasil kajian terkait pelaksanaan pengadaan alat pendidikan di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2023 dan 2024. Kajian tersebut menyoroti sejumlah aspek yang dinilai perlu mendapat perhatian dan klarifikasi lebih lanjut guna memperkuat tata kelola pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Ketua BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor, Rizwan Riswanto, menjelaskan bahwa kajian dilakukan sebagai bagian dari fungsi pengawasan masyarakat (social control) untuk mendorong transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas penggunaan anggaran publik, khususnya di sektor pendidikan.

Menurut hasil kajian BPI KPNPA RI, program pengadaan alat pendidikan yang memiliki total nilai anggaran lebih dari Rp149 miliar meliputi tujuh kegiatan, di antaranya bantuan Interactive Flat Panel (IFP) bagi SD dan SMP Negeri, bantuan peralatan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), pengadaan komputer personal, hingga bantuan peralatan DAK Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Dalam observasi lapangan, BPI KPNPA RI menemukan adanya sejumlah sekolah penerima bantuan yang disebut belum memanfaatkan peralatan secara optimal. Beberapa perangkat bahkan dilaporkan masih tersimpan dalam kemasan sehingga dinilai perlu dilakukan evaluasi terhadap efektivitas program dan kesiapan pengguna.

Baca Juga:  Pekerjaan Kekurangan Volume Fisik 21 Paket Peningkatan dan Pembangunan Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Bogor TA. 2020

Selain itu, hasil penelusuran terhadap beberapa perusahaan penyedia, yakni PT Matra Pratama Adidaya, PT Harutech Kensin Abadi, PT Saron Indonesia Nusantara, dan PT Plaza Pendidikan Indonesia, disebut menemukan adanya perbedaan antara alamat perusahaan yang tercantum dalam dokumen dengan kondisi di lapangan. Menurut BPI KPNPA RI, temuan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak-pihak terkait.

BPI KPNPA RI juga menyoroti dugaan adanya keterkaitan antarsejumlah perusahaan penyedia yang dinilai perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan proses pengadaan telah berlangsung sesuai prinsip persaingan usaha yang sehat.

Kajian tersebut turut menyinggung adanya dugaan perbedaan harga pada pengadaan Interactive Flat Panel (IFP). Berdasarkan hasil kajian internal BPI KPNPA RI, harga pengadaan pemerintah disebut mencapai sekitar Rp184,5 juta per unit, sementara pada E-Katalog terdapat produk sejenis dengan harga sekitar Rp165 juta per unit. Perbedaan tersebut dinilai perlu diaudit untuk memastikan kewajaran harga dan kesesuaian dengan ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Ketua BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor, Rizwan Riswanto, meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan pendalaman terhadap seluruh proses pengadaan apabila ditemukan indikasi yang memenuhi unsur pelanggaran hukum.

Baca Juga:  <em>Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Barat, Berikan Tali Asih Kepada Personil Pengamanan di Wilayah Kabupaten Bogor</em>

“Kami berharap seluruh proses pengadaan dapat diklarifikasi secara terbuka agar publik memperoleh kepastian bahwa anggaran pendidikan telah dikelola secara efektif, efisien, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Rizwan.

BPI KPNPA RI juga mendorong Pemerintah Kabupaten Bogor untuk melakukan evaluasi terhadap sistem pengadaan barang dan jasa di lingkungan Dinas Pendidikan, sekaligus memperkuat transparansi informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang bersih.

Hingga berita ini diturunkan, hasil kajian tersebut masih berupa temuan awal BPI KPNPA RI dan belum merupakan putusan maupun kesimpulan hukum. Oleh karena itu, seluruh pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor maupun pihak penyedia untuk memberikan klarifikasi sesuai mekanisme yang berlaku.

Langkah pengawasan yang dilakukan BPI KPNPA RI diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam memperkuat akuntabilitas penggunaan anggaran negara, sehingga program pembangunan di sektor pendidikan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi peserta didik dan masyarakat.(Red/Tim Investigasi Satgas Tripikor BPI KPNPA RI)

Sumber Informasi: Rilis resmi BPI KPNPA RI Kabupaten Bogor, 6 Juli 2026.

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

Dedie Rachim Targetkan Groundbreaking PSEL Kayumanis Tahun Ini

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Kota Bogor meninjau lokasi PSEL Kayumanis. Dedie Rachim menargetkan groundbreaking PSEL Kayumanis tahun ini.Target groundbreaking PSEL KayumanisInformasi tersebut tercantum dalam judul item berita Pemkot Bogor yang diterbitkan pada 15 Oktober 2026.Sumber: Pemkot

Pemkot Bogor Optimalkan Creative Financing untuk Dukung Pembangunan Infrastruktur

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemkot Bogor mengoptimalkan creative financing untuk mendukung pembangunan infrastruktur.Creative financing untuk pembangunan infrastrukturJudul berita menyebut langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kota Bogor. Namun, RSS yang tersedia tida

Tak Hanya Pusat Kota, Pemkot Bogor Lanjutkan Penataan di Bogor Barat

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemerintah Kota Bogor melanjutkan penataan di Bogor Barat, tidak hanya di pusat kota, sebagaimana judul informasi pada laman resmi Pemkot Bogor.Penataan Bogor Barat BerlanjutInformasi tersebut memuat judul “Tak Hanya Pusat Kota, Pemkot Bogor Lanjutkan Penataan di Bogor Bara

Pemkot Bogor Dukung PSN Gene Bank Indonesia

BOGOR, JURNALISWARGA.ID - Pemkot Bogor mendukung PSN Gene Bank Indonesia.Dukungan untuk Gene Bank IndonesiaInformasi tersebut tercantum dalam judul berita pada laman Pemkot Bogor yang dipublikasikan pada 15 Oktober 2026. Sumber RSS tidak memuat uraian lebih lanjut mengenai bentuk dukungan, pihak yan

Wagub Johni Asadoma Dorong Gereja Jadi Penggerak Pendidikan

NUSA TENGGARA TIMUR, JURNALISWARGA.ID - Wagub Johni Asadoma mendorong gereja menjadi penggerak pendidikan, penanganan stunting, dan ekonomi umat.Penggerak Pendidikan dan Peran GerejaJudul berita tersebut mengaitkan peran gereja dengan tiga bidang, yakni pendidikan, penanganan stunting, dan ekonomi u

 

ARTIKEL TERKAIT