BPI KPNPA RI Soroti Minimnya Putra Asli NTT Lolos Akpol, Rahmad Sukendar: Pejabat Jangan Hanya Jadi Penonton 2026

Kupang, Jurnaliswarga.id – Polemik seleksi Calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Catar Akpol) di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menjadi perhatian publik. Di tengah ramainya perbincangan mengenai enam peserta yang viral di media sosial, Ketua Umum BPI KPNPA RI, Rahmad Sukendar, meminta seluruh pihak mengawal proses seleksi secara transparan, sekaligus mendorong peningkatan pembinaan bagi putra-putri asli NTT.

Rahmad menilai selama ini putra-putri asli NTT masih minim yang berhasil lolos menjadi Taruna dan Taruni Akpol. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah beserta seluruh pemangku kepentingan.

“Pejabat daerah di NTT jangan hanya menjadi penonton. Harus ada kepedulian dan langkah nyata agar setiap tahun ada putra-putri asli daerah yang mampu lolos menjadi Taruna dan Taruni Akpol. Jangan hanya melihat anak-anak dari luar daerah yang masuk Akpol,” ujar Rahmad Sukendar.

Baca Juga:  Sinergitas TNI - Polri Wilayah Hukum Polsek Cijeruk Polres Bogor Giat Operasi Mantab Brata sekaligus Sambang Warga Binaan 2023

Ia mengatakan pemerintah daerah perlu memiliki program pembinaan yang berkesinambungan untuk mempersiapkan generasi muda NTT menghadapi seleksi Akpol, mulai dari pembinaan akademik, kesehatan, hingga kesiapan mental dan fisik.
Rahmad juga meminta agar seluruh proses seleksi dilakukan secara bersih, transparan, objektif, dan akuntabel sehingga tidak menimbulkan kecurigaan maupun polemik di tengah masyarakat.

“Harapan kami bukan membatasi hak peserta dari daerah lain yang telah memenuhi persyaratan sesuai aturan, tetapi bagaimana putra-putri asli NTT juga memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan lolos berdasarkan kemampuan serta prestasi,” tegasnya.

Baca Juga:  <em>Kejar Realisasi APBD, Tim Monev Kemendagri Keliling Daerah Turun ke NTT</em>

Polemik ini mencuat setelah enam nama peserta yang beredar di media sosial memicu berbagai pertanyaan dari masyarakat mengenai asal domisili para peserta. Menanggapi hal tersebut, Polda NTT menyatakan bahwa seluruh peserta yang menjadi sorotan telah memenuhi persyaratan administrasi dan domisili sesuai ketentuan penerimaan Taruna Akpol Tahun Anggaran 2026.

Rahmad berharap polemik tersebut menjadi momentum evaluasi bersama agar proses rekrutmen anggota Polri ke depan semakin dipercaya masyarakat serta mampu melahirkan Taruna dan Taruni terbaik dari seluruh daerah, termasuk putra-putri asli Nusa Tenggara Timur. (Red)

Rekomendasi Produk Shopee
Mesin Vacuum Sealer MakananLihat di Shopee

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

PASCA PUTUSAN MK: BOLA POLITIK GIBRAN BERPINDAH DARI MK KE ISTANA 2026

Analisa Politik dan Hukum Prof. Dr. Henry Yosodiningrat, S.H., M.H.Jakarta, jurnaliswarga.id - Putusan Mahkamah Konstitusi mengenai persoalan syarat pendidikan Gibran Rakabuming Raka memang tidak serta-merta...

BPI KPNPA RI Bersama PSKBI Siap Jadi Garda Terdepan Kawal Program Kerja Kapolri 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) bersama jajaran Paquron Singandaru Karuhun Banten Indonesia...

HUT ke-57, Rahmad Sukendar Gelar Tasyakuran dan Peringati 26 Tahun Pernikahan

TANGSEL, JURNALISWARGA.ID - Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi hari penuh kebahagiaan bagi Ketua Umum BPI KPNPA RI, TB. Rahmad Sukendar, genap berusia 57 tahun....

IHC RS Pertamina Prabumulih Perkuat Silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat untuk Mendukung Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

PRABUMULIH, 2 Oktober 2026. IHC RS Pertamina Prabumulih menjalin silaturahmi dengan Ketua Adat Prabumulih Barat, Pak Gatot, sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan dengan...

Wagub Kepri Perkuat Investasi UEA di Batam

BATAM, JURNALISWARGA.ID - Wagub Kepri menemui Dubes UEA di Batam untuk memperkuat investasi dan kemitraan ekonomi.Investasi UEA dan kemitraan ekonomiPeristiwa tersebut menjadi pokok berita pada 9 Oktober 2026. Judul sumber menyebut pertemuan berlangsung di Batam dan menempatkan penguatan investasi s

 

ARTIKEL TERKAIT