MAMUJU, JURNALISWARGA.ID — Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengajak generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri, bijak menggunakan media sosial, serta menjauhi penyalahgunaan narkotika dan pergaulan bebas. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri pembukaan Bonsdaq II Persekutuan Pemuda Gereja Protestan Indonesia Timur (PP GPIT) di Jemaat Tunas dan Jemaat Pauan, Desa Kinatang, Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Senin (27/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Mamasa hadir bersama Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, SH., SIK., serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Mamasa.
Di hadapan para peserta, Welem Sambolangi memberikan motivasi agar pemuda mempersiapkan diri sejak dini untuk menjadi generasi penerus sekaligus calon pemimpin di masa depan. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era digital.
“Kalian harus terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi generasi yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Welem.
Selain mendorong peningkatan kapasitas, Bupati Mamasa juga mengingatkan pentingnya menggunakan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab. Ia mengajak pemuda GPIT menjadi teladan dalam memanfaatkan ruang digital sebagai sarana menyebarkan informasi yang positif, membangun, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Jadilah contoh dalam menggunakan media sosial. Gunakan media sosial untuk mengakses dan menyebarkan informasi yang baik. Jangan gunakan media sosial untuk menebar kebencian, kebohongan, fitnah, maupun menjelek-jelekkan orang lain,” pesannya.
Welem juga mengingatkan para pemuda agar menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba dan pergaulan bebas yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Menurutnya, pemuda merupakan aset penting daerah yang akan melanjutkan estafet pembangunan dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang. Karena itu, generasi muda perlu menjaga moral, kesehatan, karakter, serta membangun kemampuan diri sejak sekarang.
“Kalian adalah pelanjut pembangunan lima hingga sepuluh tahun ke depan. Persiapkan diri dengan baik, jauhi penyalahgunaan narkotika dan pergaulan bebas yang dapat menghancurkan masa depan,” tegas Welem.
Bupati Mamasa berharap Bonsdaq II PP GPIT tidak hanya menjadi ruang untuk mempererat persekutuan dan silaturahmi antarjemaat, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang berintegritas, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan gereja, masyarakat, serta daerah.
Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif, menjaga persatuan, serta membangun karakter yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.(Red/nR)
Sumber Berita: klik disini >>>> Pemerintah Kabupaten Mamasa, 27 Juli 2026
