Hari Olahraga Nasional, IHC RS Pertamina Prabumulih Ingatkan: Kita Berolahraga Bukan Sekadar Agar Kuat, Tetapi Agar Tetap Sehat untuk Orang yang Kita Cintai

PRABUMULIH – Memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas), IHC RS Pertamina Prabumulih hadir memberikan pesan penting kepada masyarakat tentang arti olahraga dan aktivitas fisik bagi kesehatan. Melalui edukasi kesehatan yang disampaikan dr. Gazka, Dokter Umum IHC RS Pertamina Prabumulih, masyarakat diajak untuk tidak memandang olahraga hanya sebagai aktivitas untuk mendapatkan tubuh ideal atau menjadi lebih kuat secara fisik.

Lebih dari itu, olahraga merupakan salah satu cara untuk menjaga tubuh tetap sehat sehingga seseorang dapat terus menjalani aktivitas, bekerja, berkarya, dan hadir bersama orang-orang yang dicintainya.

Pesan tersebut terangkum dalam kalimat sederhana namun penuh makna:

“Kita tidak berolahraga agar terlihat kuat, kita berolahraga agar tetap kuat untuk mereka yang kita cintai.”

Pesan ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan sebaiknya tidak menunggu sampai tubuh mengalami masalah. Kebiasaan bergerak dan beraktivitas secara teratur dapat menjadi investasi kesehatan yang dilakukan sejak sekarang untuk kehidupan yang lebih sehat di masa mendatang.

Olahraga Tidak Harus Menjadi Atlet

Masih banyak masyarakat yang menganggap olahraga harus dilakukan dengan intensitas tinggi, membutuhkan tempat khusus, atau harus dilakukan oleh orang yang memiliki kebugaran tinggi. Padahal, konsep aktivitas fisik jauh lebih luas.

Menurut World Health Organization (WHO), aktivitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang membutuhkan energi. Aktivitas tersebut tidak hanya mencakup olahraga seperti berlari, berenang, atau bersepeda, tetapi juga berjalan kaki, aktivitas saat bekerja, pekerjaan rumah tangga, transportasi, serta aktivitas rekreasi.

WHO juga menegaskan bahwa setiap aktivitas fisik lebih baik daripada tidak melakukan aktivitas sama sekali.

Sumber: WHO – Physical Activity
WHO – Physical Activity

Artinya, seseorang tidak perlu menunggu memiliki waktu luang berjam-jam untuk mulai bergerak. Berjalan kaki, menggunakan tangga, melakukan peregangan di sela pekerjaan, maupun melakukan aktivitas rumah tangga dapat menjadi bagian dari kebiasaan hidup aktif.

Kurang Bergerak Masih Menjadi Tantangan

Pesan untuk lebih aktif bergerak menjadi semakin penting karena kurangnya aktivitas fisik masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 37,4 persen penduduk Indonesia berusia di atas 10 tahun kurang melakukan aktivitas fisik. Beberapa alasan yang ditemukan antara lain tidak memiliki waktu, malas, faktor usia, dan tidak memiliki teman untuk beraktivitas.

Sumber: Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI – Aktivitas Fisik Penduduk Indonesia
BKPK Kemenkes RI – Aktivitas Fisik Penduduk Indonesia

Baca Juga:  Visions of Peace Initiative Lanjutkan Warisan Perdamaian Prince Dr. Damien Dematra Melalui Golden Rule Interfaith Youth Conference 2026

Angka tersebut menunjukkan bahwa tantangan untuk hidup aktif bukan hanya berkaitan dengan olahraga, tetapi juga kebiasaan sehari-hari.

Rutinitas pekerjaan, perjalanan menggunakan kendaraan, penggunaan perangkat digital, hingga kebiasaan duduk terlalu lama dapat membuat seseorang semakin sedikit bergerak.

Karena itu, perubahan tidak harus dimulai dengan sesuatu yang besar. Masyarakat dapat memulainya dengan meningkatkan aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Berapa Lama Kita Perlu Berolahraga?

WHO merekomendasikan orang dewasa berusia 18–64 tahun melakukan 150–300 menit aktivitas fisik aerobik dengan intensitas sedang setiap minggu, atau 75–150 menit aktivitas fisik dengan intensitas berat, maupun kombinasi keduanya.

Selain aktivitas aerobik, orang dewasa juga dianjurkan melakukan aktivitas penguatan otot setidaknya dua hari dalam seminggu yang melibatkan kelompok otot utama.

Sumber: WHO – Physical Activity
WHO – Physical Activity Recommendations

Jika dihitung secara sederhana, target 150 menit per minggu dapat dilakukan dengan berjalan cepat selama sekitar 30 menit, lima kali dalam seminggu.

Kementerian Kesehatan RI juga mendorong masyarakat untuk aktif bergerak. Aktivitas fisik intensitas sedang dapat berupa jalan cepat, sedangkan aktivitas intensitas berat dapat berupa berlari. Latihan penguatan otot seperti push-up, sit-up, plank, dan squat juga dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI – Aktif Bergerak
Kemenkes RI – Aktif Bergerak

Dengan demikian, olahraga tidak harus mahal dan tidak selalu membutuhkan fasilitas khusus. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan untuk bergerak secara rutin dan menyesuaikannya dengan kemampuan tubuh.

Bergerak untuk Menjaga Kesehatan

Aktivitas fisik memiliki manfaat yang jauh lebih luas daripada sekadar meningkatkan kebugaran.

WHO menyebut aktivitas fisik secara teratur dapat membantu mencegah dan mengelola berbagai penyakit tidak menular, termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, dan beberapa jenis kanker. Aktivitas fisik juga dapat memberikan manfaat terhadap kesehatan mental, termasuk membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan.

Sumber: WHO – Physical Activity
WHO – Physical Activity and Health Benefits

Kementerian Kesehatan RI juga menempatkan aktivitas fisik sebagai salah satu bagian penting dalam upaya menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI – Kurang Aktivitas Fisik Berpotensi Alami Penyakit Tidak Menular
Kemenkes RI – Aktivitas Fisik dan Penyakit Tidak Menular

Karena itu, olahraga sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika seseorang ingin menurunkan berat badan. Aktivitas fisik merupakan bagian dari investasi kesehatan jangka panjang.

Baca Juga:  Kapolsek Baito Polres Konsel Gelar Jum'at Curhat Bersama Warga Desa Amasara

Jangan Memaksakan Diri

Meski memiliki banyak manfaat, olahraga tetap harus dilakukan secara aman. Seseorang yang sebelumnya jarang beraktivitas sebaiknya tidak langsung memaksakan tubuh melakukan latihan dengan intensitas tinggi.

WHO menganjurkan mereka yang belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik untuk memulai dengan jumlah aktivitas yang lebih kecil, kemudian meningkatkan durasi, frekuensi, dan intensitas secara bertahap.

Sumber: WHO – Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour
WHO – Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour

Kementerian Kesehatan RI juga mengingatkan pentingnya melakukan persiapan sebelum olahraga, termasuk pemanasan, melakukan aktivitas sesuai kemampuan, serta pendinginan setelah berolahraga.

Sumber: Kementerian Kesehatan RI – Cegah Stroke dengan Aktivitas Fisik
Kemenkes RI – Cegah Stroke dengan Aktivitas Fisik

Bagi masyarakat yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau memiliki kekhawatiran mengenai kemampuan tubuh dalam melakukan olahraga, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat menjadi langkah yang tepat sebelum meningkatkan intensitas latihan.

Bukan Hanya untuk Hari Ini

Pada akhirnya, menjaga kesehatan bukan hanya tentang bagaimana seseorang menjalani hari ini, tetapi juga tentang bagaimana mempersiapkan tubuh untuk masa depan.

Ada keluarga yang menunggu kita pulang. Ada anak yang masih ingin bermain bersama orang tuanya. Ada pasangan yang ingin terus berjalan bersama. Ada pekerjaan, impian, dan berbagai momen kehidupan yang masih ingin dijalani.

Karena itu, pesan IHC RS Pertamina Prabumulih melalui edukasi yang disampaikan dr. Gazka menjadi sebuah pengingat sederhana:

Kita tidak berolahraga agar terlihat kuat. Kita berolahraga agar tetap kuat untuk mereka yang kita cintai.

Momentum Hari Olahraga Nasional dapat menjadi titik awal untuk mulai bergerak. Tidak harus langsung berlari jauh. Tidak harus melakukan latihan berat. Tidak harus menunggu memiliki peralatan olahraga yang lengkap.

Mulailah dari satu langkah.

Satu langkah hari ini mungkin terlihat sederhana. Namun jika dilakukan secara konsisten, langkah tersebut dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang untuk menjaga kesehatan dan kualitas hidup.

Karena pada akhirnya, tujuan olahraga bukan hanya tentang seberapa kuat kita hari ini.

Tetapi tentang apakah kita masih cukup sehat untuk berjalan, berkarya, tersenyum, dan pulang kepada orang-orang yang kita cintai di hari esok.

IHC RS Pertamina Prabumulih — Bergerak Hari Ini, Sehat Lebih Lama, Hadir untuk Mereka yang Kita Cintai.

Trending Topic

Leave A Reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Top News

BPI KPNPA RI Bogor Sorot Marwah APH dan Alarm Moral Kabupaten Bogorr

BOGOR, JURNALISWARGA.ID — Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Kabupaten Bogor melontarkan kritik keras terhadap dinamika...

BPI KPNPA RI Soroti Dugaan Jual Beli Stand PD Pasar Surya: Aset Pemkot Jangan Jadi Bancakan

SURABAYA, JURNALISWARGA.ID – Dugaan penyimpangan dalam pengelolaan aset dan stand pasar milik Pemerintah Kota Surabaya kembali menjadi sorotan. Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara...

IHC RS Pertamina Prabumulih Edukasi Ibu Balita tentang Pentingnya Gizi Seimbang di Posyandu Lirik Mundu

PRABUMULIH, 9 September 2026 – Pemenuhan gizi yang tepat pada masa balita menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Memahami hal...

Nama-Nama Besar Muncul di BAP Tan Kian, Rahmad Sukendar: Jangan Ada yang Kebal Hukum 2026

JAKARTA, JURNALISWARGA.ID – Drama dugaan korupsi di lingkungan penegak hukum kembali memasuki babak yang mengundang perhatian publik. Beredarnya dokumen yang disebut sebagai Berita Acara...

Awas, Anggaran Porprov Agam Rawan 2026

AGAM, JURNALISWARGA,ID – Anggaran Rp3,4 miliar untuk keikutsertaan Kabupaten Agam pada Porprov Sumbar 2026 diminta tidak dikelola sembarangan. Di tengah perubahan kepengurusan KONI Agam...

 

ARTIKEL TERKAIT